Humaniora

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra meninggal dunia ‎

khrisna-edit-1788551139-653d2fe843
Foto : Yusuf Pratama - programamal.com
Daftar Isi
  1. Jaro Tanggungan 12 Badui Saidi Putra Wafat, Kanekes Kehilangan Juru Bicara Adat
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Jaro Tanggungan 12 Badui Saidi Putra Wafat, Kanekes Kehilangan Juru Bicara Adat

Programamal.com – Pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, berduka. Saidi Putra, pria berusia 75 tahun yang selama puluhan tahun memegang amanah sebagai Jaro Tanggungan 12 dalam struktur Lembaga Adat Masyarakat Badui, menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 4 September, sekitar pukul 09.00 WIB di ruang perawatan RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung. Wafatnya tokoh ini meninggalkan kekosongan yang tidak mudah digantikan dalam tata kelola adat Sunda Wiwitan yang telah berlangsung berabad-abad di kawasan Kanekes.

Peran Strategis Jaro Tanggungan 12 dalam Ekosistem Adat Badui

Bagi masyarakat Badui, jabatan Jaro Tanggungan 12 bukan sekadar posisi seremonial. Ia merupakan titik temu antara dunia internal kampung adat dan segala bentuk interaksi dengan pihak eksternal — mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat tetangga, hingga kunjungan masyarakat umum. Setiap negosiasi soal batas wilayah, pengelolaan hutan, atau penerimaan tamu kehormatan melewati tangan figur ini.

Dalam konteks ritual tahunan Seba, peran Jaro Tanggungan 12 menjadi semakin sentral. Seba Besar yang jatuh pada bulan Sura (Juli–Agustus) dan Seba Kecil pada bulan Dalang (Januari–Februari) melibatkan kunjungan bupati dan gubernur Banten ke Kampung Kanekes. Saidi Putra-lah yang memimpin jalannya prosesi seba tersebut, memastikan setiap tahapan ritual berjalan sesuai tuntunan leluhur. Kehadirannya di podium adat menjadi penanda bahwa hubungan antara kekuasaan sipil dan otoritas spiritual Badui tetap terjaga dalam koridor yang disepakati bersama.

Momen Wafat dan Prosesi Pemakaman

Kabar kepergian Saidi Putra segera menyebar ke seluruh penjuru Kampung Kanekes. Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, yang sekaligus merupakan tokoh masyarakat Badui, mengonfirmasi bahwa jenazah telah dimakamkan pada sore hari yang sama di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Lokasi pemakaman berada di area yang secara adat memiliki kedudukan khusus bagi para pemegang jabatan tertinggi dalam hierarki adat setempat.

“Kami sudah memakamkan almarhum Jaro Saidi Putra sore tadi,” ujar Jaro Oom ketika dihubungi di Rangkasbitung, Jumat.

Jaro Oom menambahkan bahwa kehilangan ini dirasakan sangat mendalam oleh seluruh lapisan masyarakat adat. Ia menegaskan bahwa figur seperti Saidi Putra tidak dapat digantikan secara instan, mengingat kedalaman pengetahuan ritual dan pengalaman diplomasi adat yang telah terakumulasi selama puluhan tahun.

“Kami kehilangan figur tokoh masyarakat Badui Saidi Putra sebagai Jaro Tanggungan 12,” kata Jaro Oom.

Respons Pemerintah Daerah dan Komunitas

Pemerintah Kabupaten Lebak turut menyampaikan duka cita resmi. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, menyatakan bahwa pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya tokoh adat tersebut. Ia berharap jasa dan kebaikan almarhum diterima di sisi-Nya.

“Semoga amal ibadah beliau dan kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa,” kata Anik Sakinah.

Ungkapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai kalangan. Sejumlah warga, jurnalis, serta komunitas masyarakat adat di wilayah Kabupaten Lebak menyampaikan duka mereka melalui berbagai saluran. Ketua Adat Sabaki, Sukanta, menyoroti dimensi personal dari sosok Saidi Putra sebagai penjaga nilai-nilai persatuan dan harmoni sosial.

“Beliau tokoh masyarakat Badui yang mencintai persatuan, kedamaian, kerukunan, dan keharmonisan,” kata Sukanta.

Implikasi bagi Masa Depan Tata Adat Kanekes

Kepergian Jaro Tanggungan 12 membuka pertanyaan praktis tentang siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan tersebut. Dalam tradisi adat Badui, pengangkatan figur setingkat Jaro Tanggungan 12 melewati proses musyawarah panjang antar-jaro dan lembaga adat, dengan mempertimbangkan faktor usia, penguasaan ritual, serta kemampuan berkomunikasi dengan dunia luar. Proses ini tidak dapat dipercepat tanpa mengorbankan legitimasi adat.

Sementara itu, dinamika eksternal yang dihadapi kawasan Kanekes — mulai dari tekanan pembangunan infrastruktur, perubahan iklim yang memengaruhi lahan pertanian subsisten, hingga meningkatnya kunjungan wisatawan — menuntut kehadiran figur adat yang mampu bernegosiasi tanpa mengikis prinsip-prinsip inti Sunda Wiwitan. Kekosongan jabatan Jaro Tanggungan 12, sependek apa pun durasinya, berpotensi memperlambat respons adat terhadap isu-isu tersebut.

Bagi masyarakat Badui sendiri, pemakaman di Kampung Cicampaka bukan sekadar prosesi penguburan. Ia merupakan penutup siklus kehidupan yang telah dijalani sesuai tata cara leluhur, sekaligus pengingat bahwa setiap figur adat adalah bagian dari rantai panjang yang menghubungkan generasi masa kini dengan akar spiritual yang telah berurat-bercabang selama berabad-abad di lereng Gunung Salak dan kawasan hutan Kanekes.

Frequently Asked Questions

What is Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra?

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra matter?

Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Yusuf Pratama - programamal.com

Yusuf Pratama - programamal.com

Yusuf Pratama adalah relawan dan penulis yang aktif dalam kegiatan penggalangan dana komunitas. Ia memiliki pengalaman langsung dalam mengorganisir kampanye donasi skala kecil hingga menengah.

Tulisan Yusuf sering membahas praktik nyata di lapangan serta tantangan dalam distribusi bantuan.