Kriminalitas

Lapas Cipinang pastikan blok hunian bersih dari narkoba dan ponsel

InShot_20260919_093944677
Foto : Fajar Utami - programamal.com
Daftar Isi
  1. Razia Gabungan Perkuat Komitmen Zero Halinar di Lapas Cipinang
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Razia Gabungan Perkuat Komitmen Zero Halinar di Lapas Cipinang

Programamal.com – Pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang kembali diperketat melalui razia gabungan yang melibatkan unsur Pemasyarakatan, TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga blok hunian warga binaan tetap terbebas dari narkoba, telepon seluler, dan praktik pungutan liar.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan narkoba maupun ponsel di area hunian. Temuan itu dinilai sebagai hasil yang positif, namun bukan alasan untuk mengurangi tingkat kewaspadaan. Pengawasan berkelanjutan tetap diperlukan karena keamanan di dalam lapas harus dibangun melalui pemeriksaan rutin, deteksi dini, evaluasi, dan tindak lanjut yang konsisten.

“Tidak ditemukannya narkoba dan handphone tentu menjadi hasil positif, tetapi bukan berarti pengawasan berhenti. Zero Halinar harus terus dijaga melalui deteksi dini, pemeriksaan, dan evaluasi secara konsisten,” kata Kepala Lapas Kelas I Cipinang Syarpani dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pemeriksaan Menjangkau Kamar dan Barang Pribadi

Razia dilakukan dengan menyisir kamar-kamar hunian, memeriksa barang pribadi warga binaan, serta menelusuri sejumlah titik yang dipandang perlu mendapat perhatian khusus. Langkah ini dimaksudkan untuk menutup peluang masuknya benda-benda terlarang maupun barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Meski narkoba dan telepon seluler tidak ditemukan, petugas tetap mengamankan sejumlah benda yang tidak semestinya berada di kamar hunian. Barang tersebut meliputi kabel, colokan, serta alat pemanas yang telah dimodifikasi. Seluruh temuan didata sebelum diproses sesuai aturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.

Pengendalian terhadap barang-barang semacam itu penting karena benda yang tampak sederhana dapat digunakan tidak sesuai peruntukannya atau berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Penertiban juga menjadi pengingat bahwa ketertiban lapas tidak hanya terkait narkoba dan alat komunikasi ilegal, melainkan mencakup kepatuhan terhadap seluruh ketentuan hunian.

Razia gabungan itu turut dipantau langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta. Kehadiran pengawasan lintas instansi memperkuat prinsip kontrol bersama dalam pelaksanaan program Zero Halinar, singkatan dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.

“Tidak boleh membuat pengawasan mengendur. Kami tidak memberi ruang bagi handphone, pungli, maupun narkoba,” ujar Syarpani.

Kolaborasi Antarinstansi Jadi Unsur Penting

Pelibatan TNI, Polri, BNNK Jakarta Timur, dan jajaran pemasyarakatan mencerminkan bahwa pencegahan pelanggaran di dalam lapas memerlukan kerja bersama. Setiap unsur memiliki peran dalam memperkuat pengamanan, pertukaran informasi, serta tindakan pencegahan terhadap gangguan yang mungkin muncul.

Syarpani menekankan bahwa keberhasilan program bebas handphone, pungutan liar, dan narkoba tidak dapat dilepaskan dari integritas petugas dan kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Pencegahan perlu dilakukan sejak potensi masalah masih dapat dikenali, bukan hanya setelah terjadi pelanggaran.

“Zero Halinar membutuhkan integritas dan kerja bersama. Sinergi dengan TNI, Polri, BNN, dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat melalui langkah nyata, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan setiap potensi gangguan keamanan,” jelasnya.

Kepala BNNK Jakarta Timur Kombes Pol Almas B. Arrasuli juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kolaborasi tersebut, khususnya untuk membatasi peluang peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Pengawasan bersama dipandang dapat mempersempit celah yang memungkinkan narkoba masuk atau beredar di dalam lapas.

“Pengawasan dan deteksi dini yang dilakukan bersama menjadi bagian penting untuk mempersempit potensi masuk dan beredarnya narkoba di dalam Lapas,” kata Almas.

Mendukung Program Aksi Pemasyarakatan Tahun 2026

Kegiatan di Lapas Cipinang sejalan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Salah satu fokusnya ialah memberantas peredaran narkoba serta pelaku penipuan yang menggunakan beragam modus dari dalam lapas dan rumah tahanan negara.

Upaya tersebut memiliki arti penting bagi proses pembinaan warga binaan. Lingkungan yang aman, tertib, dan terkendali dapat mendukung pelaksanaan pembinaan tanpa gangguan dari barang terlarang, praktik ilegal, maupun aktivitas yang berpotensi merugikan masyarakat di luar lapas.

Hasil pemeriksaan kali ini memperlihatkan bahwa pengawasan perlu diperlakukan sebagai proses yang terus berjalan. Tidak ditemukannya narkoba atau ponsel pada satu kegiatan tidak menghapus kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan berikutnya. Konsistensi menjadi unsur utama agar standar keamanan tidak hanya berlaku saat razia berlangsung, tetapi menjadi bagian dari tata kelola harian.

Dengan pencatatan barang temuan, penguatan koordinasi, dan evaluasi terhadap setiap potensi risiko, Lapas Kelas I Cipinang berupaya menjaga kondisi hunian yang kondusif. Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa Zero Halinar bukan sekadar slogan, melainkan komitmen operasional yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is Lapas Cipinang pastikan blok hunian bersih?

Lapas Cipinang pastikan blok hunian bersih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lapas Cipinang pastikan blok hunian bersih matter?

Lapas Cipinang pastikan blok hunian bersih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Fajar Utami - programamal.com

Fajar Utami - programamal.com

Fajar Utami memiliki pengalaman dalam pengelolaan program CSR (Corporate Social Responsibility) dan kegiatan sosial perusahaan. Ia memahami bagaimana sistem donasi dapat dikelola secara profesional dan transparan.

Kontribusinya di Program Amal berfokus pada edukasi manajemen donasi dan praktik terbaik dalam penyaluran bantuan.