Bisnis

Pemkab Bandung libatkan UMKM dalam gelaran FIFA ASEAN Cup di SJH

IMG_1041
Foto : Nadia Santoso - programamal.com
Daftar Isi
  1. UMKM Disiapkan Meramaikan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

UMKM Disiapkan Meramaikan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat

Programamal.com – Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, diarahkan agar memberi ruang ekonomi bagi warga sekitar. Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan stadion selama turnamen berlangsung.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar agenda sepak bola internasional tidak berhenti pada pertandingan di lapangan. Kehadiran penonton, tim, ofisial, dan berbagai aktivitas pendukung diharapkan turut menciptakan peluang bagi usaha lokal untuk menawarkan produk maupun layanan mereka.

Area stadion akan dialokasikan untuk usaha lokal

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima arahan untuk menyediakan area bagi UMKM di lingkungan Stadion Si Jalak Harupat. Pengaturan lokasi ini akan dilakukan bersamaan dengan persiapan penyelenggaraan pertandingan.

“Nanti kami ada perintah untuk mengalokasikan UMKM di area stadion,” kata Dicky di Bandung, Senin.

Keberadaan UMKM di sekitar venue dapat membuat pengalaman penonton lebih lengkap, karena kebutuhan sederhana seperti makanan, minuman, dan produk khas daerah dapat diakses di satu kawasan. Bagi pelaku usaha, momentum turnamen juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dari berbagai daerah dan negara peserta.

Pengalokasian ruang usaha perlu berjalan seiring dengan tata kelola kawasan pertandingan. Arus masuk dan keluar penonton, keamanan, kebersihan, serta kenyamanan di area stadion tetap menjadi unsur penting agar aktivitas perdagangan pendukung tidak mengganggu jalannya kompetisi.

Dorong ekonomi, wisata olahraga, dan industri olahraga

Dicky menekankan bahwa keberhasilan FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya diukur dari kualitas laga atau kesiapan arena. Pemerintah daerah juga berharap ajang tersebut menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung.

“Ya, tentunya tadi saya sampaikan bahwa penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup ini tidak hanya sukses dalam pertandingan, tetapi juga multiple effect -nya. Mudah-mudahan bisa berimbas terhadap ekonomi masyarakat, sport tourism, dan sport industry,” ujar dia.

Dampak berganda yang dimaksud mencakup pergerakan kegiatan ekonomi di sekitar pertandingan. Ketika sebuah stadion menjadi tuan rumah turnamen, perhatian publik tertuju pada daerah penyelenggara, sementara kebutuhan pengunjung dapat menciptakan aktivitas bagi berbagai sektor yang terkait langsung dengan acara olahraga.

Konsep sport tourism atau wisata olahraga menempatkan pertandingan sebagai salah satu alasan orang datang ke suatu wilayah. Dalam konteks Kabupaten Bandung, FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan fasilitas pertandingan sekaligus memberi pengalaman yang baik bagi orang-orang yang hadir di Stadion Si Jalak Harupat.

Sementara itu, pengembangan sport industry berkaitan dengan rangkaian kegiatan ekonomi yang tumbuh dari olahraga, termasuk penyelenggaraan event, layanan pendukung, produk UMKM, hingga promosi daerah. Pelibatan usaha kecil di area stadion menjadi salah satu contoh bagaimana perhelatan olahraga dapat dihubungkan dengan manfaat yang lebih dekat bagi masyarakat.

Si Jalak Harupat untuk pertandingan Grup B

Stadion Si Jalak Harupat telah disiapkan sebagai arena pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Grup tersebut akan diikuti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Kehadiran empat tim ini membuat kesiapan venue menjadi perhatian utama, baik dari sisi lapangan maupun fasilitas yang menunjang pertandingan.

Dicky menyatakan stadion tersebut siap menjadi tempat pelaksanaan laga Grup B. Meski demikian, terdapat beberapa pekerjaan yang tetap perlu dituntaskan oleh pengelola stadion setelah dilakukan asesmen oleh PSSI dan pihak penyelenggara.

Dua catatan hasil asesmen perlu ditindaklanjuti, dengan salah satu fokusnya adalah kondisi rumput lapangan. Perawatan lapangan menjadi bagian penting dalam persiapan pertandingan sepak bola, karena kualitas permukaan bermain berpengaruh terhadap kelancaran laga dan kenyamanan pemain.

“Saat ini sudah ada perbaikan-perbaikan dari vendor yang memang disiapkan oleh pihak penyelenggara. Alhamdulillah, perbaikan rumput saat ini sudah hampir 95 persen,” ujarnya.

Progres perbaikan rumput yang telah mendekati 95 persen menunjukkan persiapan teknis terus berjalan menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Penyelesaian pekerjaan tersebut akan melengkapi kesiapan Stadion Si Jalak Harupat sebagai lokasi pertandingan internasional.

Bagi Kabupaten Bandung, penyelenggaraan turnamen ini menghadirkan dua sasaran yang berjalan bersamaan: menyiapkan arena yang layak untuk kompetisi serta memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat. Ruang untuk UMKM di kawasan stadion diharapkan membantu memastikan atmosfer pertandingan juga membawa kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Frequently Asked Questions

What is Pemkab Bandung libatkan UMKM dalam gelaran?

Pemkab Bandung libatkan UMKM dalam gelaran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkab Bandung libatkan UMKM dalam gelaran matter?

Pemkab Bandung libatkan UMKM dalam gelaran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Nadia Santoso - programamal.com

Nadia Santoso - programamal.com

Nadia Santoso adalah content writer yang fokus pada topik keamanan digital dan perlindungan pengguna internet. Ia membantu pembaca memahami cara berdonasi secara online tanpa risiko penipuan.

Tulisan Nadia banyak membahas tips keamanan transaksi dan verifikasi platform donasi.