DPKH Kaltim bina peternak lokal pastikan bibit unggas sehat dan teruji
Daftar Isi
DPKH Kaltim Perkuat Pengawasan Bibit Unggas dan Kemitraan Peternak
Programamal.com – Ketersediaan bibit ayam yang sehat menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan usaha peternakan ayam pedaging di Kalimantan Timur. Untuk menjaga fondasi tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan pembinaan kepada peternak lokal, sekaligus memeriksa mutu bibit unggas yang beredar di lapangan.
Upaya ini mencakup pengawasan terhadap Day Old Chick atau DOC, yakni anak ayam berusia sehari yang menjadi awal dari seluruh siklus produksi ayam pedaging. Kualitas DOC sangat menentukan pertumbuhan ayam, efisiensi pemeliharaan, hingga hasil produksi yang akan diterima peternak.
“Pengawasan mutu bibit ayam usia sehari atau Day Old Chick (DOC) dan pembinaan kemitraan dilaksanakan secara berkala guna menjamin kualitas bagi peternak,” kata Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno di Samarinda, Selasa.
Pemeriksaan dilakukan langsung di kandang kemitraan
Salah satu kegiatan pengawasan dilakukan di kandang ayam yang menjadi bagian dari kemitraan PT MSJ di Kecamatan Palaran, Samarinda. Pemeriksaan lapangan itu diarahkan untuk memastikan pasokan bibit ayam ras pedaging yang diterima peternak telah memenuhi standar mutu yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, DPKH Kaltim memastikan DOC yang diperiksa memenuhi kriteria dalam Standar Nasional Indonesia SNI 4868-1:2024. Standar tersebut menjadi acuan penting agar bibit yang masuk ke rantai budidaya memiliki kondisi fisik dan kualitas yang layak untuk dipelihara.
Pengawasan sejak tahap perbenihan dinilai penting karena persoalan pada bibit dapat berpengaruh panjang terhadap proses pemeliharaan. Peternak membutuhkan ayam yang mampu tumbuh baik agar biaya pakan, tenaga kerja, dan operasional kandang dapat dikelola secara lebih efisien.
“Penjaminan kualitas bibit dari hulu perbenihan sangat krusial untuk menopang keberhasilan serta keberlanjutan usaha peternakan ayam pedaging masyarakat,” ujar Arief.
Bagi peternak, pengawasan mutu bukan sekadar proses administratif. Bibit yang sehat membantu memberi kepastian awal dalam menjalankan usaha, sementara kualitas yang teruji dapat mengurangi risiko gangguan produksi sejak ayam masih berada pada fase awal pemeliharaan.
Kemitraan perlu berjalan transparan
Selain memeriksa mutu fisik DOC, DPKH Kaltim juga memperkuat pembinaan atas pola kemitraan antara peternak lokal dan perusahaan mitra. Fokus pembinaan kelembagaan ini adalah memastikan peternak memahami secara utuh hak serta kewajiban yang tercantum dalam perjanjian kerja sama.
Keberadaan dokumen kemitraan yang dipahami kedua pihak menjadi unsur penting dalam tata kelola peternakan. Peternak perlu mengetahui ruang lingkup tanggung jawabnya, sementara perusahaan mitra juga harus menjalankan komitmen sesuai ketentuan yang telah disepakati.
“Sistem kerja sama kemitraan harus berjalan secara sehat, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku agar tidak merugikan pihak peternak,” tutur Arief.
Pendampingan terhadap kemitraan di kawasan Palaran, Samarinda, diproyeksikan menjadi contoh pengelolaan usaha peternakan unggas yang mandiri serta memiliki daya saing. Pola kerja sama yang sehat diharapkan dapat memberi ruang bagi peternak untuk berkembang tanpa mengabaikan kepastian usaha dan perlindungan terhadap posisi mereka dalam rantai produksi.
Produksi ayam perlu didukung bibit berkualitas
Perhatian terhadap kualitas bibit juga berkaitan dengan besarnya kebutuhan daging ayam di Kalimantan Timur. Catatan sektoral DPKH Kaltim menunjukkan populasi ayam ras pedaging di daerah ini mencapai 60.427.285 ekor setiap tahun. Dari populasi tersebut, produksi daging ayam tercatat sebesar 70.661 ton.
Di sisi lain, kebutuhan konsumsi daging ayam masyarakat Kalimantan Timur mencapai 92.445 ton per tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan seluruh mata rantai peternakan, mulai dari perbenihan, pemeliharaan, pakan, hingga pengelolaan kerja sama usaha.
Jaminan terhadap mutu bibit lokal menjadi salah satu langkah yang relevan untuk menopang kebutuhan tersebut. Ketika peternak memperoleh DOC yang memenuhi standar, peluang untuk menjalankan proses budidaya secara lebih terarah menjadi lebih besar. Hal ini juga mendukung upaya menjaga keberlanjutan produksi ayam pedaging di tingkat daerah.
Bimbingan pakan untuk menekan biaya usaha
DPKH Kaltim tidak hanya menaruh perhatian pada bibit dan kemitraan. Pemerintah provinsi juga memberikan bimbingan teknis mengenai formulasi pakan bagi peternak. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengendalikan beban biaya operasional di kandang.
“Pihak DPKH Kaltim memberikan bimbingan teknis formulasi pakan guna membantu peternak menekan beban biaya operasional usaha di lapangan,” kata Arief.
Pelaksanaan bimbingan teknis manajemen pakan lokal dilakukan melalui koordinasi terpadu bersama Direktorat Pakan pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Pakan merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan pemeliharaan ayam, sehingga pemahaman terhadap pengelolaannya dapat membantu peternak mengambil keputusan yang lebih tepat di lapangan.
Rangkaian pembinaan ini memperlihatkan bahwa pengembangan peternakan tidak dapat dipisahkan menjadi persoalan bibit, pakan, atau pemasaran semata. Setiap bagian saling berkaitan, dan kelemahan pada satu tahap dapat memengaruhi hasil pada tahap berikutnya.
“Kami berkomitmen mengawal seluruh ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir demi mewujudkan kedaulatan pangan hewani Kaltim,” tegas Arief.
Dengan pengawasan DOC, pembinaan kemitraan, serta peningkatan kemampuan peternak dalam manajemen pakan, DPKH Kaltim berupaya memperkuat ekosistem peternakan unggas secara menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar peternak lokal memiliki dukungan yang lebih baik dalam menjaga kualitas produksi dan menjawab kebutuhan pangan hewani masyarakat Kalimantan Timur.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is DPKH Kaltim bina peternak lokal pastikan?
DPKH Kaltim bina peternak lokal pastikan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does DPKH Kaltim bina peternak lokal pastikan matter?
DPKH Kaltim bina peternak lokal pastikan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.