Lintas Kota

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut Kapolda dan Wakapolda

27867
Foto : Tegar Wijaya - programamal.com
Daftar Isi
  1. Polda Metro Jaya Memulai Babak Baru Kepemimpinan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polda Metro Jaya Memulai Babak Baru Kepemimpinan

Programamal.com – Suasana pergantian pimpinan berlangsung di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat malam, 9 Oktober 2026. Acara pisah sambut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejabat yang mengakhiri masa tugasnya sekaligus penanda dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan kepolisian wilayah ibu kota.

Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto kini memimpin Polda Metro Jaya sebagai Kapolda Metro Jaya, didampingi Irjen Pol. Adex Yudiswan selaku Wakapolda Metro Jaya. Pergantian tersebut menempatkan keduanya pada posisi strategis dalam menjaga pelayanan kepolisian, keamanan, serta kedekatan institusi dengan masyarakat Jakarta dan wilayah penyangganya.

Pejabat sebelumnya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, mendapat amanah baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri. Sementara itu, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono melanjutkan penugasan sebagai Kapolda Jawa Timur. Tradisi pelepasan keduanya menjadi bagian penutup rangkaian kegiatan di Polda Metro Jaya.

Prosesi Penyambutan dan Serah Terima Tradisi

Agenda penyambutan bagi pimpinan baru dimulai dari Gerbang Jagatama menuju Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Setelah itu, kegiatan diteruskan dengan penyerahan Pataka Polda Metro Jaya, sebuah prosesi yang memiliki makna simbolis dalam kesinambungan komando dan tanggung jawab kepemimpinan.

Pataka bukan sekadar lambang organisasi. Dalam pergantian pimpinan, penyerahannya merepresentasikan penerusan tugas menjaga wilayah hukum Polda Metro Jaya. Wilayah ini memiliki dinamika yang tinggi karena mencakup pusat pemerintahan, kegiatan ekonomi, mobilitas warga dalam jumlah besar, serta berbagai kebutuhan pelayanan publik yang berlangsung setiap hari.

Selain kegiatan terkait kepolisian, acara tersebut juga memuat rapat paripurna pengurus Bhayangkari Daerah Metro Jaya. Serah terima jabatan Ibu Asuh Polisi Wanita turut menjadi bagian dari agenda. Keterlibatan unsur Bhayangkari dan Polwan memperlihatkan bahwa pergantian kepemimpinan tidak hanya menyangkut struktur jabatan, tetapi juga kesinambungan peran organisasi pendukung di lingkungan kepolisian.

Apresiasi untuk Pimpinan Sebelumnya

Malam pisah sambut menjadi ruang bagi jajaran internal untuk menyampaikan penghargaan atas pengabdian para pimpinan terdahulu. Pada saat yang sama, forum tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan arah kerja yang akan diteruskan oleh Kapolda dan Wakapolda baru.

Pelepasan Komjen Pol. Asep Edi Suheri dan Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono dari Markas Polda Metro Jaya mengakhiri seluruh rangkaian tradisi. Pergantian jabatan di institusi kepolisian dirancang agar pelaksanaan tugas tetap berjalan tanpa terputus, meski tanggung jawab kepemimpinan beralih kepada pejabat lain.

Bagi masyarakat, pergantian pimpinan pada dasarnya berarti harapan akan keberlanjutan layanan yang mudah diakses, sikap petugas yang humanis, serta respons yang cepat terhadap persoalan keamanan. Polda Metro Jaya menegaskan komitmen untuk terus menjalankan program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kepedulian kepada warga, peningkatan pelayanan yang berorientasi kemanusiaan, dan upaya menghadirkan rasa aman.

Rotasi 19 Kapolda

Perubahan di Polda Metro Jaya merupakan bagian dari rotasi yang lebih luas di tubuh Polri. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan pergeseran jabatan terhadap 19 kepala kepolisian daerah di sejumlah wilayah. Keputusan itu dibuat sehari setelah ia resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.

Rotasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang bertanggal 2 Oktober 2026. Isi telegram tidak hanya mengatur pergantian di tingkat kepolisian daerah, melainkan juga sejumlah posisi strategis di Mabes Polri serta tingkat kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa pergerakan jabatan tersebut berkaitan dengan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny.

Dalam rangkaian penugasan itu, Irjen Pol. Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan pejabat sebelumnya. Irjen Pol. Suwondo Nainggolan memperoleh penugasan sebagai Kapolda Maluku, sedangkan Irjen Pol. Suhendri dipercaya menjabat Kapolda Kepulauan Riau.

Kesinambungan Pelayanan Publik

Rotasi jabatan merupakan mekanisme organisasi yang penting untuk memastikan pengalaman dan kapasitas kepemimpinan dapat diterapkan pada kebutuhan wilayah yang berbeda. Namun, fokus masyarakat tetap berada pada dampak nyata dari kepemimpinan baru: rasa aman di ruang publik, pelayanan pengaduan yang baik, serta penanganan persoalan warga dengan pendekatan yang profesional.

Dengan dimulainya tugas Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya yang baru, seluruh jajaran diharapkan menjaga kesinambungan program yang telah berjalan sambil memperkuat kualitas pelayanan. Tradisi pisah sambut menjadi pengingat bahwa perubahan personel pada pucuk pimpinan harus tetap mengarah pada tujuan yang sama, yakni menghadirkan kepolisian yang dekat, peduli, dan mampu memberi perlindungan kepada masyarakat.

Frequently Asked Questions

What is Polda Metro Jaya gelar pisah sambut?

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Metro Jaya gelar pisah sambut matter?

Polda Metro Jaya gelar pisah sambut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya memiliki pengalaman dalam digital marketing untuk kampanye sosial. Ia memahami bagaimana pesan kebaikan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui strategi online.

Perannya di Program Amal membantu meningkatkan jangkauan dan dampak dari konten edukasi.