Como terjungkal 2-3 di kandang Feyenoord
Daftar Isi
Como Gagal Menjaga Keunggulan, Feyenoord Menang 3-2 di De Kuip
Programamal.com – Como 1907 harus pulang tanpa poin dari Rotterdam setelah kalah 2-3 melawan Feyenoord pada pertandingan kedua Liga Champions di Stadion De Kuip, Rabu. Tim besutan Cesc Fabregas sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan dan sempat berada di depan, tetapi tekanan tuan rumah pada fase-fase berikutnya mengubah arah pertandingan.
Assane Diao membuka keunggulan Como, sedangkan Feyenoord membalas melalui Gjivai Zechiel dan Anis Hadj Moussa. Gol ketiga tim Belanda itu tercipta setelah bola hasil sepakan Hadj Moussa mengenai Robert Sanchez dan berakhir di gawang Como. Anastasios Douvikas kemudian mencetak gol pada masa tambahan waktu, namun kebangkitan terlambat tersebut belum cukup menghindarkan tim tamu dari kekalahan.
Awal Menjanjikan bagi Como
Tim Italia tampil cukup berani sejak peluit awal. Penguasaan bola pada periode pembuka dimanfaatkan Como untuk mencoba membangun serangan dari lini belakang dan mencari ruang di area pertahanan Feyenoord. Pendekatan itu memberikan hasil pada menit ke-18.
Jacobo Ramon mengirim bola panjang yang berhasil diterima Diao. Pemain tersebut mampu melepaskan diri dari pengawalan Javi Lopez sebelum mengarahkan tembakan ke sisi jauh gawang. Kiper Feyenoord tidak mampu menjangkaunya, sehingga Como memimpin 1-0.
Gol itu sempat memberi Como modal penting saat bermain di kandang lawan. Akan tetapi, momentum tersebut tidak berlangsung lama. Feyenoord segera merespons dua menit berselang melalui Zechiel, yang menuntaskan peluang dengan tembakan terukur untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Como lalu menghadapi persoalan tambahan karena Diao tidak dapat melanjutkan permainan setelah mencetak gol pembuka. Ia meninggalkan lapangan pada menit ke-23 dan digantikan Jesus Rodriguez. Pergantian dini ini membuat Fabregas perlu menyesuaikan kembali susunan serangan timnya di tengah pertandingan.
Feyenoord Mengambil Kendali
Setelah gol penyeimbang, Feyenoord semakin nyaman mengatur tempo. Tuan rumah mulai lebih sering menekan wilayah pertahanan Como dan nyaris mencetak gol sebelum jeda. Robert Sanchez masih mampu menghentikan kesempatan yang diperoleh Givairo Read serta Javi Lopez, sehingga skor imbang bertahan hingga turun minum.
Situasi berubah cepat setelah babak kedua dimulai. Feyenoord tampil agresif dan terus memberi tekanan kepada pertahanan Como. Pada menit ke-52, Hadj Moussa membawa tuan rumah berbalik unggul. Tendangan kaki kirinya mengarah ke sudut kanan gawang Sanchez dan membuat Feyenoord memimpin 2-1.
Gol tersebut menambah keyakinan Feyenoord dalam menguasai permainan. Como masih berupaya merespons melalui perubahan pemain dan serangan ke depan, tetapi mereka kesulitan menciptakan peluang yang cukup bersih untuk segera menyamakan angka.
Keadaan makin berat bagi Como pada menit ke-81. Hadj Moussa melepaskan tembakan jarak jauh yang mengenai tiang kanan. Bola pantul kemudian mengenai tubuh Sanchez sebelum masuk ke gawang. Peristiwa itu tercatat sebagai gol bunuh diri kiper Como dan membuat keunggulan Feyenoord bertambah menjadi 3-1.
Gol Douvikas Tidak Mengubah Hasil
Como tidak menyerah pada sisa waktu pertandingan. Usaha mereka baru menghasilkan gol pada menit ke-90+3 ketika Douvikas melepaskan sepakan kaki kanan ke tiang dekat. Skor berubah menjadi 3-2 dan memberi harapan singkat bagi tim tamu.
Namun, tidak ada cukup waktu untuk memburu gol penyama kedudukan. Feyenoord mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga dan Como harus menerima hasil negatif dalam lawatan mereka ke Rotterdam.
Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Como. Dalam tiga pertandingan terakhir di seluruh ajang, mereka belum meraih kemenangan. Sebelum laga melawan Feyenoord, Como bermain imbang tanpa gol kontra AS Roma lalu kalah 0-2 dari Frosinone di Serie A.
Rangkaian hasil tersebut menjadi catatan penting bagi Como, terutama karena mereka menunjukkan kemampuan untuk memulai laga dengan baik tetapi belum konsisten menjaga intensitas sepanjang 90 menit. Cedera Diao juga menjadi faktor yang membuat tim kehilangan salah satu pemain yang sedang memberi dampak besar di pertandingan ini.
Bagi Feyenoord, kemenangan ini memperlihatkan efektivitas mereka dalam merespons ketertinggalan. Setelah kebobolan lebih dulu, tim tuan rumah tidak kehilangan ketenangan dan mampu meningkatkan tekanan secara bertahap hingga membalikkan keadaan. Peran Zechiel sebagai pencetak gol penyeimbang serta Hadj Moussa yang mencetak gol kedua dan memicu gol ketiga menjadi penentu kemenangan di De Kuip.
Susunan Pemain
Feyenoord bermain dengan formasi 4-3-3: Ernst; Read, St. Juste (Watanabe 79′), Mármol, Lopez; Zechiel, Vanhoutte, Targhalline; Hadj Moussa (Schaken 90+1′), Ferri (Van den Elshout 79′), Valente (Diarra 46′).
Como menggunakan susunan 4-2-3-1: Sanchez; Smolcic (Yan Couto 60′), Ramón, Chalobah, Valle; Milla (Da Cunha 60′), Perrone; Diao (Jesus Rodriguez 23′), Baturina (Liberali 79′), Kaiki (Douvikas 60′); Nico Paz.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Como terjungkal 2 3 di kandang?
Como terjungkal 2 3 di kandang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Como terjungkal 2 3 di kandang matter?
Como terjungkal 2 3 di kandang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.