Indonesia dorong reformasi OKI selama pertemuan di Baghdad
Daftar Isi
Indonesia Dorong Reformasi OKI Selama Pertemuan di Baghdad
Programamal.com – Indonesia dorong reformasi OKI selama Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM) OKI ke-52 di Baghdad, Irak, melalui seruan untuk memperkuat penyelesaian konflik antaranggota, mengubah solidaritas menjadi tindakan nyata bagi Palestina, dan memperluas kerja sama yang memberi manfaat langsung. Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Muhammad Anis Matta menyampaikan pandangan tersebut dalam pertemuan yang berlangsung akhir pekan lalu.
Menurut Anis Matta, konflik yang masih terjadi di sejumlah kawasan dunia Islam perlu menjadi dorongan bagi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membenahi diri. Organisasi tersebut dinilai perlu meningkatkan kemampuan menjaga perdamaian di antara negara anggotanya serta memperkuat perannya dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.
“OKI perlu memiliki mekanisme khusus untuk menyelesaikan sengketa di antara negara-negara anggotanya. Indonesia dapat menjadi oasis perdamaian bagi negara-negara anggota OKI,” ujar Anis Matta dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI.
Mekanisme damai dan visi pembangunan bersama
Dalam forum di Baghdad, Indonesia dorong reformasi OKI selama proses penguatan kelembagaan organisasi berlangsung. Reformasi itu, menurut Wamenlu, harus berangkat dari visi yang mampu menyatukan potensi dunia Islam di bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi.
Visi tersebut perlu dilengkapi dengan peta jalan pembangunan bersama serta mekanisme yang efektif untuk menangani perbedaan secara damai. Dengan pendekatan itu, OKI diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsultasi politik, tetapi juga mampu menjadi penggerak kolaborasi nyata di antara negara-negara anggotanya.
Indonesia memandang penyelesaian sengketa secara damai sebagai unsur penting untuk memperkuat persatuan dunia Islam. Penguatan mekanisme internal juga dinilai dapat membantu negara-negara anggota membangun kepercayaan dan memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor.
Palestina tetap menjadi prioritas utama OKI
Selain isu reformasi, Indonesia menegaskan bahwa Palestina tetap menjadi perhatian utama OKI. Anis Matta mendorong negara-negara anggota agar tidak berhenti pada dukungan berupa pernyataan politik, melainkan menyusun langkah yang terkoordinasi di bidang politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan.
“Palestina akan tetap menjadi prioritas utama OKI. OKI harus lebih operasional dalam menyatukan upaya politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan untuk mendukung Palestina,” tegas Anis Matta.
Indonesia juga kembali menyuarakan pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Dalam kesempatan itu, Indonesia menekankan perlunya penghentian perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat serta penolakan terhadap pemindahan kedutaan ke Al-Quds Al-Sharif.
Posisi tersebut mencerminkan dorongan agar solidaritas negara-negara anggota OKI diterjemahkan menjadi kebijakan dan kerja bersama yang terukur. Dukungan untuk Palestina, menurut Indonesia, membutuhkan koordinasi yang lebih kuat agar upaya politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan dapat saling melengkapi.
Pertemuan bilateral dan agenda kerja sama Indonesia
Di sela KTM OKI ke-52, Anis Matta melakukan sejumlah pertemuan dengan negara anggota dan mitra strategis. Bersama Sekretaris Jenderal D8 Sohail Mahmood, ia membahas penguatan Keketuaan Indonesia pada D8 periode 2026–2027.
Pembahasan tersebut mencakup integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan jejaring think tank, kerja sama riset dan inovasi, serta pariwisata. Kedua pihak juga membicarakan persiapan menuju KTT ke-12 D8 di Indonesia pada 2027.
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Gambia Sering Modou Njie, Wamenlu membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Gambia dan peluang memperluas kerja sama di berbagai forum multilateral. Anis Matta juga bertemu Abdulkarim Tan Misuari dari Moro National Liberation Front (MNLF) untuk bertukar pandangan mengenai proses perdamaian di Filipina Selatan.
Pada pertemuan itu, Indonesia kembali menekankan pentingnya dialog dan keberlanjutan implementasi komitmen perdamaian antara Pemerintah Filipina dan MNLF. Pendekatan dialog menjadi salah satu pesan yang sejalan dengan seruan Indonesia untuk memperkuat mekanisme perdamaian di lingkungan OKI.
Pada 18 Oktober 2026, Anis Matta turut bertemu Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba guna membahas situasi terkini di Yaman dan kawasan Timur Tengah. Ia juga bertemu Wakil Menteri Luar Negeri Irak Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom untuk membicarakan penguatan hubungan Indonesia–Irak, perluasan kerja sama yang saling menguntungkan, serta kerja sama kedua negara di OKI.
Selain itu, pertemuan dengan Wakil Menteri Perminyakan Irak Ezzat Saber Ismail membahas peluang peningkatan kerja sama Indonesia–Irak di bidang energi dan investasi. Rangkaian agenda di Baghdad memperlihatkan upaya Indonesia mendorong OKI yang lebih efektif sekaligus memperkuat kemitraan dengan berbagai negara.
FAQ: Reformasi OKI dan posisi Indonesia
Apa yang didorong Indonesia dalam reformasi OKI?
Indonesia mendorong OKI memiliki mekanisme khusus untuk menyelesaikan sengketa antarnegara anggota secara damai, disertai visi pembangunan bersama dan kerja sama yang lebih konkret.
Mengapa Palestina menjadi fokus dalam pertemuan OKI?
Indonesia menegaskan Palestina tetap menjadi prioritas utama OKI. Dukungan bagi Palestina perlu diwujudkan melalui langkah politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan yang terkoordinasi.
Kerja sama apa yang dibahas Indonesia dengan Irak?
Indonesia dan Irak membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama dalam kerangka OKI, serta peluang pengembangan kerja sama di bidang energi dan investasi.