Internasional

Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi kewirausahaan sosial dunia

IMG_4068
Foto : Tegar Wijaya - programamal.com
Daftar Isi
  1. Related Reading
  2. Frequently Asked Questions

Programamal.com – Shanghai – Dua perempuan wirausaha Indonesia yaitu CEO "Birufinery" Azalea Ayuningtyas dan CEO "HerLens" Jihan Alfiyyah Munajat memenangkan kompetisi kewirausahaan sosial dunia " Unlock Her Future 2026 " dan berkesempatan mengakses pendanaan hingga 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar). "Birufinery" adalah perusahaan rintisan yang mengolah rumput laut menjadi biostimulan untuk pertanian sedangkan "HerLens" dikembangkan pada 2024 dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) agar membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di Indonesia, khususnya pedesaan. "Saya sangat bersyukur bisa berada di sini.

Saya berkesempatan bertemu dengan para wirausaha perempuan yang luar biasa, baik para finalis maupun para alumni. Merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi salah satu pemenang tahun ini, karena saya tahu setiap orang di sini berjuang dengan sepenuh hati," kata Azalea di panggung saat namanya disebut sebagai salah satu pemenang dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan di Shanghai, Jumat (23/10). Setelah nama Azalea dipanggil, beberapa saat kemudian, nama "Alfi Munajat" pun dipanggil menjadi pemenang selanjutnya.

"Saya merasa sangat gugup. Terima kasih telah memercayai saya dan memercayai misi kami. Saya sadar masih banyak yang harus saya lakukan agar misi ini terus berkembang dan dapat bermanfaat bagi dunia, khususnya bagi Indonesia," kata Alfi dengan mata berkaca-kaca di panggung.

Selain Azalea dan Alfi, terdapat dua pemenang lain yaitu perwakilan dari China, Kyle Li melalui "38 Fixers" yang melatih perempuan menjadi teknisi perbaikan rumah dan Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui "Tham Nhung Social Enterprise" yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik. Selain itu juri juga memberikan "Hanourable mention" kepada dua finalis lain yaitu Jieun Lee dari Korea Selatan melalui "Giboo" yang membuat AI untuk menghubungkan penyandang dana filantropi dan program sosial yang butuh pendanaan serta finalis Thailand Prangthong Tiengkate karena mengembangkan "Bamboo Family Market" yaitu pasar kerajinan komunitas yang telah memberdayakan lebih dari 60 perempuan pengrajin. "Ini merupakan keputusan yang sangat sulit.

Kami membutuhkan waktu empat jam untuk mengambil keputusan, tetapi sebenarnya proses pertimbangan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari," kata super model Thailand Cindy Bishop yang menjadi perwakilan dewan juri. Cindy menyebut dewan juri mempertimbangkan banyak faktor dalam memutuskan pemenang yaitu terkait gagasan, kemampuan untuk memperluas skala usaha serta cara melaksanakan gagasan tersebut. Para pemenang menjadi bagian dari total 12 finalis asal Asia Timur dan Tenggara yang terpilih dari sekitar 1.500 pendaftar dalam ajang tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2022 tersebut oleh "The Bicester Collection", yaitu perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja.

"Kemenangan ini benar-benar kesempatan untuk merefleksikan segala kegiatan yang dilakukan teman-teman di Birufinery dan berharap dukungan dana dari 'Bicester' dapat digunakan untuk mengedukasi lebih banyak petani-petani kecil mengenai biostimulan dari kami," kata Azalea kepada ANTARA. "Birufinery" sendiri adalah perusahaan rintisan yang didirikan pada 2024 dan berbasis di Flores dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Produk unggulan "Birufinery" adalah biostimulan atau vitamin tanaman yang berasal dari rumput laut sehingga bukan saja menyuburkan tanah tapi juga dapat menyerap nitrogen dari laut ( reduce ocean eutrophication ) mengingat saat ini kandungan nitrogen sudah terlalu banyak di laut.

“Kalau tanpa dukungan dana tambahan akan sulit memberikan edukasi bagi para petani kecil, dan kami juga berencana untuk memperbesar rantai pasok dari rumput lautnya sendiri di NTT, supaya kita bisa mengajarkan tentang seaweed farming yang lebih ramah terhadap laut, dan juga memberikan bibit unggul buat petani-petani rumput laut,” tambah Azalea yang mengaku belum tahu berapa jumlah dana yang akan didapatkannya. Sementara itu, Alfi mengatakan HerLens berencana memperluas edukasi bagi perempuan agar mampu mendeteksi kanker serviks sejak dini di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia untuk kasus kanker serviks.

Setiap tahun, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis menderita penyakit tersebut, sedangkan sekitar 21.000 lainnya meninggal dunia. Angka itu berarti hampir tiga dari lima perempuan yang terkena kanker serviks kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut. “Kami akan edukasi ke tempat-tempat baru dan pararel dengan itu kami juga terus melakukan research and development untuk alat yang digunakan,” ungkap Alfi.

Sebagai salah satu pendiri HerLens bersama rekan-rekannya di Universitas Indonesia, Alfi memiliki pengalaman pribadi yang mendorong kepeduliannya terhadap deteksi dini kanker. Ia kehilangan ibunya akibat kanker ovarium pada 2022 setelah penyakit tersebut tidak terdeteksi dengan cepat. Dalam acara pengumuman tersebut, hadir pula aktris, produser film, dan aktivis lingkungan asal China, Li Bingbing, yang mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Bumi.

Selain dukungan pendanaan hingga 100.000 dolar AS, para pemenang kompetisi tersebut juga memperoleh pendampingan profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jaringan bisnis internasional, serta eksposur media. Dukungan itu diharapkan membantu para perempuan wirausaha mengembangkan usaha sekaligus memperluas dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan mereka. Sebelum digelar di Asia Timur dan Asia Tenggara pada 2026, kompetisi tersebut telah diselenggarakan bagi perempuan wirausaha di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara pada 2022–2023, Amerika Latin pada 2023–2024, serta Asia Selatan pada 2024–2025.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh The Bicester Collection, perusahaan yang mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou, dan New York. Destinasi-destinasi tersebut dikunjungi lebih dari 50 juta orang setiap tahun dan menawarkan beragam pengalaman, mulai dari berbelanja hingga kuliner dan hiburan.

Frequently Asked Questions

What is Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi?

Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi matter?

Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya memiliki pengalaman dalam digital marketing untuk kampanye sosial. Ia memahami bagaimana pesan kebaikan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui strategi online.

Perannya di Program Amal membantu meningkatkan jangkauan dan dampak dari konten edukasi.