Kebijakan Baru: Perang AS-Iran Timbulkan Korban Baru, Negara Muslim Ini Darurat
Perang AS-Iran Timbulkan Korban Baru, Negara Muslim Ini Darurat
Pakistan kini menghadapi krisis bahan bakar yang mengkhawatirkan, setelah sejumlah besar truk pengangkut minyak terlihat berdesak-desa di berbagai pusat distribusi. Kondisi ini terjadi di tengah upaya pemerintah mengendalikan kecemasan masyarakat mengenai kemungkinan kenaikan harga energi dalam negeri, Rabu. Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mengganggu pasokan bahan bakar ke seluruh wilayah Pakistan.
Kebijakan Darurat dan Tindakan Pemerintah
Sebagai respons, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan rencana penghematan nasional yang bertujuan mengurangi penggunaan bahan bakar. Langkah ini mencakup pengurangan hari kerja pegawai pemerintah menjadi empat hari seminggu, serta penutupan sekolah-sekolah. Di sisi lain, pemerintah Islamabad juga meningkatkan harga bahan bakar sekitar 20% minggu lalu, yang langsung memicu antrean panjang dan aksi pembelian bahan bakar secara mendadak di berbagai pom bensin.
“Stok bahan bakar di depot habis selama empat hari terakhir,” kata Abdul Shakoor, seorang pengemudi truk, kepada AFP pada Kamis (12/3/2026).
Konflik di Timur Tengah memicu penutupan perbatasan Iran, sehingga menyebabkan depot-oleh dalam kondisi kosong. Menurut Mazhar Mahmood, asisten pengemudi tanker, para pekerja logistik masih mengalami kesulitan mengakses bahan bakar meski sudah berusaha mengunjungi pusat distribusi. “Para pengemudi datang ke depot hari ini, tetapi staf menyatakan tidak ada bahan bakar yang tersedia,” ujarnya.
“Situasi di negara ini sedang tidak baik-baik saja. Tidak ada bensin, itu sebabnya kendaraan-kendaraan diparkir di sini,” tutur Mahmood, menutup pernyataannya.
Pakistan sangat bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk untuk memenuhi kebutuhan energinya. Selama krisis, kapal pengangkut bahan bakar harus ditemani oleh angkatan laut untuk memastikan kelancaran distribusi. Meski situasi tegang, Menteri Perminyakan Ali Pervaiz Malik mengklaim masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. “Tidak akan ada perubahan signifikan pada harga bahan bakar dalam waktu dekat,” jelasnya.
