Yang Terjadi Saat: Ahok Saksi Sidang Korupsi Pertamina : Lapangan Golf Tempat Negosiasi Minyak Paling Murah

Ahok sebagai Saksi dalam Sidang Korupsi Pertamina: Lapangan Golf Jadi Tempat Negosiasi Minyak Terjangkau

Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok, hadir sebagai saksi dalam persidangan korupsi Pertamina. Dalam agenda pemeriksaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27 Januari), ia menyatakan bahwa lapangan golf merupakan tempat negosiasi yang dianggapnya paling sehat dan ekonomis.

“Golf adalah tempat negosiasi yang sangat murah. Jemur, jalan, dan biaya anggota main juga terjangkau,” ujar Ahok.

Ahok mengungkapkan bahwa ia sering menemani para pengusaha minyak AS tersebut untuk negosiasi harga dan mengenal permainan golf. “Dalam kasus ini, misalnya, saat berdiskusi dengan Exxon, saya menawar bagian saham, dan transaksi tersebut dilakukan di lapangan golf,” jelas Ahok.

Ahok menyebutkan bahwa bermain golf lebih bermanfaat kesehatan dibandingkan klub malam yang mahal. Ia menambahkan bahwa para pengusaha minyak AS, termasuk dari Exxon dan Chevron, biasanya lebih tertarik bermain golf.

Dalam kasus tersebut, ada sembilan tersangka yang terlibat, antara lain Muhammad Kerry Adrianto (pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa), Agus Purwono (Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional), Yoki Firnandi (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping), Gading Ramadhan Juedo (Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi), serta Dimas Werhaspati (Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara). Ada pula terdakwa lain seperti Riva Siahaan (Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga), Maya Kusuma (Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga), Edward Corne (Vice President Trading Produk Pertamina Patra Niaga), dan Sani Dinar Saifudin (Direktur Feedstock and Product Optimalization PT Kilang Pertamina Internasional).

Diperkirakan, kasus korupsi ini telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp285,18 triliun.