Agenda Utama: Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf

Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf

Kemacetan parah di pelabuhan Gilimanuk Jembrana, Bali, mencuri perhatian publik selama arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tumpang tindih dengan perayaan Nyepi tahun ini. Gubernur Bali Wayan Koster mengakui kekurangan dalam pengelolaan lalu lintas dan menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Pemprov Bali, menurut Koster, telah mengambil langkah-langkah antisipatif sejak awal guna menghadapi lonjakan kendaraan.

Langkah antisipasi tersebut dijalankan melalui rapat koordinasi bersama Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya (Forkopimda). Setelah pertemuan, Polda Bali menetapkan posko di jalur Gilimanuk-Mengwi dengan petugas yang mengatur arus lalu lintas. Di sisi lain, ASDP, yang berada di bawah Kementerian Perhubungan, juga meningkatkan jumlah kapal penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang untuk menangani peningkatan volume kendaraan.

“Ketidaknyamanan yang terjadi akibat antrean di pelabuhan Gilimanuk selama puncak mudik, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf,” ujar Koster. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan kritik dan saran terkait masalah tersebut. “Kritik dan sarannya akan kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang,” tambahnya.

Kemacetan yang terjadi di jalur menuju pelabuhan Gilimanuk berkaitan dengan tumpang tindih antara Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 19 Maret 2026 dan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21 dan 22 Maret 2026. Antrean kendaraan memuncak pada Rabu (18/3) sebagai hari terakhir penyeberangan sebelum pelabuhan ditutup 24 jam selama Nyepi. Puncak kemacetan terjadi hingga 35 kilometer pada Selasa (17/3).

Dalam insiden tersebut, seorang perempuan dari Jawa Tengah yang berangkat sendirian menggunakan bus meninggal dunia. Menurut informasi, kelelahan akibat mengantre selama berjam-jam diduga menjadi penyebab kematian. Meski begitu, jalan Denpasar-Gilimanuk tetap lancar tanpa hambatan signifikan.