Kebijakan Baru: Video: Investasi Pilihan Pengelola Dana Jumbo Saat Perang Iran Meluas

Video: Strategi Investasi Dana Besar di Tengah Perang Iran vs AS

Jakarta, ketegangan politik global di Timur Tengah memengaruhi dinamika pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia yang mengalami aliran dana keluar mencapai Rp 1 triliun sepanjang bulan Maret 2026. Situasi ini berdampak pada pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan menaikkan imbal hasil obligasi negara (SBN), mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap keputusan investasi jangka pendek.

Menyikapi perubahan ini, Andi Shalini dalam sesi wawancara Power Lunch CNBC Indonesia menggali pandangan Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich, tentang langkah strategis pengelola dana besar saat kondisi geopolitik memanas. Apa rekomendasi mereka untuk arah investasi di tengah tekanan perang antara Iran dan Amerika Serikat? Simak penjelasan lengkap dari ahli tersebut.

“Ketegangan antara Iran dan AS mengubah pola investor, terutama dalam mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman. Kami menilai pasar saham mengalami koreksi berkelanjutan, sementara yield obligasi naik karena ketakutan terhadap risiko jangka pendek,” ujar Farash Farich.

Selain itu, Farash juga membahas bagaimana dinamika gejolak perang mempengaruhi keputusan investasi dana besar. Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan langkah-langkah mitigasi yang diambil untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian geopolitik.