Memakai “earplugs” saat konser bantu cegah demensia
Earplugs di Konser: Langkah Penting untuk Cegah Demensia
Kota Jakarta – Peneliti neurologi dari Amerika Serikat, Dr. Rupa Juthani, menyatakan bahwa penggunaan earplugs atau alat penghalang suara saat menghadiri konser tidak hanya melindungi fungsi pendengaran, tetapi juga berperan dalam menjaga integritas otak dari risiko penurunan kognitif seperti demensia.
Mekanisme Kerusakan Saraf
Dokter yang berfokus pada operasi tumor hipofisis dan struktur dasar tengkorak ini menjelaskan bahwa paparan suara keras, meski singkat, berpotensi merusak saraf halus di telinga. “Ketika intensitas suara melebihi 85 desibel, tekanan mekanis mulai menghancurkan sel rambut di bagian koklea. Gejala awal berupa tinnitus atau pendengaran terasa redup biasanya menghilang dalam 16-48 jam, namun paparan berulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen,” ujar Juthani, dikutip Hindustan Times, Jumat (3/4).
“Efek sementara dari suara keras tetap berdampak jangka panjang pada saraf pendengaran, bahkan setelah pendengaran kembali normal,” tambah Juthani.
Potensi Tinnitus sebagai Tanda Awal Cedera
Menurut Juthani, gejala telinga berdenging setelah konser tidak hanya merupakan gangguan sementara, tetapi juga pertanda awal kerusakan saraf. Penelitian oleh Kujawa & Liberman (J Neurosci, 2009) menegaskan bahwa paparan suara intens berulang kali menyebabkan kehilangan fungsi saraf yang tidak bisa pulih, yang disebut gangguan pendengaran tersembunyi.
Konser dan Tingkat Kebisingan
Juthani menjelaskan bahwa suara di konser biasanya mencapai 100 hingga 110 desibel, tingkat kebisingan yang cukup berisiko untuk mempercepat kerusakan saraf. “Musisi pun menggunakan earplugs untuk mempertahankan kualitas suara sambil mengurangi dampak negatif,” katanya.
Modifikasi Risiko Demensia
Berdasarkan laporan Komisi Demensia Lancet (2020 dan 2024), gangguan pendengaran dianggap sebagai faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi untuk demensia, terutama pada usia paruh baya. “Analisis meta-data terhadap 1,5 juta individu menunjukkan peningkatan 16 persen risiko demensia untuk setiap penurunan pendengaran sebesar 10 desibel,” kata Juthani.
Dengan memakai earplugs, tingkat paparan suara bisa dikurangi menjadi lebih aman, yang tidak hanya menjaga pendengaran, tetapi juga mencegah risiko gangguan otak. Ia menekankan bahwa gejala awal gangguan pendengaran seharusnya segera dikaji oleh spesialis THT untuk pencegahan dini.
