Agenda Kunjungan: Pemerintah berdukacita pada tiga kusuma bangsa gugur di Lebanon

Pemerintah Berdukacita atas Kematian Tiga Anggota TNI di Lebanon

Jakarta – Upacara pelepasan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dihelat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari Sabtu. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan kepedihan atas kejadian tersebut, sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang kehilangan anggota dekatnya.

“Kita semua menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan dan berdoa agar para pahlawan bangsa ini diterima oleh Tuhan,” ujar Sugiono usai prosesi upacara militer.

Ketiga prajurit yang meninggal dunia adalah Mayor Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Rizal Rhomadhon. Mereka bertugas di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sebagai bagian dari pasukan perdamaian Indonesia.

Upacara tersebut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta sejumlah pejabat utama dan anggota Kabinet Merah Putih. Kehadiran para tokoh negara menunjukkan penghargaan tertinggi atas jasa dan pengabdian para prajurit yang gugur.

Selain mengucapkan simpati, Menlu Sugiono juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah. “Semoga arwah yang telah gugur diterima oleh Tuhan, serta keluarga diberi kesabaran dalam menghadapi kehilangan putra-putra terbaik bangsa,” tutur Sugiono saat memberikan penghiburan di lokasi penyambutan.

Tiga prajurit tersebut telah dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa sebagai penghargaan atas tugasnya. Jenazah juga diberi upacara penghormatan terakhir oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum dipulangkan ke Indonesia, prosesi serupa digelar UNIFIL di Hanggar Angkatan Udara Lebanon, Beirut, pada Kamis (2/4) waktu setempat.

Upacara tersebut dipimpin oleh Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, dan dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, jajaran KBRI, serta perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) di New York. Selain itu, hadir pula kontingen militer Lebanon dan pasukan internasional lainnya. Dalam acara itu, UNIFIL secara simbolis menempelkan scarf PBB pada peti jenazah sebagai bentuk penghormatan akhir.