PBNU ajak Shalat Ghaib untuk tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon

PBNU Ajak Shalat Ghaib untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Jakarta, Senin — Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengimbau masyarakat Nahdliyin dan santri Indonesia untuk melaksanakan Shalat Ghaib sebagai penghargaan terhadap tiga prajurit TNI yang tewas saat bertugas di Lebanon. Ia menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut adalah bentuk kepedulian terhadap keamanan dunia, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945.

Peristiwa yang Menyebabkan Kematian Tiga Prajurit

Kematian tiga prajurit TNI terjadi dalam dua insiden berbeda di Lebanon selatan. Pertama, pada 29 Maret, Kopda Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat posisi pasukan di Desa Adchit al-Qusayr. Insiden kedua terjadi satu hari setelahnya, saat pasukan TNI dalam misi UNIFIL mengalami serangan yang menewaskan dua prajurit dan melukai dua lainnya di wilayah Bani Hayyan.

“Kami mengutuk serangan terhadap negara berdaulat dan pasukan UNIFIL yang berdampak pada meluasnya kekerasan,” kata Gus Yahya.

Menurut Yahya, tindakan militer Israel dianggap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di wilayah Lebanon. Ia menyoroti bahwa serangan tersebut mengancam pasukan penjaga perdamaian dan melanggar keharusan menjaga ketertiban global. Jenazah ketiga prajurit itu tiba di Indonesia pada 4 April.

Peran PBNU dalam Mendukung Prajurit TNI

PBNU berharap masyarakat Nahdliyin dan santri dapat bersama-sama memperingati kepergian para prajurit dengan Shalat Ghaib. Dalam pernyataannya, Gus Yahya menekankan bahwa tugas para prajurit adalah bagian dari amanat konstitusi dan pengabdian kepada bangsa.