Agenda Utama: Peneliti sebut penderita diabetes kurang konsumsi makanan mikronutrien
Peneliti sebut penderita diabetes kurang konsumsi makanan mikronutrien
Jakarta – Sebuah penelitian menyatakan bahwa kebanyakan penderita diabetes mengalami defisiensi nutrisi mikronutrien seperti vitamin, mineral, dan vitamin D. Dalam laporan yang dibagikan melalui siaran
“Eating Well” pada Minggu (5/4) waktu setempat, ditekankan bahwa sebelumnya fokus utama penelitian diabetes berada pada makronutrien, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Namun, para peneliti di India mencoba mengungkap hubungan antara kondisi diabetes dan konsumsi mikronutrien.
Para ilmuwan berhasil mengumpulkan 132 studi yang melibatkan 52.501 peserta. Peserta ini terdiri dari laki-laki dan perempuan berbagai etnis, berusia minimal 18 tahun, dan menderita diabetes tipe 2, baik dengan maupun tanpa komplikasi. Setiap studi menyajikan data tentang status nutrisi mikronutrien, termasuk kekurangan tertentu berdasarkan hasil analisis darah.
Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 45 persen populasi penderita diabetes tipe 2 mengalami defisiensi ganda mikronutrien. Selain itu, 40 persen peserta yang mengalami komplikasi diabetes tercatat mengalami kekurangan nutrisi tersebut. Pada kelompok wanita, risiko defisiensi mikronutrien lebih tinggi dibandingkan pria. Vitamin D menjadi defisiensi paling umum, dengan lebih dari 60 persen penderita diabetes tipe 2 terkena kondisi ini.
Magnesium menempati peringkat kedua, dengan sekitar 42 persen peserta yang mengalami kekurangan. Di antara obat diabetes, metformin dikaitkan dengan defisiensi vitamin B12 pada hampir 29 persen peserta. Meski demikian, para peneliti belum bisa menyatakan bahwa mikronutrien berperan langsung dalam penyebab diabetes. Mereka hanya menemukan korelasi antara diabetes tipe 2 dan kekurangan nutrisi seperti vitamin D, B12, serta magnesium.
Untuk meningkatkan asupan nutrisi, dianjurkan mengonsumsi makanan kaya vitamin B12 seperti produk hewani, termasuk daging, ikan, dan susu. Sumber alternatif yang terkandung dalam makanan nabati seperti sereal diperkaya, susu nabati, dan ragi nutrisi juga dapat dipertimbangkan. Vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari atau makanan seperti kuning telur, jamur, minyak ikan kod, hati sapi, dan ikan berlemak seperti salmon, tuna, serta todak.
Beberapa makanan diperkaya vitamin D termasuk susu sapi, keju, yogurt, susu kedelai, jus jeruk, dan sereal. Magnesium hadir dalam kacang-kacangan, biji-bijian, selai kacang, kedelai, polong-polongan, buah-buahan, dan sayuran. Bagi yang suka cokelat, diketahui bahwa cokelat hitam kaya akan magnesium. Peneliti bahkan menemukan bahwa konsumsi rutin cokelat hitam secara berkala mungkin mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Dalam memperbaiki pola makan, para peneliti merekomendasikan mengganti satu atau dua makanan harian dengan pilihan lebih sehat. Contohnya, ganti minuman soda dengan air putih atau pilih segenggam kacang dan sepotong cokelat hitam sebagai pengganti camilan tinggi gula atau kafein. Perubahan diet secara total dinilai terlalu berat, sehingga penyesuaian kecil bisa menjadi langkah awal yang efektif.
