Hasil Pertemuan: Mentan pastikan harga pupuk subsidi tak naik meski Hormuz ditutup
Mentan Pastikan Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil
Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga pupuk subsidi tidak akan mengalami kenaikan, bahkan saat Selat Hormuz ditutup, untuk menjaga daya saing petani di sektor pertanian nasional. “Harga pupuk tetap aman, tidak ada perubahan. Ini perintah langsung dari Bapak Presiden,” ujar Mentan usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Langkah Strategis Pemerintah
Mentan menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, yang dinilai langka dalam sejarah Indonesia. Selain itu, kuantitas pupuk subsidi yang tersedia bagi petani ditingkatkan guna memastikan kebutuhan input produksi terpenuhi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.
“Dalam masa kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, harga pupuk diturunkan 20 persen dan kuantitasnya ditingkatkan. Ini merupakan kebijakan luar biasa,” tambah Mentan.
Menurutnya, kebijakan ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pertanian Indonesia di tengah tekanan global. Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan bahwa stok pupuk nasional tetap terjaga meski terjadi gangguan di Selat Hormuz.
“Alhamdulillah, stok pupuk cukup aman. Saat ini kita memiliki 1,29 juta ton cadangan, dan semua pabrik beroperasi normal. Kondisi ini akan dipertahankan,” kata Rahmad.
Rahmad menyoroti peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur distribusi pupuk utama, yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan global setiap bulan. Namun, kemandirian industri pupuk dalam negeri membantu mengurangi dampaknya.
Di tengah ketegangan global, Indonesia tetap stabil. Negara-negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat mulai mengalami tekanan akibat gangguan pasokan pupuk. Sebelumnya, saat rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (2/4/2026), Rahmad juga memastikan harga eceran tertinggi pupuk subsidi tidak berubah.
“Harga eceran tertinggi pupuk subsidi sudah turun 20 persen. Tidak ada rencana untuk kembali naik, jadi akan tetap stabil,” ujarnya.
