Malaysia kecam tindakan provokatif menteri Israel masuki Al Aqsa

Malaysia kecam tindakan provokatif menteri Israel masuki Al Aqsa

Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia secara tegas mengutuk tindakan provokatif Menteri Israel yang masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada Selasa, 7 April. Langkah tersebut dinilai melanggar prinsip internasional, menyalahi resolusi PBB, serta merusak kesucian tempat ibadah yang dianggap sebagai situs suci ketiga bagi umat Islam.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri atau Wisma Putra, Malaysia menegaskan bahwa masuknya Menteri Israel ke kompleks tersebut ketika situs suci itu ditutup bagi umat Muslim merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, resolusi PBB, serta kesucian tempat ibadah.

‘Malaysia menegaskan kembali solidaritas teguhnya terhadap rakyat Palestina serta komitmennya dalam melindungi warisan agama, budaya, dan nasional mereka,’ demikian keterangan Wisma Putra.

Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa tindakan ini merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, serta menginjak-injak hak beragama umat Islam di seluruh dunia. Malaysia menegaskan bahwa perlindungan dan penghormatan terhadap Al Aqsa serta situs-situs suci lainnya di Yerusalem merupakan kewajiban yang tidak dapat ditawar di bawah hukum internasional.

Malaysia menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengecam keras tindakan Israel dan menuntut agar segera menghentikan semua tindakan agresif, menghormati kesucian tempat-tempat suci, serta sepenuhnya mematuhi hukum humaniter internasional. Kemlu Malaysia menyerukan bahwa langkah-langkah konkret harus diambil untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut dan memastikan bahwa situs-situs suci di Yerusalem tetap aman, terlindungi, dan dapat diakses oleh semua umat beragama.

Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa. Tindakan tersebut dianggap provokatif dan menuai kecaman dari sejumlah negara Arab.