Agenda Utama: Pemerintah kaji skema haji tanpa antrean
Pemerintah kaji skema haji tanpa antrean
Jakarta, 14 Mei 2024
Dari Jakarta, pemerintah sedang mengevaluasi metode penyelenggaraan ibadah haji yang tidak melibatkan antrian. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan jamaah yang telah lama menunggu. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan ide tersebut masih dalam penyusunan rancangan.
“Presiden saat ini ingin kita mencari cara agar haji tidak lagi memerlukan antrean. Jadi, konsep haji tanpa antrean ini sedang kami susun,” ujar Dahnil pada hari Kamis.
Dahnil menjelaskan bahwa antrean panjang di Indonesia berkaitan erat dengan cara pengelolaan dana haji. Pendaftar terus bertambah, namun kuota yang ditetapkan terbatas. “Semakin banyak pendaftar, semakin lama waktu tunggu,” tambahnya.
Sebagai referensi, Dahnil mengungkapkan bahwa beberapa negara memiliki pendekatan berbeda dalam pengaturan haji. Di Malaysia, antrian terjadi melalui sistem tabung haji, sedangkan di negara lain seperti India, antrian tidak sepanjang yang ada di Indonesia.
Pemerintah, kata Dahnil, sedang meninjau model yang lebih fleksibel, mirip dengan sistem pembelian tiket langsung atau perebutan kuota yang diberikan Arab Saudi. “Arab Saudi memberikan kuota 200 ribu, lalu kita menetapkan harga tiket. Setelah itu, jamaah bisa langsung memesan tiket sesuai keinginan, tanpa harus menunggu,” terangnya.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa perlindungan bagi jamaah yang sudah masuk daftar tunggu tetap menjadi prioritas. “Kita sedang merancang skema tersebut, namun harus memastikan jamaah yang sudah menunggu selama 5,7 juta orang tetap dilayani,” katanya.
Dahnil menambahkan bahwa pemerintah terus menggodok rancangan ini hingga bisa memenuhi keinginan presiden untuk mewujudkan haji tanpa antrean.
