Hasil Pertemuan: Papua Barat tawarkan proyek Bandara Rendani ke investor Tiongkok

Papua Barat tawarkan proyek Bandara Rendani ke investor Tiongkok

Manokwari, Papua Barat (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajukan kerja sama dengan investor asal Tiongkok untuk mendorong pengembangan Bandara Rendani, yang berlokasi di Manokwari. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi fokus utama pemerintah daerah yang sempat tertunda selama beberapa tahun, sehingga perlu dikembangkan dengan bantuan modal dari luar negeri.

Dalam pertemuan di Jakarta, Minggu lalu, Mandacan mengatakan ada sejumlah peluang investasi yang ditawarkan kepada delegasi Tiongkok, termasuk proyek Bandara Rendani. “Kami telah bertemu dengan investor Tiongkok untuk memperkenalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Pengembangan Bandara Rendani

Pengembangan Bandara Rendani mencakup perluasan landasan pacu hingga 2.500 meter, pembangunan tiga terminal penumpang, serta peningkatan infrastruktur pendukung. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelayanan penerbangan bagi warga setempat.

“Pengembangan Bandara Rendani sangat penting untuk memperkuat konektivitas, mendukung arus investasi, dan memudahkan distribusi logistik di Papua Barat,” tambah Mandacan.

Dalam diskusi, pihak investor Tiongkok menyatakan minat untuk bergabung dalam proyek ini dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun. Kemitraan akan melibatkan perusahaan milik negara Tiongkok dalam proses pengerjaannya.

Wilayah Investasi Lainnya

Selain bandar udara, Mandacan juga mengungkapkan potensi sektor kelautan, pertanian, dan perkebunan. Ia menyoroti pengembangan industri etanol dari singkong serta kolaborasi dalam bidang pendidikan vokasi dan layanan kesehatan.

Dalam konteks migas, pemerintah menawarkan pengelolaan blok yang belum beroperasi dan rencana lelang. Selain itu, ada juga gagasan pembangunan fasilitas cold storage untuk mendukung ekspor hasil perikanan ke Tiongkok melalui Shanghai.

Kedua belah pihak sepakat melanjutkan pembicaraan dalam forum ekonomi regional di Shanghai pada Mei 2026. Pertemuan tersebut akan mencakup promosi investasi daerah dan penjajakan kerja sama dengan calon investor strategis. Pemprov Papua Barat juga diminta siapkan proposal proyek prioritas, terutama di bidang bandar udara dan telekomunikasi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Doreka Foundation Toni, yang bertindak sebagai perwakilan pemerintah dengan investor Tiongkok, serta Kepala DLHP dan Plt Kepala Bappeda Papua Barat.