Yang Dibahas: Menantu Trump Jadi Negosiator Perundingan Damai AS-Iran

Menantu Trump Jadi Negosiator Perundingan Damai AS-Iran

Jared Kushner, mantan penasihat senior Presiden Donald Trump, diberitakan akan menjadi bagian dari tim utama dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataan resmi, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa tim yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, ditemani oleh Steve Witkoff dan Kushner, akan bertemu di Islamabad, Pakistan, pada hari Sabtu (11/4). “Presiden telah mengirimkan delegasi negosiasi, yang terdiri dari Wakil Presiden AS, Utusan Khusus Witkoff, serta Kushner, untuk menggelar diskusi akhir pekan ini,” jelas Leavitt, sebagaimana dilaporkan oleh First Post.

Perundingan pertama akan dimulai pada pagi hari Sabtu, dan pihak berwenang Amerika Serikat menunggu pertemuan langsung tersebut. Kushner, yang juga menjabat sebagai utusan khusus AS untuk Timur Tengah, sebelumnya terlibat dalam perundingan langsung antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran pada 26 Februari. Meski demikian, kesepakatan belum tercapai, sehingga AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari.

Dalam peran lainnya, Kushner menjadi anggota dewan eksekutif Board of Peace (BoP) di bawah kepemimpinan Trump. Dewan ini bertugas mengawasi Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), yang akan mengelola logistik di wilayah Palestina. Di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kushner memaparkan konsep pembangunan kembali Gaza. “Kami merancang strategi untuk membangun kembali wilayah itu. Seperti yang ditekankan Presiden Trump, Gaza memiliki potensi besar, dan ini ditujukan bagi rakyat Gaza,” ujar Kushner, sebagaimana dilaporkan ABC.

“Awalnya kami mempertimbangkan pembagian zona, termasuk zona bebas dan zona Hamas. Namun kemudian kami memilih merancang keberhasilan secara menyeluruh melalui kesepakatan besar dan demiliterisasi,” tutur Kushner.