Pembahasan Penting: Siapkan LPDP, Pemprov DKI akan kirim 100 mahasiswa ke luar negeri

Siapkan LPDP, Pemprov DKI akan kirim 100 mahasiswa ke luar negeri

Langkah Strategis DKI Jakarta untuk Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi

Dalam upaya memperluas kesempatan pendidikan tinggi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merencanakan pengiriman 100 mahasiswa ke luar negeri melalui skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, program ini bertujuan memberikan peluang bagi generasi muda ibu kota, termasuk anak-anak Betawi, untuk menempuh studi di luar negeri. “Kami akan memberikan kuota khusus kepada warga Betawi dan Jakarta, karena sebagai ibu kota, kita harus memastikan akses pendidikan global bagi mereka,” tutur Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu.

“Saya sudah beberapa kali bertemu dengan LPDP Pusat untuk menentukan mekanisme pelaksanaan. Minggu ini juga, tim Balai Kota sedang finalisasi konsep kerja sama yang telah menemukan titik terang,” jelasnya.

Program beasiswa ini dilakukan bersama dengan lembaga pusat, sehingga Pemprov DKI tidak bisa melaksanakannya secara mandiri. Pramono menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah pusat sangat penting agar pelaksanaan program bisa optimal. Sebelumnya, DKI memiliki dua program bantuan pendidikan, yaitu Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang hanya mencakup jenjang sarjana (S1). Kini, kedua program tersebut telah diperluas hingga ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).

Dalam hal studi ke luar negeri, LPDP Jakarta akan difokuskan untuk mendukung mahasiswa berprestasi. “Pendanaan untuk ke luar negeri tetap melalui LPDP yang diatur oleh Pemprov DKI bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan,” ujar Pramono. Ia berharap dengan adanya skema ini, kualitas sumber daya manusia di Jakarta bisa meningkat, sekaligus memperkuat daya saing dalam konteks internasional.