Hasil Pertemuan: Komisi I DPR: Lanud Soewondo perlu terobosan hadapi ancaman strategis
Komisi I DPR: Lanud Soewondo Butuh Inovasi Baru Hadapi Ancaman Strategis
Jakarta – Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, mengatakan bahwa Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo di Sumatera Utara membutuhkan inovasi baru untuk memperkuat fungsi sebagai bagian kritis dari sistem pertahanan udara nasional. Menurutnya, kondisi Lanud tersebut tidak bisa dikelola dengan metode rutin. “Setelah mendengar paparan mengenai situasi Lanud Soewondo serta ancaman dan tantangan yang dihadapinya, ini memerlukan perubahan signifikan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
“Kita yakini Mabes TNI, Mabes AU, dan Kementerian Pertahanan telah memiliki strategi untuk menjawab berbagai tantangan ini,” tambah Dave, yang menekankan pentingnya tindakan cepat untuk memastikan kesiapan Lanud dalam menghadapi ancaman.
Dalam kunjungan kerja spesifik ke Lanud Soewondo, Komisi I DPR RI mendapatkan penjelasan langsung dari Komandan Lanud dan perwakilan Markas Besar Angkatan Udara. “Langkah yang sudah diambil dan yang akan dilakukan ke depan telah disampaikan oleh Danlanud serta tim dari Mabes TNI AU,” jelas Dave. Ia menyoroti posisi strategis Lanud dalam menjaga jalur udara nasional, termasuk koridor penerbangan dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
“Lanud Soewondo harus menjadi benteng udara yang kuat, karena pengamanan jalur udara dan ALKI sangat penting untuk memastikan keamanan perdagangan serta penerbangan sipil,” tegasnya.
Dave juga menyebutkan bahwa isu aset dan lahan TNI adalah salah satu hal yang mendesak. “Permasalahan lahan sudah dibahas secara detail dalam pertemuan tersebut, termasuk langkah yang telah dilakukan dan yang perlu diperbaiki,” katanya. Komisi I DPR memiliki panitia khusus yang menangani masalah aset TNI di berbagai wilayah Indonesia.
“Aset TNI tidak hanya menjadi masalah di satu daerah, tetapi tersebar di seluruh Nusantara. Banyak lahan yang tercatat ganda atau dikuasai oleh pihak luar,” imbuh Dave, yang menekankan kebutuhan penyelesaian masalah ini secara menyeluruh.
