Special Plan: Baznas gandeng Turki dalam memperkuat pemanfaatan dana ZIS Indonesia
Baznas dan Turki Kolaborasi dalam Optimalkan Dana ZIS untuk Kemanusiaan
Special Plan – Jakarta, Indonesia – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia melalui kerja sama dengan Turki, khususnya Kedutaan Besar Republik Turki, sedang menggencarkan upaya memperkuat pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam berbagai program kemanusiaan strategis. Koordinasi ini difokuskan pada peningkatan kesejahteraan umat, pemberdayaan ekonomi, serta peran sosial yang lebih efektif. Selasa lalu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengungkapkan bahwa hubungan antara Baznas dan Turki telah terjalin erat selama beberapa waktu, melibatkan lembaga pemerintah, yayasan, dan institusi lainnya. “Kemitraan Baznas dengan pihak Turki terus berkembang, terutama dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan sosial,” jelas Sodik. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan sinergi tetapi juga memastikan bahwa dana ZIS dapat digunakan secara maksimal untuk kepentingan umat.
Program Kemitraan Baznas dan TİKA
Pada tahun 2025, kerja sama antara Baznas dengan Turki melalui Turkish Cooperation and Coordination Agency (TİKA) telah berbuah hasil nyata. Salah satu pencapaian utama adalah pemberian penghargaan kepada TİKA sebagai mitra internasional terbaik dalam kategori Best International Corporate Partner dalam acara Baznas Awards 2025. Penghargaan ini diberikan karena kontribusi TİKA dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat mustahik. Selain itu, Baznas DKI Jakarta telah berdiskusi dengan TİKA untuk mengeksplorasi program-program pemberdayaan ekonomi, seperti pengembangan Kafe Difabis Coffee and Tea, Pendirian Pesantren Tahfiz Difabel, serta pemberian sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuan utama dari inisiatif ini adalah mendorong kemandirian ekonomi para penerima zakat.
Kemitraan Baznas dengan pihak Turki terus berkembang, terutama dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan sosial,” katanya.
Sodik Mudjahid menambahkan, kolaborasi ini juga mencakup dialog kemanusiaan dan pengelolaan zakat yang dilakukan secara rutin bersama Kedutaan Besar Turki. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah audiensi dengan Atase Agama Turki pada Februari 2025 untuk memperkuat sinergi dan efisiensi dalam distribusi bantuan. Ia menekankan bahwa Baznas ingin memastikan bahwa dana ZIS bisa menjadi alat utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui program bantuan darurat maupun peningkatan kualitas hidup jangka panjang.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kurang Mampu
Dalam bidang kemanusiaan, Baznas RI telah aktif terlibat dalam penanganan bencana gempa yang terjadi di Turki pada tahun 2023. Melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Turki, Baznas mengirimkan bantuan berupa dana, logistik, selimut, serta obat-obatan ke lokasi terdampak. Tim tanggap bencana dari Baznas juga diterjunkan untuk memberikan dukungan langsung. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi korban bencana,” tambah Sodik. Tindakan ini menunjukkan komitmen Baznas untuk menggabungkan kapasitas lokal dengan pengalaman internasional dalam menghadapi krisis humaniter.
Peluncuran Program Pendidikan
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa’adi mengemukakan bahwa program pemberdayaan di sektor pendidikan perlu terus ditingkatkan. Ia menyoroti pentingnya kesinambungan program seperti Sekolah Cendekia Baznas (SCB) yang menjadi salah satu inisiatif utama Baznas dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. “Kolaborasi strategis ini diharapkan berkelanjutan, terutama dalam mendukung optimalisasi program beasiswa dan pengembangan Sekolah Cendekia Baznas,” ujar Zainut. Ia menambahkan bahwa bekerja sama dengan pemerintah Turki dapat memperkuat pelaksanaan program pendidikan, termasuk pengelolaan sekolah untuk masyarakat yang membutuhkan.
Apresiasi dan Langkah Masa Depan
Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan memberikan apresiasi terhadap Baznas sebagai lembaga resmi yang mengelola dana zakat dan sosial keagamaan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan Baznas tidak hanya sekadar menguntungkan masyarakat Indonesia tetapi juga menjadi bentuk dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup umat Islam di berbagai negara. “Kami siap melanjutkan kerja sama multisektor dengan Baznas, melalui berbagai lembaga seperti Turki Diyanet Vakfı (TDV), TİKA, Kızılay, dan AFAD,” tutur Talip. Ia berharap kerja sama ini dapat menciptakan lebih banyak inisiatif yang memperkuat tanggung jawab sosial dan keagamaan di tingkat internasional.
Program-program yang dikembangkan Baznas bersama Turki menunjukkan keberhasilan integrasi dana ZIS dalam berbagai sektor. Di bidang ekonomi, kemitraan dengan TİKA membantu masyarakat mustahik memperoleh pelatihan, sertifikasi, dan akses ke usaha yang lebih berkelanjutan. Di bidang pendidikan, Sekolah Cendekia Baznas menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas SDM. Dalam aspek kemanusiaan, bantuan yang diberikan menunjukkan kecepatan respons dan komitmen Baznas untuk menjangkau kelompok rentan. Kerja sama ini menegaskan bahwa Baznas tidak hanya menjadi pelaku internal tetapi juga mampu menjadi mitra global dalam pengembangan sosial.
Kemitraan Baznas dengan Turki terus menjadi fokus utama dalam meningkatkan manfaat dana ZIS. Berbagai lembaga di bawah pemerintah Turki, seperti TİKA dan Kızılay, telah menunjukkan keseriusan dalam menggandeng Baznas. Talip Küçükcan menegaskan bahwa Indonesia memiliki kelebihan dalam pengelolaan dana zakat yang bisa menjadi contoh bagi negara lain. “Kami berharap kolaborasi ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya. Hal ini menjadi dasar untuk lebih banyak proyek yang dirancang secara bersama, baik dalam penanganan bencana, pengembangan pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.
Dalam konteks keberlanjutan, program-program Baznas yang bekerja sama dengan Turki terus diperluas. Ini melibatkan berbagai lembaga seperti TİKA, yang berperan dalam memberikan bantuan darurat dan pendidikan, serta Kızılay yang fokus pada kesetaraan sosial. AFAD, sebagai lembaga bencana, juga menjadi mitra penting dalam penanganan darurat. Dengan adanya sinergi ini, Baznas berharap dapat menciptakan kerangka kerja yang lebih kuat dalam memanfaatkan dana ZIS untuk berbagai keperluan kemanusiaan. Talip menekankan bahwa dukungan dari Turki tidak hanya dalam bentuk dana tetapi juga pengetahuan dan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh Baznas.
Program pemberdayaan yang dikembangkan oleh Baznas bersama Turki menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kesinambungan dari program seperti Kafe Difabis Coffee and Tea dan Pesantren Tahfiz Difabel menunjukkan bahwa Baznas berupaya mendorong inovasi dalam pemberdayaan. Zainut Tauhid Sa’adi juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini berkat dukungan aktif dari berbagai pihak, termasuk lembaga-lemabaga resmi di bawah pemerintah Turki.
