What You Need to Know: Pirelli kembangkan teknologi ban berbasis AI

Pirelli kembangkan teknologi ban berbasis AI

What You Need to Know – Perusahaan produsen ban ternama Pirelli melanjutkan komitmen inovasinya dengan mengakuisisi 30 persen saham perusahaan teknologi asal Swedia Univrses. Langkah ini bertujuan memperkuat kemampuan pengembangan teknologi ban berbasis kecerdasan buatan (AI). Dalam pernyataannya, Pirelli mengungkapkan bahwa integrasi visi komputer Univrses ke dalam sistem Cyber Tyre akan membuka peluang baru untuk meningkatkan kinerja dan keandalan ban di berbagai kondisi jalan.

Strategi Kolaborasi Pirelli dan Univrses

Menurut laporan Carscoops, Senin (4/5) waktu setempat, transaksi ini menjadi bagian dari strategi perluasan riset teknologi yang diprioritaskan oleh Pirelli. Teknologi yang diperoleh dari Univrses, terutama berupa algoritma pemrosesan data canggih, akan diterapkan untuk meningkatkan kemampuan Cyber Tyre dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi secara real-time. Sistem ini dirancang agar ban tidak hanya menjadi komponen fisik kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan sensor yang bisa memberikan update kondisi permukaan jalan secara dinamis.

Kemitraan ini diharapkan mempercepat kemajuan dalam bidang intelligent tire systems. Sementara Pirelli fokus pada perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan komunikasi antara ban dan sistem kendaraan, Univrses menawarkan solusi perangkat lunak berbasis AI yang mampu melakukan pemetaan ruang tiga dimensi, pengenalan pola, serta penyesuaian respons otomatis. Hal ini memperkuat visi Pirelli untuk mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi risiko kecelakaan sebelum terjadi, seperti perubahan permukaan jalan atau penggunaan ban yang tidak optimal.

“Kerja sama ini akan menjadi batu loncatan penting dalam meningkatkan efisiensi sistem Cyber Tyre melalui integrasi teknologi visi berbasis AI,” ungkap Andrea Casaluci, CEO Pirelli.

Dalam pengembangan teknologi, AI memainkan peran krusial sebagai otak yang mengolah data dari berbagai sumber. Sistem Cyber Tyre, yang sudah dirilis sebelumnya, mampu menangkap informasi seperti tekanan ban, suhu permukaan, serta kondisi permukaan jalan secara terus-menerus. Namun, dengan penambahan teknologi Univrses, sensor kamera dan algoritma pemrosesan data akan membuat sistem ini lebih cerdas dalam mengambil keputusan berdasarkan lingkungan sekitar. Misalnya, kendaraan dapat menyesuaikan gaya tarik atau pengereman sesuai dengan perubahan permukaan jalan secara otomatis.

Teknologi Cyber Tyre dan AI

Sebagai perusahaan teknologi berbasis AI, Univrses menawarkan solusi inovatif yang bisa mengubah cara ban berinteraksi dengan lingkungan. Teknologi mereka tidak hanya berfokus pada pengolahan data dari sensor, tetapi juga mampu memprediksi kondisi jalan berdasarkan pola pergerakan kendaraan. Fungsi ini penting karena ban yang cerdas bisa membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas dengan memberi peringatan lebih awal tentang risiko potensial, seperti rem blong atau penggunaan ban yang melebihi batas.

Cyber Tyre dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan memperpanjang usia pakai ban. Sensor yang terpasang di dalam ban memungkinkan pengumpulan data secara real-time, termasuk tekanan, keausan, dan kelembapan permukaan jalan. Namun, untuk memberikan analisis yang lebih mendalam, Pirelli memerlukan dukungan dari teknologi AI yang bisa memproses data tersebut dengan lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, kendaraan dapat menyesuaikan performa secara dinamis, seperti menurunkan kecepatan di permukaan jalan yang licin atau meningkatkan stabilitas saat menghadapi perubahan cuaca.

“Data dan pemantauan berkelanjutan kini menjadi elemen penting dalam pengelolaan infrastruktur modern,” kata Jonathan Selbie, CEO Univrses.

Proyek kolaborasi ini juga menjadi contoh nyata bagaimana AI bisa diterapkan dalam dunia transportasi. Dalam pilot project di Puglia, Italia, yang dimulai pada tahun 2025, data dari Cyber Tyre akan digabungkan dengan teknologi Univrses untuk mengawasi kondisi jaringan jalan secara aktual. Hasilnya, pihak pemerintah daerah bisa mendapatkan informasi tentang keausan ban, kondisi permukaan, dan bahkan potensi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di jalan raya. Ini memberikan gambaran bahwa teknologi ban berbasis AI bukan hanya untuk memperbaiki kenyamanan pengemudi, tetapi juga untuk meningkatkan keandalan infrastruktur jalan secara keseluruhan.

Aplikasi Nyata dan Masa Depan Teknologi Ban

Kemitraan antara Pirelli dan Univrses menggambarkan masa depan industri ban yang semakin terhubung dengan teknologi canggih. Dengan integrasi AI, ban tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bisa menjadi sistem yang memberikan prediksi dan saran berdasarkan data real-time. Selain itu, teknologi ini bisa memperbaiki efisiensi bahan bakar kendaraan karena sistem dapat mengoptimalkan gaya tarik dan kecepatan sesuai dengan kondisi permukaan jalan.

Penggunaan sensor kamera dan pemrosesan data AI dalam ban juga mengurangi ketergantungan pada sistem eksternal. Hal ini memberikan keuntungan signifikan dalam kondisi jalan yang kompleks atau di daerah dengan infrastruktur yang tidak sempurna. Selain itu, teknologi ini bisa membantu mengurangi biaya perawatan karena sensor dapat mendeteksi kerusakan dini, seperti kebocoran atau pergeseran ban, sebelum menjadi masalah besar.

Proyek pilot di Puglia, Italia, akan menjadi uji coba kritis untuk mengukur manfaat teknologi ini di lingkungan nyata. Hasilnya diharapkan bisa memberikan wawasan tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan infrastruktur jalan. Dengan dukungan dari Univrses, Pirelli berupaya menjadikan Cyber Tyre sebagai inovasi paling penting dalam sektor otomotif, sekaligus mengembangkan sistem yang bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pirelli tidak hanya mengikuti tren teknologi AI, tetapi juga mengambil inisiatif untuk memimpin pengembangan. Dengan integrasi teknologi dari Univrses, perusahaan berharap menghasilkan produk yang mampu meningkatkan pengalaman berkendara sekaligus mendukung pemerintah dalam manajemen jaringan jalan. Kolaborasi ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara perusahaan produsen ban dan pemain teknologi untuk menciptakan solusi inovatif yang memenuhi kebutuhan masyarakat modern.

Masa depan teknologi ban berbasis AI tampaknya menjanjikan, dengan potensi mengubah cara manusia berinteraksi dengan kendaraan. Sistem yang lebih cerdas akan memungkinkan kendaraan untuk memahami lingkungan sekitar secara lebih akurat, bahkan di kondisi yang tidak terduga. Pirelli dan Univrses menunjukkan bahwa inovasi dalam bidang otomotif tidak hanya terbatas pada desain atau material, tetapi juga mencakup transformasi fungsional yang memadukan kecerdasan buatan ke dalam setiap aspek operasional kendaraan.