Key Strategy: Sudin Tamhut Jaksel pangkas 25 pohon di Kebayoran Lama

Sudin Tamhut Jaksel Lakukan Pemangkasan 25 Pohon di Kebayoran Lama

Key Strategy – Sejumlah pohon di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah dipangkas oleh Pasukan Hijau Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga. Tindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat yang dianggap penting untuk dilakukan, serta merupakan bagian dari program Rabu Menoping yang rutin dijalankan. Penjelasan mengenai langkah tersebut diungkapkan oleh Kepala Sudin Tamhut Jakarta Selatan, Herlina Merinda, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (tanggal tidak disebutkan). Menurut Herlina, pemangkasan dilakukan di beberapa titik strategis untuk menghindari risiko tumbangnya pohon saat cuaca ekstrem atau hujan deras.

“Pemangkasan dilakukan sebagai tindak lanjut aduan masyarakat sekaligus bagian dari program Rabu Menoping,” kata Herlina.

Pemangkasan tersebut dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dari laporan warga, yang sebagian besar disampaikan melalui aplikasi JAKI. Herlina menjelaskan bahwa pohon-pohon yang dipangkas memiliki potensi risiko tinggi karena kondisinya yang sudah keropos, kering, atau mati. Tidak hanya itu, beberapa pohon juga berada di area yang rentan terhadap cuaca ekstrem, seperti sepanjang saluran air dan tepi jalan yang menjadi akses utama warga. “Kami memastikan bahwa pohon-pohon yang dipangkas memang sudah tidak stabil dan bisa membahayakan pengguna jalan,” tambah Herlina.

Menurut informasi yang disampaikan, total ada 25 pohon yang dipangkas dalam operasi tersebut. Rincian pohon yang dipangkas terdapat di empat kelurahan berbeda. Diantaranya, sembilan pohon di wilayah Kelurahan Pondok Pinang, sembilan pohon di Kelurahan Grogol Utara, dua pohon di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, dan lima pohon di Kelurahan Cipulir. Herlina menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup seluruh tim di sepuluh kecamatan se-Jakarta Selatan, dengan 50 personel diterjunkan untuk melakukan tugas tersebut.

“Sebanyak 50 personel Pasukan Hijau dikerahkan dalam pemangkasan pohon ini,” ujar Herlina.

Dalam penjelasannya, Herlina menyebutkan bahwa jenis pohon yang dipangkas meliputi beberapa spesies, seperti angsana, sawo duren, petai cina, asam kranji, mahoni, karet kebo, beringin, dan lainnya. Pemangkasan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan masyarakat, terutama para pengguna fasilitas umum seperti jalan raya dan taman. “Pemangkasan ini tidak hanya fokus pada area Kebayoran Lama, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Jakarta Selatan secara bertahap,” tambahnya.

Herlina menambahkan bahwa tim pemangkasan terdiri dari petugas lapangan dan unit reaksi cepat yang telah dipersiapkan khusus. Proses pemangkasan dilakukan dengan hati-hati, mengingat beberapa pohon tersebut memiliki akar yang sudah rapuh dan rentan terhadap geseran tanah. “Kami memprioritaskan keamanan warga dengan memastikan area sekitar pohon telah diperiksa dan diberi peringatan sebelum dilakukan pengangkasan,” jelasnya.

Seorang warga, Arifin Ilham (42), mengapresiasi upaya Sudin Tamhut tersebut. Menurutnya, pemangkasan pohon membuat lingkungan di sekitar jalan lebih aman dan terang. “Sebelum dipangkas, jalan terlihat gelap karena cahaya terhalang oleh cabang-cabang yang tumbuh liar. Sekarang, suasana jadi lebih nyaman dan rapi,” ungkap Arifin.

“Sebelum dipangkas, jalan terlihat gelap karena cahaya terhalang. Sekarang, jadi lebih terang dan rapi,” ungkap Arifin.

Menurut Arifin, keberadaan pohon-pohon yang berdiri di tepi jalan memang sering kali menyebabkan kesulitan bagi warga, terutama saat cuaca buruk atau angin kencang. “Beberapa pohon bahkan hampir tumbang di saat hujan deras, sehingga perlu segera dipangkas agar tidak menimpa kendaraan atau pejalan kaki,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut memberi dampak positif terhadap kenyamanan masyarakat, karena lingkungan kota jadi lebih terang dan terawat.

Herlina menegaskan bahwa pemangkasan bukan hanya dilakukan pada program Rabu Menoping, tetapi juga berlangsung secara rutin di hari-hari lain. “Kami terus mengintensifkan pemeliharaan pohon, baik untuk pohon yang mati maupun yang terlalu tinggi, agar dapat mencegah risiko kecelakaan dan mempertahankan estetika kota,” ujar Herlina. Pemangkasan pohon di Kebayoran Lama menjadi contoh nyata dari komitmen Sudin Tamhut dalam menjaga lingkungan hijau sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan keamanan.

Di sisi lain, Herlina menjelaskan bahwa proses pemangkasan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, tinggi pohon, serta kondisi lingkungan sekitar. “Kami menggunakan alat khusus untuk memastikan pohon-pohon yang dipangkas tidak menyisakan bagian yang berpotensi menyumbat jalan atau merusak infrastruktur lainnya,” katanya. Selain itu, petugas juga memastikan bahwa pohon-pohon yang diperlukan untuk fungsi ekosistem tetap dipertahankan.

Pemangkasan pohon-pohon ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi tanaman di sepanjang jalur infrastruktur. Herlina menyebutkan bahwa selain mengurangi risiko tumbang, kegiatan ini juga membantu meningkatkan sirkulasi udara dan penerangan alami di lingkungan perkotaan. “Dengan menghilangkan hambatan dari cabang-cabang yang tumbuh liar, lingkungan jadi lebih nyaman untuk dihuni,” jelasnya.

Sejumlah warga lainnya turut menyetujui langkah ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara lebih teratur di berbagai area. “Saya rasa ini penting, karena jika tidak dipangkas, pohon-pohon ini bisa membahayakan masyarakat saat musim hujan tiba,” tambah salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa beberapa pohon di sekitar rumahnya telah menjadi sumber kekhawatiran selama beberapa bulan terakhir.

Herlina menyatakan bahwa Sudin Tamhut terus memperluas cakupan pemangkasan pohon ke berbagai kawasan kota. “Kami juga sedang merencanakan program baru untuk menanam pohon pengganti di area yang sudah dipangkas, agar ekosistem hijau tetap terjaga,” katanya. Tindakan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat pohon yang tumbang.

Dalam waktu dekat, Sudin Tamhut berencana melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi pohon di sekitar infrastruktur kota. Herlina menyebutkan bahwa tim akan memeriksa area yang belum dipangkas, terutama pohon-pohon yang berada di kawasan padat penduduk. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pohon yang berada di jalur perlintasan warga sudah diperiksa secara berkala,” ujarnya. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara lingkungan hijau dan keamanan warga.

Kegiatan pemangkasan ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik pohon, tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Herlina menekankan bahwa perbaikan lingkungan tidak hanya bergantung pada tata kota, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami mengapresiasi partisipasi warga dalam memberikan laporan melalui aplikasi JAKI. Dengan data yang akurat, kami bisa menangani masalah dengan lebih cepat,” tutur Herlina.

Dengan pemangkasan 25 pohon