New Policy: Grab perluas upaya pemberdayaan perempuan di era digital

Grab Perluas Upaya Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

New Policy – Jakarta, 8 Mei 2026 – Grab Indonesia terus memperluas inisiatif pemberdayaan perempuan di berbagai bidang ekosistem digital, bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan penuh peluang bagi wanita di Indonesia. Perusahaan ini mengambil peran aktif dalam memfasilitasi pertumbuhan dan kemandirian perempuan melalui berbagai program yang dirancang secara holistik, sesuai dengan visi menginspirasi lebih banyak individu untuk berkontribusi dalam transformasi teknologi dan ekonomi digital.

Program NGERUMPI: Membangun Kesadaran Situasional

Dalam upaya meningkatkan keamanan wanita yang bekerja di jalan, Grab menghadirkan program NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Wiramudi), yang melibatkan workshop bertajuk “Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara.” Kegiatan ini dilakukan secara rutin, berfokus pada penguatan kemampuan perempuan dalam melindungi diri dari ancaman di luar ruangan. Dengan melibatkan instruktur bela diri profesional, program ini menawarkan sesi interaktif yang membekali peserta teknik dasar perlindungan diri, termasuk cara mengatasi situasi kritis, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat kepercayaan diri saat melakukan aktivitas di jalur kerja.

“Kami ingin memastikan setiap perempuan di dalam ekosistem memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Fokus kami adalah memberikan mereka wadah untuk berkembang, sehingga mereka mampu membuka jalan dan menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” kata Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, dalam keterangan pers.

Program SERABI: Membentuk Kemandirian Finansial

Untuk mendukung kemandirian finansial pelaku usaha perempuan, Grab meluncurkan program SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa). Inisiatif ini memberikan pelatihan praktis mengenai manajemen keuangan yang efektif, termasuk cara membedakan modal produktif dengan pinjaman berisiko. Peserta program juga diajarkan strategi menyisihkan sebagian keuntungan sebagai dana darurat, serta teknik mengidentifikasi pengeluaran yang tidak terencana, seperti biaya promosi berlebihan atau operasional yang kurang efisien.

“Bagi pelaku UMKM, pengelolaan keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bisnis. Dengan memahami cara mengatur arus kas dan membangun dana darurat, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan,” ujar Ayu Sara Herlia, Financial Planner yang terlibat dalam program ini.

Program SERABI menawarkan panduan konkret bagi perempuan yang terlibat dalam bisnis kecil dan menengah (UKM), membantu mereka menghadapi dinamika ekonomi digital yang terus berubah. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pembelajaran tentang pengeluaran kecil yang sering terlewatkan, serta cara mengoptimalkan penggunaan dana untuk pertumbuhan usaha. Dengan mendekatkan konsep manajemen keuangan dalam konteks nyata, Grab berharap meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola perusahaan mereka secara mandiri.

Kepemimpinan Perempuan di Era AI: Kolaborasi dengan GDG Jakarta

Grab tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan dan keuangan, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan perempuan di tengah revolusi teknologi. Sebagai bagian dari inisiatif ini, perusahaan bekerja sama dengan Google Developer Group (GDG) Jakarta untuk menyelenggarakan acara “Women Techmakers: Break the Pattern.” Kegiatan ini bertujuan mendorong perempuan muda untuk mengambil peran strategis di bidang teknologi, melalui diskusi dan pengembangan keterampilan kreatif.

Dalam program ini, para pemimpin perempuan Grab di sektor teknologi berbagi pengalaman dan wawasan mengenai peran mereka dalam mengubah paradigma industri. Selain itu, acara ini juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas, baik secara lokal maupun global. Dengan membangun jejaring dan memperkuat keterlibatan perempuan di tingkat pemimpin, Grab ingin mengubah pola pikir tradisional yang sering mengabaikan kontribusi mereka dalam pengambilan keputusan strategis.

STEM Talks: Membuka Pintu bagi Generasi Muda

Sebagai langkah lain untuk mendukung perempuan dalam bidang teknologi, Grab menyiapkan program “STEM Talks” yang akan diadakan pada 8 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa perempuan untuk memahami peluang karier di industri teknologi, sekaligus menjelajahi tantangan dan manfaatnya dalam era digital. Melalui sesi berbagi wawasan dari perwakilan Grab dan ekspert teknologi, program ini membuka kesadaran generasi muda tentang kemungkinan penggunaan teknologi untuk membangun dampak positif.

“Teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga medium untuk mempercepat perubahan sosial dan ekonomi. Dengan mengetahui bagaimana teknologi dapat digunakan untuk kepentingan umum, perempuan muda bisa menjadi bagian dari solusi inovatif di berbagai sektor,” kata Neneng Goenadi, menjelaskan manfaat dari “STEM Talks” yang menjadi bagian dari strategi Grab untuk memperluas akses perempuan terhadap bidang teknologi.

Mengapa Ini Penting bagi Perempuan di Era Digital?

Dalam era digital, perempuan sering kali menghadapi tantangan unik, mulai dari kesenjangan akses ke sumber daya hingga stereotip yang menghambat pertumbuhan mereka. Program yang diluncurkan Grab bertujuan mengatasi hal ini dengan pendekatan berkelanjutan. Melalui pembekalan di berbagai aspek—keamanan, keuangan, dan teknologi—perusahaan ini menciptakan ekosistem yang lebih adil, memungkinkan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi dan sosial yang ada.

Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan membangun kemitraan antara perusahaan dan masyarakat, agar perempuan bisa menjadi aktor utama dalam transformasi digital. “Program NGERUMPI, SERABI, dan STEM Talks adalah bagian dari langkah nyata kami untuk memastikan perempuan bisa berperan dalam setiap lini kehidupan digital,” tambah Neneng Goenadi. Dengan melibatkan perempuan dari berbagai profesi, Grab mengupayakan agar keberhasilan mereka tidak hanya menjadi peran individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas lebih luas.

Komitmen Jangka Panjang untuk Kesejahteraan Perempuan

Dalam menjalankan program pemberdayaan ini, Grab berkomitmen untuk menyelaraskan kebutuhan perempuan dengan dinamika digital yang semakin cepat. Upaya ini bukan hanya sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga menciptakan ruang kerja yang inklusif, sehingga perempuan bisa berkontribusi secara optimal. Dengan memadukan aspek keselamatan, keuangan, dan teknologi, Grab berusaha menjadi mitra yang mendorong perempuan untuk tumbuh secara holistik.

Program NGERUMPI dan SERABI, misalnya, dirancang dengan perspektif empati, mengingat perempuan sering kali menjadi pengambil risiko terbesar dalam bidang ekonomi. Sementara itu, kolaborasi dengan GDG Jakarta menunjukkan bahwa Grab juga berusaha menguatkan keterlibatan perempuan dalam inovasi teknologi, yang sering kali dominan dihuni oleh laki-laki. Dengan berbagai inisiatif ini, Grab berharap membangun fondasi keberlanjutan bagi perempuan di segala aspek kehidupan digital.

Kegiatan “STEM Talks” yang akan diadakan pada 8 Mei 2026, diharapkan menjadi platform edukasi bagi perempuan muda, menjelaskan bagaimana teknologi bisa menjadi alat untuk menciptakan perubahan signifikan. Dengan mengeksplorasi peluang di industri teknologi, program ini memberikan gambaran nyata tentang keterlibatan perempuan dalam pembangunan ekonomi digital. “Tech for Impact” menjadi konsep utama