What Happened During: Ariana Grande umumkan album baru ‘Petal’, single perdana rilis 29 Mei
Ariana Grande umumkan album baru ‘Petal’, single perdana rilis 29 Mei
What Happened During – Penyanyi pop ternama Ariana Grande baru saja merilis pengumuman resmi mengenai album studio keduanya yang bernama ‘Petal’. Dalam sebuah pengumuman yang dilakukan secara daring, Grande menyebutkan bahwa lagu pembuka dari album ini akan hadir pada 29 Mei 2026. Judul lagu tersebut adalah ‘Hate That I Made You Love Me’, yang menurutnya mempunyai makna mendalam dan memperlihatkan perjalanan emosional yang kompleks. Variety melaporkan bahwa single ini menjadi bagian dari proyek musik yang telah menunggu waktu lama, sebelum akhirnya tiba saatnya untuk dipublikasikan.
Konsep album ‘Petal’ disebut oleh Grande sebagai karya yang memiliki sifat kehidupan dan emosi yang tumbuh melalui pengalaman sulit. Menurutnya, album ini bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi lebih dari itu, sebuah cerita yang menggambarkan perjalanan hidup dan kesulitan dalam menghadapi tantangan. Bukan hanya sebagai karya musik, album ini juga dilihat sebagai ekspresi dari perasaan-perasaan yang belum sempat dikeluarkan dalam proyek sebelumnya. Lagu pembuka tersebut, yang diumumkan lewat unggahannya di Instagram, menurutnya adalah salah satu lagu favorit yang pernah dibuat olehnya.
“Ini adalah salah satu lagu favorit yang pernah saya tulis,” kata Grande dalam unggahan Instagram-nya. “Saya merasa seperti menggambarkan emosi yang belum sempat saya ekspresikan sebelumnya.”
Produksi ‘Petal’ melibatkan kolaborasi antara Grande dengan dua produser terkenal, Ilya Salmanzadeh dan Max Martin. Keduanya pernah bekerja sama dalam album sebelumnya, ‘Eternal Sunshine’, yang rilis pada tahun 2025. Mereka kembali terlibat dalam proyek ini, menandai kembalinya kerja sama yang telah terbukti sukses. Ilya Salmanzadeh, yang dikenal sebagai produser berbakat dari Swedia-Persia, telah berkontribusi pada karya-karya besar seperti lagu-lagu Taylor Swift dan Sam Smith. Kehadirannya dalam ‘Petal’ menambahkan dimensi baru pada musik yang diproduksi Grande.
Album ‘Petal’ diperkirakan akan dirilis pada 31 Juli 2026 melalui Republic Records. Proyek ini menjadi bagian dari serangkaian karya yang diproduksi Grande selama tiga tahun terakhir, yang dihabiskan untuk memproduksi film ‘Wicked’ dan sekuelnya. Selama periode tersebut, ia juga fokus pada album ‘Eternal Sunshine’ beserta edisi deluxe yang telah diluncurkan sebelumnya. Meski demikian, album ‘Petal’ akan menjadi sorotan utama dalam tur konser yang diumumkan tahun lalu. Awalnya, tur tersebut diharapkan akan menampilkan lagu-lagu dari ‘Eternal Sunshine’, tetapi kini berubah menjadi momen untuk memperkenalkan karya terbaru.
Dalam sebuah wawancara di podcast Good Hang milik Amy Poehler, Grande pernah menyampaikan bahwa tur konser ini mungkin menjadi tur terakhirnya dalam waktu yang cukup lama. “Saya ingin membuat penampilan terbaik dalam tur ini, karena belum tahu kapan akan kembali menggelar konser besar,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan ambisi dan keinginan untuk memberikan pengalaman yang memuaskan bagi penggemar. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa perubahan ini mencerminkan pengalaman dan pertumbuhan dirinya sepanjang tahun-tahun terakhir.
“Kita mungkin tidak akan melihat era tur konser yang sama dalam 10 atau 15 tahun ke depan,” tambah Grande. “Ini adalah kesempatan terakhir untuk menghadirkan kesan mendalam yang telah saya kumpulkan selama bertahun-tahun.”
Sebelumnya, Grande menghabiskan tiga tahun terakhir untuk memperkuat eksistensinya dalam dunia perfilman. ‘Wicked’ dan sekuelnya menjadi proyek yang sangat menantikan, memungkinkan ia mengalami penyesuaian dalam kreativitas dan pemikiran musikal. Namun, meski fokus utama pada film dan album ‘Eternal Sunshine’, ‘Petal’ tetap menjadi proyek yang menanti kehadiran fans. Rilis single ‘Hate That I Made You Love Me’ menjadi tanda awal dari album yang diperkirakan akan mendapat sambutan positif dari publik.
Grande juga membagikan bahwa ‘Petal’ merupakan hasil kolaborasi penuh antara dirinya dengan Ilya Salmanzadeh. Keduanya bekerja sama sejak awal proses produksi, menciptakan atmosfer musik yang khas dan konsisten. Selain itu, album ini menunjukkan keberanian untuk mengeksplorasi genre dan tema yang lebih luas. Dalam wawancara terpisah, Ilya Salmanzadeh menyatakan bahwa kemitraan dengan Grande memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi segi emosional yang lebih dalam, sehingga karya-karyanya terasa lebih hidup.
Penantikan terhadap ‘Petal’ pun semakin meningkat setelah lama tidak ada kejutan besar dalam industri musik. Dengan kehadiran single pertama yang dibagikan, penggemar pun mulai menduga apa yang akan menjadi konsep album selanjutnya. Selain itu, musik ‘Petal’ diharapkan menjadi penutup dari era kreativitas yang dijalani Grande selama beberapa tahun terakhir. Dalam sebuah wawancara, ia menyebutkan bahwa album ini memiliki makna khusus karena menandai kembalinya perhatian utama pada karya musiknya.
Dalam rangka menghadirkan ‘Petal’ ke publik, Grande juga memberikan sedikit petunjuk tentang kehidupan pribadinya yang berdampak pada musik. Ia menyebutkan bahwa album ini muncul setelah mengalami masa transisi yang cukup panjang, baik secara karier maupun pribadi. Dengan pengalaman yang didapat dari proyek film dan album sebelumnya, Grande berharap ‘Petal’ akan menjadi karya yang lebih matang dan mengejutkan. Kehadiran lagu-lagu baru seperti ‘Hate That I Made You Love Me’ pun diharapkan bisa
