65.530 kendaraan melintasi MBZ H+2 Idul Adha 2026
65.530 Kendaraan Melintasi MBZ H+2 Idul Adha 2026
65 530 kendaraan melintasi MBZ H 2 – Bekasi, Jumat (28/5/2026) – Ruas jalan layang Mohamed Bin Zayed atau MBZ, yang dikelola oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), mencatatkan peningkatan volume lalu lintas pada hari kedua setelah Idul Adha 1447 Hijriah. Dalam periode tersebut, sebanyak 65.530 kendaraan melewati ruas tersebut di kedua arahnya, menunjukkan bahwa mobilitas pengendara masih tinggi dan tidak menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan kondisi normal.
Penyebaran Lalu Lintas Berimbang
Direktur Utama PT JJC, Hendri Taufik, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang melintasi MBZ mencapai angka 65.530 unit, meningkat 15,17 persen dari lalu lintas biasa yang sekitar 55.237 kendaraan. “Volume kendaraan meningkat cukup signifikan, terutama pada hari kedua Idul Adha,” jelas Hendri saat memberikan keterangan di Bekasi, Sabtu (29/5/2026).
Menurut Hendri, arus lalu lintas terbagi hampir merata antara dua arah. Sebanyak 29.757 unit kendaraan tercatat bergerak dari Cikampek menuju DKI Jakarta, sementara 35.773 kendaraan lainnya berjalan sebaliknya dari Jakarta ke arah Cikampek. “Meski volume kendaraan yang berangkat dari Jakarta sedikit lebih tinggi, kenaikan ini tetap seimbang dengan arus balik,” tambahnya.
Hendri menambahkan bahwa peningkatan ini terjadi karena kebiasaan masyarakat yang masih aktif melakukan perjalanan pada hari-hari setelah perayaan Idul Adha. “Aktivitas mobilitas transportasi ini berdampak pada intensitas lalu lintas di ruas MBZ, terutama selama periode H+2,” ujarnya.
Imbauan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
“Pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan. Selain itu, perhatikan daya baterai atau bahan bakar untuk menghindari hambatan di tengah perjalanan,” tegas Hendri.
Menurut Hendri, kenaikan volume kendaraan tidak hanya memengaruhi kemacetan, tetapi juga mengubah pola perjalanan pengguna jalan. “Pengemudi harus selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas untuk menghindari risiko kecelakaan,” imbuhnya.
Dia juga mengingatkan bahwa hari H+2 Idul Adha sering menjadi waktu puncak bagi pengguna jalan yang memanfaatkan ruas MBZ. “Seringkali, ada lonjakan kendaraan yang melewati ruas ini karena para pengendara masih berupaya mencapai tujuan mereka sebelum hari raya Idul Adha usai,” papar Hendri.
Hendri Taufik menyarankan para pengguna jalan untuk mempersiapkan diri lebih matang sebelum melakukan perjalanan. “Selain memastikan kondisi kendaraan, pastikan juga kecukupan bahan bakar dan daya listrik untuk mengantisipasi waktu tunggu di jalur yang sibuk,” jelasnya.
Pengelolaan Infrastruktur Tol Jasa Marga
Sebagai bagian dari pengelolaan infrastruktur jalan layang, PT JJC terus memantau dinamika lalu lintas di ruas MBZ. “Kami berupaya mengoptimalkan kapasitas jalan layang dan memberikan informasi terkini kepada pengguna,” ujar Hendri.
Dalam rangka menangani peningkatan volume kendaraan, pihak Jasa Marga Group juga melakukan beberapa upaya seperti pembersihan jalur dan penerapan protokol keselamatan. “Beberapa titik yang sering macet, seperti dekat rest area atau gerbang tol, menjadi fokus kami untuk mengurangi gangguan,” tambahnya.
Menurut Hendri, MBZ memiliki peran penting sebagai jalur utama antara kota Cikampek dan DKI Jakarta. “Jalan layang ini menjadi pilihan utama bagi banyak pengemudi yang ingin menghindari kemacetan di jalan umum, terutama saat arus mudik atau pulang kampung meningkat,” katanya.
Sumber Informasi Lalu Lintas Terkini
Untuk membantu pengguna jalan mengakses informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di ruas MBZ, Jasa Marga menyediakan layanan pusat panggilan 24 jam. “Pengguna dapat menghubungi nomor 133 untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai arus kendaraan, perubahan rute, atau informasi khusus terkait Idul Adha,” jelas Hendri.
Selain itu, pengguna juga bisa memanfaatkan aplikasi TRAVOY yang tersedia untuk sistem operasi iOS dan Android. “Aplikasi ini menyajikan data real-time mengenai kemacetan, kecepatan rata-rata, serta peringatan potensi kecelakaan di ruas MBZ,” tambahnya.
Hendri menekankan bahwa informasi ini diperlukan agar pengemudi dapat mengatur perjalanan mereka secara lebih efisien. “Dengan memanfaatkan layanan ini, pengguna jalan bisa menghindari hambatan dan menjaga keamanan selama perjalanan,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kendaraan yang melintasi MBZ selalu meningkat pada masa Idul Adha. “Tahun ini, kita kembali mengalami tren yang sama, di mana masyarakat memanfaatkan jalan layang untuk memudahkan akses ke wilayah sekitar,” ungkap Hendri.
Peningkatan volume lalu lintas ini juga mencerminkan pentingnya MBZ sebagai infrastruktur yang strategis. “Kami berharap dengan adanya peningkatan kesadaran pengguna jalan, kepadatan lalu lintas bisa dikelola secara lebih baik,” tutur Hendri.
Menurut data yang diterima, rata-rata kecepatan kendaraan di ruas MBZ selama H+2 Idul Adha 2026 mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan hari normal. “Ini menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas sudah mencapai titik tertinggi selama periode Idul Adha,” katanya.
Hendri Taufik menambahkan bahwa peningkatan ini bukan hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi indikasi bahwa MBZ akan terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan jarak jauh. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keamanan pengguna jalan,” pungkasnya.
Sebagai pengelola jalan layang, JJC juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan lancar. “Selama masa Idul Adha, kami melakukan patroli rutin dan siap menangani keadaan darurat jika diperlukan,” ujarnya.
Dengan kombinasi antara pengelolaan infrastruktur yang cermat dan layanan informasi yang terupdate, pihak Jasa Marga berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang nyaman dan aman. “Kami terus berupaya memberikan pengalaman berkendara terbaik di ruas MBZ, terutama saat arus lalu lintas
