Key Strategy: Stasiun MRT Bundaran HI direvitalisasi jadi ruang multifungsi

Stasiun MRT Bundaran HI Direvitalisasi Menjadi Ruang Multifungsi

Key Strategy – Proyek revitalisasi Stasiun Bundaran HI, Jakarta, yang diinisiasi oleh PT MRT Jakarta (Perseroda), kini sedang dalam tahap penyelesaian untuk diubah menjadi ruang multifungsi. Tujuan utama dari transformasi ini adalah memperkuat keterpaduan kawasan transit di area kota pusat. Dalam Forum Jurnalis 2026, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengungkapkan bahwa progres fisik proyek tersebut telah mencapai 7,83 persen dari target sebelumnya, yaitu 7,69 persen. Proses revitalisasi ini diperkirakan selesai pada pertengahan 2027, bersamaan dengan uji coba rute Bundaran HI-Monas.

“Di extended concourse Bundaran HI, saat ini progres dari realisasi fisik sudah mencapai 7,83 persen dari rencananya di 7,69 persen,” kata Farchad Mahfud dalam acara yang diadakan di Jakarta, Rabu.

Pembangunan ruang multifungsi ini juga bertujuan untuk menyambut operasional fase 2A MRT, sekaligus mendukung perayaan lima abad Jakarta. Proyek yang dibiayai sebesar Rp148,2 miliar ini dipimpin oleh PT Integrasi Transit Jakarta. Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan baru yang memperkaya kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) di Bundaran HI.

Pekerjaan yang telah rampung mencakup pemindahan pohon, relokasi utilitas, serta penguatan konstruksi di bawah tanah agar tidak terjadi rembesan. Menurut Farchad, proses koordinasi dengan Distamhut DKI Jakarta telah berjalan lancar terkait pemindahan pohon. “Pekerjaan-pekerjaan seperti pemindahan pohon kita koordinasi dengan Distamhut DKI dan pekerjaan di sisi Plaza Indonesia, Alhamdulillah relokasi utilitas sebagainya sudah bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas kawasan pusat bisnis Jakarta, revitalisasi ini juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum. Farchad menjelaskan bahwa MRT Jakarta sedang menjalankan proses seleksi mitra usaha yang nantinya akan mengisi area extended concourse setelah beroperasi. “Proses seleksi mitra juga sedang kita lakukan, sehingga pada saat operasi nanti itu bisa kita seleksi. Pada saat operasi nanti di 2027, kita berharap ini sudah bisa langsung fungsional,” ujarnya.

Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, yang berada di kedalaman 18 meter di bawah permukaan tanah, merupakan salah satu stasiun terpadat di fase 1 jalur utara selatan. Dalam rata-rata, jumlah pelanggan mencapai sekitar 450-500 ribu per bulan. Angka ini diperkirakan akan meningkat signifikan ketika fase 2A segmen 1 Bundaran HI-Monas mulai beroperasi pada 2027. Revitalisasi ini menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi operasional fase 2A segmen 2, yang direncanakan selesai pada 2029.

Strategi Pengembangan Berbasis Transit

Proyek revitalisasi ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga strategi pengembangan berbasis transit yang menyesuaikan kebutuhan kota modern. Farchad menegaskan bahwa ruang multifungsi yang dihasilkan akan menjadi wadah kegiatan ekonomi, budaya, serta sosial, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di sekitar stasiun. “Kita mengharapkan ruang ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan menarik pengguna transportasi umum untuk lebih betah berada di area kota pusat,” jelasnya.

Dalam konteks kota Jakarta yang terus berkembang, revitalisasi Stasiun Bundaran HI dianggap sebagai langkah penting untuk mendorong keterpaduan transportasi dan pengembangan kawasan. Dengan menyatukan fasilitas umum, layanan bisnis, serta ruang hijau, proyek ini diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih dinamis dan ramah lingkungan. Selain itu, penambahan area seperti plaza, area kafe, atau kios penjualan barang juga dijadwalkan untuk dilakukan dalam tahap selanjutnya.

Sebagai bagian dari transisi ke fase 2A, proyek ini juga bertujuan memperkuat koneksi antara stasiun MRT dengan fasilitas luar ruangan dan jalan raya. Farchad menyebut bahwa integrasi ini penting untuk memastikan bahwa pengguna MRT tidak hanya dapat menikmati transportasi cepat, tetapi juga akses ke berbagai layanan di sekitar stasiun. “Kita ingin stasiun ini menjadi pusat aktivitas yang bisa diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pengguna kendaraan pribadi maupun pejalan kaki,” katanya.

Peran Pemerintah Daerah dalam Proyek

Colaborasi antara PT MRT Jakarta dengan instansi terkait, seperti Distamhut DKI Jakarta, menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Pemindahan pohon, misalnya, dilakukan secara hati-hati untuk memastikan bahwa tumbuhan penting tidak hilang. Proses ini juga melibatkan penyesuaian dengan kebutuhan lingkungan dan estetika kota.

Di sisi Plaza Indonesia, pekerjaan relokasi utilitas telah selesai sesuai jadwal. Farchad menyatakan bahwa langkah ini memudahkan penguatan konstruksi di bawah tanah, sehingga mencegah risiko kebocoran air atau kerusakan struktur. “Kita optimistis bahwa ruang multifungsi ini akan menjadi pusat kegiatan yang berguna untuk masyarakat sekitar dan pengguna MRT,” tambahnya.

Revitalisasi ini juga dirancang untuk mendukung rencana pembangunan Kota Jakarta yang lebih ramah lingkungan. Dengan mengintegrasikan kebutuhan transportasi umum dan kehidupan perkotaan, proyek tersebut diharapkan menciptakan ruang publik yang multifungsi. Selain itu, keterlibatan perusahaan mitra usaha di area tersebut dianggap mampu memperkaya ekosistem ekonomi sekitar stasiun, sekaligus menawarkan pengalaman pengguna yang lebih lengkap.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam jangka panjang, Farchad menegaskan bahwa revitalisasi Stasiun Bundaran HI akan menjadi contoh baik dalam pengembangan kawasan berorientasi transit. “Kita ingin kawasan ini bisa menjadi pusat utama yang menghubungkan berbagai kebutuhan masyarakat, dari transportasi hingga perdagangan dan budaya,” ujarnya.

Dengan menyelesaikan proyek pada Juni 2027, tepat pada momen perayaan lima abad Jakarta, ini menjadi momen penting untuk menunjukkan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur transportasi umum. Farchad menyebut bahwa proyek tersebut akan meningkatkan kenyamanan pengguna MRT, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan mitra usaha. “Kita berharap, ruang ini bisa menjadi sarana peningkatan kualitas hidup warga Jakarta,” tambahnya.

Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi MRT Jakarta untuk menjaga konsistensi operasional dan menarik lebih banyak penumpang. Dengan