Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia jadi ruang penguatan ekonomi rakyat

Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia sebagai Ruang Penguatan Ekonomi Rakyat

Komisi VII DPR – Di Cimahi, Jawa Barat, pada hari Jumat, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan bahwa nonton bareng Piala Dunia 2026 bisa menjadi platform untuk edukasi, memperkuat rasa kebersamaan, dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menyatakan bahwa momen besar seperti Piala Dunia memberikan kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang memperkaya kehidupan sosial dan ekonomi.

Peluang Ekonomi untuk Masyarakat Lokal

Kegiatan nonton bareng, kata Saleh, menjadi momen penting bagi para pengusaha kecil, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, setiap acara nobar bisa menjadi kesempatan bagi pedagang makanan, minuman, dan berbagai barang kebutuhan lainnya untuk meningkatkan penjualan. “Dengan memaksimalkan acara ini, masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dalam bentuk penggerakan ekonomi,” tambahnya.

“Momen besar seperti Piala Dunia dianggap sebagai peluang untuk mendorong pengembangan perekonomian rakyat. Setiap kegiatan nonton bareng dapat melibatkan pedagang makanan, minuman, dan berbagai usaha kecil lainnya,” jelas Saleh Partaonan Daulay.

Kemudian, ia menyoroti peran Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam menyiarikan pertandingan Piala Dunia. “Kita bersyukur karena hak siar Piala Dunia diberikan kepada TVRI. Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi rakyat Indonesia untuk melakukan selebrasi dan menikmati tontonan berkelas dunia,” ujarnya.

Kehadiran TVRI, menurut Saleh, memungkinkan berbagai lapisan masyarakat untuk berkumpul dan menikmati pertandingan secara bersama, sehingga memperkuat ikatan komunitas. Ia menegaskan bahwa kegiatan nobar tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi ekonomi. “Dengan memanfaatkan momentum ini, masyarakat bisa berinteraksi secara sosial dan sekaligus menggerakkan pasar lokal,” tambahnya.

Momen Kebersamaan untuk Kepentingan Nasional

Komisi VII DPR juga berharap kegiatan nobar menjadi sarana untuk membangun rasa kebangsaan. “Piala Dunia bisa menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan rakyat Indonesia, terutama melalui pertandingan yang dipandu oleh TVRI,” kata Saleh. Ia menilai, selain membangun komunitas, kegiatan ini juga bisa memperkenalkan budaya dan semangat olahraga kepada generasi muda.

“Momentum Piala Dunia ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Setiap kegiatan nonton bareng dapat melibatkan pedagang makanan, minuman, serta berbagai usaha kecil lainnya,” jelas Saleh Partaonan Daulay.

Saleh menjelaskan bahwa kegiatan nobar bisa digelar di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat warga hingga ruang publik luas. “Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat merasakan kegembiraan dan semangat kebersamaan dalam menyambut dan menikmati Piala Dunia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seluruh tingkatan masyarakat, dari lapisan bawah hingga menengah, bisa terlibat secara aktif dalam acara ini.

Menurut Saleh, partisipasi masyarakat dalam nobar juga memberikan ruang bagi pengusaha kecil untuk menampilkan inovasi produk dan layanan. “Pelaku usaha mikro dan kecil bisa memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan berbagai kebutuhan acara, seperti makanan ringan, minuman, atau jasa catering, yang bisa menarik minat pembeli,” katanya. Ia menekankan bahwa perputaran ekonomi akan semakin meningkat jika jumlah kegiatan nobar terus digelar secara massif.

Pelaku Usaha Kecil: Kunci Penguatan Ekonomi

Keberhasilan penguatan ekonomi rakyat, menurut Saleh, bergantung pada keterlibatan pelaku usaha kecil. “UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya nobar, mereka bisa menjadi bagian dari kegiatan nasional yang menguntungkan masyarakat secara luas,” ujarnya. Ia mencontohkan bahwa para penjual makanan dan minuman bisa meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas jaringan bisnis mereka.

“Selain sebagai sarana hiburan dan kebersamaan, kegiatan nobar juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat terlibat dalam penyediaan makanan, minuman, serta kebutuhan acara lainnya,” ujarnya.

Kegiatan nobar yang digelar di berbagai daerah, kata Saleh, bisa menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan. “Semakin banyak acara yang diadakan, semakin besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil yang menyediakan kebutuhan pendukung acara,” jelasnya. Ia menilai, ini merupakan langkah konkret untuk menghidupkan perekonomian masyarakat secara bersama-sama.

Dalam wawancara tersebut, Saleh juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan hak siar Piala Dunia kepada TVRI. “Ini membuka akses luas bagi rakyat Indonesia untuk menyaksikan pertandingan secara langsung, sehingga meningkatkan keterlibatan masyarakat,” katanya. Ia berharap, kegiatan nobar bisa menjadi sarana untuk membangun semangat nasional dan ekonomi secara seimbang.

Komisi VII DPR menyarankan agar kegiatan nobar dikelola secara sistematis agar manfaat ekonomi dapat dirasakan maksimal. “Dengan memperbanyak lokasi nobar, khususnya di daerah-daerah yang kurang terjangkau, masyarakat bisa saling berinteraksi dan meningkatkan perekonomian lokal,” ujarnya. Saleh juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha kecil dalam memaksimalkan potensi ekonomi dari Piala Dunia.

Menurut Saleh, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya olahraga dan budaya kebersamaan. “Selain hiburan, nobar juga bisa menjadi ruang edukasi, seperti membahas sejarah pertandingan atau kisah pemain yang menarik,” katanya. Ia berharap, rakyat Indonesia bisa menikmati Piala Dunia bukan hanya secara visual, tetapi juga secara emosional dan ekonomi.

Komisi VII DPR menyatakan bahwa dengan memanfaatkan momentum Piala Dunia, ekonomi rakyat bisa bergerak lebih cepat. “Nobar menjadi jembatan antara kegiatan sosial dan ekonomi, yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Saleh. Ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia layak merasakan man