What Happened During: Joe Taslim ungkap alasan jatuh cinta dengan peran di “The Furious”

Joe Taslim Buka Rahasia Peran Navin di “The Furious”

What Happened During – Jakarta, 5 Juni – Aktor Joe Taslim membagikan latar belakang pengalaman membintangi karakter Navin dalam film thriller aksi Hong Kong terbarunya, “The Furious,” yang akan memulai tayang di bioskop Indonesia pada 17 Juni 2026. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Jumat (5/6) malam, Joe menjelaskan bahwa alasan utamanya tertarik memerankan sosok ini terletak pada sifat yang lebih manusiawi dan emosional dibandingkan peran-peran aksi yang sebelumnya ia perankan.

Perbedaan Karakter yang Menarik

Joe menyebutkan bahwa dalam proyek sebelumnya, seperti “The Night Comes for Us” dan “Mortal Kombat,” ia memainkan karakter-karakter yang memiliki kekuatan fisik ekstrem dan kemampuan bela diri yang hampir tak terbantahkan. “Di ‘The Night Comes for Us,’ karakternya sangat dominan, sanggup menghadapi 100 orang sekaligus tanpa ragu, sementara Ninjutsu dalam ‘Mortal Kombat’ menampilkan sosok yang juga sangat luar biasa dalam teknik bela diri,” ujarnya. Namun, di “The Furious,” Navin adalah seorang suami yang berjuang mencari istrinya yang hilang, bukan untuk menaklukkan dunia, melainkan bertahan hidup.

“Aku merasa ini sesuatu yang baru saat memerankan karakter dia, seorang suami mencari istrinya yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Dia bisa membela diri, tapi kita lihat dalam pertempuran dia adalah ‘survivor,’” tambah Joe.

Karakter Realistis dengan Sisi Emosional

Karakter Navin dirancang dengan pendekatan yang lebih realistis, menurut Joe. Meski memiliki latar belakang masa kecil yang pernah berlatih judo, sosok ini digambarkan sebagai jurnalis yang tidak terlihat sebagai ahli bela diri profesional atau mantan anggota pasukan khusus. “Navin bukan orang yang ingin menunjukkan kekuatan, melainkan seseorang yang memiliki sifat mulia dan ingin menyelamatkan anak-anak,” jelasnya. Hal ini membuatnya merasa lebih terhubung dengan peran tersebut.

Dalam film, Navin mengalami proses jatuh bangun sepanjang perjalanan ceritanya. Setiap pertarungan yang dilalui oleh tokoh ini bukan sekadar adegan laga, tetapi juga refleksi dari konflik emosionalnya. “Kemenangan dalam film sebelumnya sering kali bisa diprediksi, tapi di sini, Navin adalah orang yang bertahan hidup, bukan untuk menang, melainkan untuk bertahan,” tambah Joe. Aspek ini menjadi daya tarik tersendiri bagi aktor berusia 38 tahun itu.

Kisah Cinta dan Pertarungan dalam “The Furious”

Film yang baru saja meraih rating 100 persen di situs Rotten Tomatoes tersebut menceritakan kisah tentang Wang Wei (diperankan oleh Xie Miao), seorang pedagang sederhana yang kehilangan putrinya akibat penculikan oleh sindikat perdagangan manusia. Dalam upayanya menyelamatkan anak-anak tak berdosa, Wang Wei bertemu dengan Navin, seorang jurnalis investigasi yang memiliki misi pribadi untuk membongkar penyebab kehilangan istrinya.

“Daripada mencoba menjadi ‘badass’ dia lebih emosional, lebih empati, dari cara dia bertarung, secara manusia juga dia sangat-sangat noble, orang yang mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan anak-anak itu adalah sesuatu tujuan hidup yang luar biasa, dan itu mengapa aku jatuh cinta sama karakter ini,” imbuh Joe.

Pertarungan brutal dan aksi laga yang terus-menerus dalam “The Furious” menjadi elemen utama yang menonjol. Joe menekankan bahwa peran Navin menggabungkan dua aspek: kekuatan fisik yang diperlukan untuk bertahan hidup, serta emosi yang muncul dari rasa cinta dan ketakutan akan kehilangan keluarga. “Karakter ini membuatku merasa seperti sedang berjuang bersama kehidupan seorang ayah yang ingin menemukan anaknya,” katanya.

Joe juga menyebutkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya bermain dalam film aksi yang mengutamakan sisi emosional. “Saya tidak pernah membayangkan bahwa ada film aksi yang bisa menampilkan kekuatan fisik sekaligus kedalaman emosional seperti ini,” ujarnya. Kombinasi antara adegan pertarungan dan cerita yang menggambarkan kehidupan seorang suami dan ayah menjadi daya tarik unik yang ia rasakan dalam film ini.

Detail Cerita dan Sinematografi

Dalam plot film, Navin tidak hanya mempertahankan dirinya, tetapi juga berjuang untuk menemukan istrinya yang hilang. Konflik batin yang dialami tokoh ini menjadi inti dari kisahnya, dari awal hingga akhir. “Aku terus menggali pertanyaan yang menghantuiku: apakah istrinya masih hidup atau sudah mati?” ceritanya. Pertanyaan ini menggambarkan kecemasan dan kepedulian yang terus-menerus mengiringi perjalanan Navin.

Pertarungan dalam film tidak hanya menampilkan keahlian bela diri, tetapi juga kelemahan manusiawi yang membuat karakter lebih relatable. “Saya merasa, setiap kali Navin mengalami luka, itu seperti melihat perjuangan nyata seorang manusia, bukan hanya tokoh super hero,” terang Joe. Hal ini berbeda dengan peran sebelumnya yang lebih berfokus pada kekuatan eksternal.

Peluncuran dan Harapan Joe Taslim

“The Furious” yang dibintangi Joe Taslim dan Yayan Ruhian ini diharapkan bisa memberikan pengalaman baru bagi penonton. Dengan narasi yang menggabungkan aksi dan emosi, film ini ditargetkan menjadi karya yang menarik perhatian penggemar aksi sekaligus menawarkan kisah yang dalam. Joe mengungkapkan bahwa ia sangat antusias untuk menyelesaikan film ini dengan memperlihatkan sisi manusiawi dari Navin, sambil tetap menjaga kehebatan dalam pertarungan.

Peluncuran film pada 17 Juni 2026 dianggap sebagai momen penting bagi Joe. “Aku senang bisa menyelesaikan proyek ini dengan cara yang tidak biasa, yaitu menampilkan karakter yang seimbang antara kekuatan dan emosi,” katanya. Joe berharap film ini bisa menjadi kebanggaan untuk para penonton Indonesia, khususnya penggemar aksi yang ingin menikmati cerita yang lebih bermakna.

Dalam “The Furious,” Joe Taslim menunjukkan perubahan dalam gaya aktingnya. Ia tidak hanya menekankan kekuatan fisik, tetapi juga kedalaman emosional yang muncul dari konflik antara cinta, rasa tanggung jawab, dan keinginan untuk bertahan hidup. Film ini dianggap sebagai langkah baru dalam kariernya, menurut Joe. “Ini bukan sekadar film aksi, tapi juga cerita tentang kehidupan seorang manusia yang berjuang di tengah kesulitan,” pungkasnya.