Buford bawa Pelita Jaya kalahkan Dewa di laga kedua semifinal IBL 2026
Pelita Jaya Jakarta Torehkan Kemenangan di Laga Semifinal IBL 2026
Buford bawa Pelita Jaya kalahkan Dewa – Menjelang babak semifinal IBL 2026, Pertandingan kedua antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten berlangsung di GMSB, Jakarta Selatan, Senin (9/6). Pertandingan ini menjadi bagian dari seri best-of-five, dengan skor akhir 93-79 mengantarkan Pelita Jaya ke kemenangan penting. Hasil ini membuat kedua tim saling imbang dalam babak semifinal, dengan 1-1 poin per pertandingan.
Buford Menjadi Bintang dengan Triple-Double Penuh Dominasi
Perrin Levon Buford, pemain small forward Pelita Jaya, tampil sebagai penentu kemenangan timnya. Dalam pertandingan tersebut, Buford mencatatkan prestasi luar biasa dengan mengumpulkan 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist. Tidak hanya itu, ia juga berhasil mengambil tiga steal, menunjukkan kontrol yang kuat atas pertandingan. Statistik ini menjadikannya pemain dengan total poin tertinggi, baik dibandingkan rekan setim maupun lawan.
Satu hal yang menarik dari Buford adalah kemampuannya mengubah momentum pertandingan. Sejak awal kuarter, ia memperlihatkan dominasi dengan beberapa gerakan yang efektif, seperti pull up jump shot, driving lay up, dan free throw. Kombinasi ini membuat Pelita Jaya langsung unggul 5-0, mengontrol alur permainan hingga akhir kuarter. Skor kuarter pertama mencapai 26-18, dengan Pelita Jaya yang dipimpin oleh pelatih David Singleton menguasai situasi.
Dewan United Banten Berhasil Memperkecil Ketertinggalan
Dalam kuarter kedua, Dewa United Banten mencoba bangkit. Perpaduan antara Troy Akeem Gillenwater, Donell Cooper, Dio Tirta, Hardianus Lakudu, dan Joshua Ibarra menghasilkan permainan yang lebih intens. Gillenwater, yang berposisi power forward, menjadi andalan tim tamu dengan 23 poin dan tujuh rebound. Namun, keunggulan Pelita Jaya tetap terjaga, dengan skor 44-41 akhir kuarter kedua.
Usai halftime, Pelita Jaya menunjukkan strategi yang lebih matang. Mereka tidak ingin kembali tertinggal seperti pertandingan pertama yang berlangsung pada Sabtu (6/6). Buford tetap menjadi tulang punggung, tetapi kini didukung oleh Darious Lee Moten dan Jeff Withey. Moten bermain sangat produktif dengan mencetak angka melalui floating jump shot, driving lay up, serta tembakan tiga angka yang memperbesar jarak keunggulan.
Withey, yang dikenal sebagai big man, juga tampil luar biasa. Ia bahkan melengkapi kemenangan dengan alley-oop dunk setelah menerima assist dari Buford di sisa waktu 3 menit 51 detik. Gerakan ini menjadi simbol kekompakan tim, sekaligus mengingatkan bahwa Pelita Jaya siap mempertahankan dominasi mereka.
Pertandingan Lanjutan Akan Digelar di Arena Dewa United
Laga ketiga dan keempat semifinal IBL 2026 akan berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang, Banten, pada Kamis (11/6) dan Sabtu (13/6) pukul 19.00 WIB. Jika masih diperlukan, laga kelima akan digelar kembali di kandang Pelita Jaya Jakarta. Skenario ini memberi peluang bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi dan memperkecil ketertinggalan.
Dalam pertandingan tersebut, atmosfer yang memanas ditunjukkan oleh penonton yang antusias. Meski Dewa United berusaha mengejar ketertinggalan, Pelita Jaya tetap menguasai alur permainan. Buford dan rekan-rekannya menunjukkan ketangguhan, dengan skor akhir 93-79 yang membawa mereka mengunci kemenangan di laga kedua semifinal.
Keberhasilan ini menjadi katalisator semangat bagi pelatih David Singleton dan timnya. Dengan performa yang konsisten, Pelita Jaya Jakarta memperlihatkan potensi untuk melangkah lebih jauh. Sementara itu, Dewa United Banten perlu memperbaiki strategi mereka, terutama di babak kedua, agar bisa meraih kemenangan di pertandingan berikutnya.
Analisis Kinerja Tim dan Perkembangan Pertandingan
Buford tidak hanya menjadi bintang individu, tetapi juga memimpin permainan kolektif Pelita Jaya. Ia menciptakan peluang bagi rekan-rekannya dengan assist yang tepat, sekaligus memberikan dampak psikologis pada lawan. Sementara itu, Dewa United Banten menunjukkan adaptasi yang baik, dengan Gillenwater dan Cooper menjadi dua pemain yang paling aktif.
Pertandingan ini juga memperlihatkan perbedaan gaya permainan antara dua tim. Pelita Jaya lebih mengandalkan serangan cepat dan keterampilan individu, sementara Dewa United mencoba menekan dengan pertahanan yang lebih ketat. Meski begitu, kontrol bola yang kuat di kuarter pertama dan keunggulan di kuarter ketiga membuat Pelita Jaya tetap memimpin seri.
Dari segi statistik, Buford mencatatkan performa yang luar biasa, dengan triple-double yang mencerminkan dominasi di berbagai aspek permainan. Angka-angka ini memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengatur ritme dan memperkuat keunggulan tim. Moten dan Withey juga berperan penting, menunjukkan keberagaman talenta dalam skuad Pelita Jaya.
Pertandingan kedua semifinal ini menjadi pengujian bagi kedua tim. Pelita Jaya Jakarta menunjukkan ketangguhan di bawah tekanan, sementara Dewa United Banten berusaha memperbaiki kelemahan mereka. Dengan skor 93-79, Pelita Jaya Jakarta membawa harapan besar untuk melangkah ke babak final, mengingat kesempatan yang mereka miliki untuk menguasai seri.
Di sisi lain, Dewa United Banten tidak menyerah. Mereka menunjukkan kemampuan untuk bangkit, terutama di kuarter kedua. Namun, pelatih Agusti Julbe Bosch perlu memastikan timnya bisa mempertahankan intensitas hingga akhir pertandingan. Jika Dewa United mampu meningkatkan kinerja, pertandingan berikutnya akan menjadi pertarungan sengit.
Kemenangan Pelita Jaya Jakarta di laga kedua semifinal IBL 2026 menjadi langkah penting menuju babak final. Pertandingan ini tidak hanya menunjukkan kekuatan tim, tetapi juga kesiapan mereka menghadapi tantangan berikutnya. Semangat dan strategi yang baik menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh, sekaligus menunjukkan bahwa potensi pertandingan yang lebih menarik masih terbuka.
