Key Strategy: BEI: Implementasi “liquidity provider” saham dorong kenaikan transaksi

BEI: Program “Liquidity Provider” Saham Pemicu Peningkatan Transaksi

Key Strategy – Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa adopsi sistem liquidity provider (LP) saham telah menciptakan peningkatan signifikan pada volume transaksi harian di sejumlah saham yang masuk dalam kuotasi. Penerapan model ini bertujuan memperkuat daya tarik investasi serta memastikan perdagangan menjadi lebih efisien, transparan, dan likuid. Selain itu, BEI juga berharap program ini mendorong kualitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Implementasi LP Saham Sebagai Strategi Peningkatan Likuiditas

Dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta, Selasa, Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa LP saham diharapkan menjadi pilar dalam menciptakan pasar yang lebih seimbang. Menurutnya, kehadiran LP dapat memberikan kestabilan pada kuotasi beli dan jual, sehingga memudahkan investor dalam menjalankan aktivitas transaksi. “Dengan sistem ini, proses pembentukan harga di pasar akan lebih optimal,” tambah Jeffrey.

“Implementasi ini diharapkan dapat mendukung perdagangan yang lebih efisien dengan penyediaan kuotasi beli dan jual yang lebih konsisten di pasar yang dilakukan oleh LP saham, sehingga dapat mempermudah investor dalam bertransaksi dan mendukung proses pembentukan harga yang lebih optimal,” ujar Jeffrey Hendrik.

Jeffrey juga menyoroti respons positif dari anggota bursa (AB) terhadap program LP saham. Sejauh ini, terdapat dua sekuritas yang sudah terlibat, yaitu PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas sejak 4 Mei 2026. “Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP saham, sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di bursa,” papar Jeffrey.

Pelaksanaan Kuotasi Perdana oleh Phintraco Sekuritas

Phintraco Sekuritas memulai aktivitas LP saham dengan menyediakan kuotasi untuk lima saham perusahaan tercatat, meliputi PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). Dalam satu pekan sebelum dan sesudah pelaksanaan, BEI mencatat adanya peningkatan rata-rata transaksi harian pada saham-saham tersebut. Kenaikan nilai transaksi mencapai rentang antara 25,98 persen hingga 119,44 persen.

“Kami melihat bahwa kegiatan LP saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Jeffrey Hendrik.

Jeffrey menyatakan bahwa program LP saham menjadi bagian dari upaya BEI dalam memperkuat struktur pasar dan meningkatkan kualitas perdagangan. Dia menambahkan, bahwa penerapan sistem ini juga mencerminkan komitmen untuk mendorong market deepening di bursa. “Kolaborasi antara bursa, AB, emiten, asosiasi, dan investor akan menjadi faktor penting dalam mempercepat efektivitas program LP saham ke depan,” lanjutnya.

Peran dan Tantangan dalam Penerapan LP Saham

Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas Ferawati menjelaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam program LP saham merupakan bentuk komitmen untuk memainkan peran strategis dalam pengembangan pasar modal. Menurutnya, sejak awal implementasi, terdapat indikasi peningkatan yang menggembirakan. “Perkembangan LP saham menunjukkan arah yang positif untuk memperkuat struktur perdagangan di bursa,” ujarnya.

“Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara bursa, AB, perusahaan tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan,” ujar Ferawati.

Ferawati menambahkan bahwa tantangan utama dalam menjalankan LP saham adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah kondisi pasar yang dinamis. “Karena itu, aktivitas LP membutuhkan disiplin trading, dukungan teknologi, serta pengelolaan risiko yang kuat agar likuiditas yang tercipta dapat tetap sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pihaknya telah mempersiapkan berbagai aspek, termasuk infrastruktur sistem, kesiapan tim dealing, serta kerangka manajemen risiko untuk memastikan kuotasi dapat berjalan optimal. Ferawati menegaskan bahwa LP saham tidak hanya fokus pada penyediaan kuotasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel.

Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan Program LP Saham

Jeffrey Hendrik menyoroti bahwa keberhasilan program LP saham bergantung pada kerja sama yang erat antara berbagai pihak, termasuk BEI, anggota bursa, emiten, asosiasi, dan investor. “Kolaborasi ini akan memastikan manfaat LP saham dirasakan secara luas oleh seluruh pelaku pasar,” tambahnya.

Menurut Ferawati, pelaksanaan program LP saham memerlukan peran aktif seluruh pihak terkait. “Dukungan dari seluruh lini penting untuk mencapai efektivitas maksimal,” ujarnya. Kehadiran LP saham, menurutnya, juga membuka peluang untuk menarik lebih banyak investor karena meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar.

Di sisi lain, BEI terus berupaya memperluas partisipasi AB dalam program ini. Mereka mengharapkan jumlah perusahaan yang bergabung meningkat seiring peningkatan pemahaman mengenai manfaat LP saham. “Keberhasilan jangka panjang program ini akan tercapai jika semua pihak bekerja sama secara harmonis,” tutur Jeffrey.

Kebijakan LP saham dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Ferawati optimis bahwa dengan adopsi sistem ini, kemungkinan peningkatan likuiditas dan kualitas transaksi akan terus bertambah. “Kolaborasi yang solid akan menjadi jaminan utama bagi kelanjutan program ini,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, BEI yakin program LP saham akan berdampak signifikan pada dinamika pasar. Selain itu, aktivitas ini juga diharapkan mendorong penguatan institusi keuangan dan meningkatkan partisipasi investor domestik. Dengan pendekatan terstruktur dan konsistensi dalam penerapan, BEI bersama seluruh pelaku pasar akan dapat menciptakan lingkungan investasi yang lebih stabil dan menarik.