Main Agenda: RUPST Tower Bersama Infrastructure setujui dividen Rp1,06 triliun

RUPST Tower Bersama Infrastructure Setujui Pembagian Dividen Rp1,06 Triliun

Main Agenda – Jakarta – Dalam pertemuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta, Selasa, Emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) resmi menyetujui pengalihan keuntungan berupa pembagian dividen tunai sebesar Rp1,06 triliun. Jumlah ini setara dengan Rp47 per saham, yang akan dibayarkan kepada seluruh pemegang saham yang terdaftar pada akhir periode pencatatan. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membagi hasil keuntungan tahun 2025 kepada para investor.

Dalam pengumuman resmi, Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen tersebut akan diterapkan pada tanggal 9 Juli 2026. Pemegang saham yang terdaftar pada tanggal recording date 22 Juni 2026 akan menjadi penerima manfaat dari pembagian keuntungan tersebut. Selain itu, TBIG juga menjadwalkan distribusi dividen pada 9 Juli 2026, dengan periode cum dividen yang berakhir pada 18 Juni 2026. Kedua tanggal tersebut menjadi acuan penting dalam proses pembagian dana.

“Dividen tunai sebesar Rp47 per saham akan didistribusikan pada 9 Juli 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal recording date 22 Juni 2026,” ujar Helmy Yusman Santoso dalam keterangan resminya.

Keputusan ini mencerminkan performa keuangan TBIG yang stabil selama tahun 2025. Dengan laba bersih mencapai Rp1,42 triliun, perseroan memutuskan untuk mengalokasikan sebagian dari laba tersebut sebagai dividen. Dalam RUPST, para pemegang saham juga menyetujui rencana penerbitan surat utang (notes) dalam mata uang asing, dengan total pokok sebesar 900 juta dolar AS. Penerbitan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan dan mengelola dana untuk investasi di masa depan.

Penerbitan surat utang akan dilakukan dalam satu atau beberapa tahap dalam jangka 12 bulan setelah persetujuan RUPST. Transaksi ini dianggap sebagai aktivitas material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dengan angka 900 juta dolar AS, perusahaan menunjukkan komitmen untuk memperluas operasional dan memastikan daya saing di pasar internasional.

Penjualan Menara Telekomunikasi Berkontribusi pada Kinerja Keuangan

Seiring dengan pembagian dividen, TBIG mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 0,61 persen secara tahunan (yoy) hingga mencapai Rp6,9 triliun pada 2025. Angka ini sedikit lebih tinggi dari pendapatan Rp6,86 triliun yang tercatat di akhir 2024. Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh bisnis inti perusahaan, yaitu penyewaan menara telekomunikasi. Meski terdapat fluktuasi di sektor keuangan, bisnis utama TBIG tetap menjadi tulang punggung penerimaan.

Salah satu faktor kunci yang mendukung kinerja keuangan perusahaan adalah keberlanjutan bisnis inti. Pendapatan utama berasal dari operator besar seperti PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Ketiga perusahaan tersebut menjadi mitra utama dalam pengoperasian menara, sehingga berkontribusi signifikan pada peningkatan laba bersih sebesar 4,79 persen (yoy) pada tahun 2025.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Helmy Yusman Santoso menyebutkan bahwa kinerja finansial TBIG tetap solid meskipun terdapat tantangan di pasar global. Pertumbuhan pendapatan yang relatif stabil mencerminkan daya tahan perusahaan dalam menghadapi perubahan ekonomi. Namun, keuntungan yang lebih tinggi terjadi karena efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan dari layanan tambahan yang diberikan kepada para pelanggan.

Pembagian Dividen sebagai Penghargaan atas Kontribusi Pemegang Saham

Pembagian dividen Rp1,06 triliun dianggap sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi pemegang saham dalam mendukung pertumbuhan TBIG selama beberapa tahun terakhir. Keputusan ini juga mencerminkan keseimbangan antara pengembalian modal kepada investor dan alokasi dana untuk pengembangan jangka panjang. Dengan ratio pembagian dividen sebesar 74 persen, perusahaan menunjukkan komitmen untuk memberikan hasil yang signifikan kepada para pemegang saham.

Proses distribusi keuntungan ini memerlukan tahapan yang ketat. Pemegang saham yang terdaftar pada DPS pada tanggal recording date 22 Juni 2026 akan menjadi penerima utama dari pembagian dana. Sementara itu, tanggal cum dividen 18 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi para investor untuk memperoleh hak atas pembagian keuntungan. Hal ini memastikan bahwa saham yang tercatat pada hari tertentu akan mendapatkan keuntungan tersebut.

Pembagian dividen juga menjadi indikator penting bagi investor dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Dengan tingkat pembagian yang cukup tinggi, TBIG menunjukkan komitmen untuk memprioritaskan kepuasan pemegang saham. Selain itu, keputusan ini berdampak positif pada reputasi perusahaan sebagai investasi yang menguntungkan. Para pemegang saham dapat menikmati hasil dari pertumbuhan yang berhasil dicapai TBIG.

Strategi Ekspansi dengan Surat Utang Asing

Di samping pembagian dividen, TBIG juga mengumumkan rencana penerbitan sur