Giselle aespa cerita berat badan hingga gejala ADHD
Giselle aespa Cerita Berat Badan dan Gejala ADHD
Giselle aespa cerita berat badan hingga – Dalam wawancara terbaru yang diberitakan oleh Korea Times (8/6), anggota grup K-Pop aespa, Giselle, secara terbuka menceritakan kondisi kesehatannya, termasuk perubahan berat badan yang dialaminya selama beberapa tahun terakhir. Ia juga menyebutkan bahwa gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memengaruhi pola hidup dan rutinitasnya, termasuk cara ia mengatur makanan. Penjelasannya ini menimbulkan perhatian publik, terutama terkait penampilan fisiknya yang terlihat lebih ramping dibandingkan masa lalu.
Kesehatan dan Perubahan Tubuh
Giselle menyatakan bahwa banyak orang memperhatikan bentuk tubuhnya, terutama dalam industri musik yang sangat memperhatikan penampilan. “Banyak orang menyoroti penampilanku,” katanya, menegaskan bahwa idol K-pop sering kali menjadi bahan perbincangan publik tentang penampilan fisik mereka. Ia mengakui bahwa dalam tujuh tahun terakhir, berat badannya mengalami penurunan hingga sekitar 10 kilogram. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut adalah hal yang wajar, bukan kehilangan berat badan yang tidak sehat.
“Fluktuasi berat badan adalah hal yang normal. Aku pernah bertambah berat badan, dan aku juga pernah menurunkannya. Dalam tujuh tahun terakhir, aku kehilangan sekitar 10 kilogram. Banyak hal berubah seiring bertambahnya usia,” ujar Giselle.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa orang sudah mengetahui kondisi ADHD-nya, meski belum banyak yang menyadarinya. Menurutnya, gejala ini membuatnya kadang-kadang tidak merasakan lapar, sehingga pola makan bisa terganggu. “Orang-orang yang mengenalku dengan baik sebenarnya sudah tahu, tapi aku memiliki gejala ADHD, jadi kadang-kadang aku bahkan tidak merasa lapar,” imbuhnya.
Gejala ADHD dan Pengaruhnya
ADHD adalah kondisi perkembangan saraf yang bisa memengaruhi kemampuan fokus, pengendalian impuls, dan kesadaran terhadap sinyal tubuh seperti rasa lapar. Giselle menjelaskan bahwa gejala ini sering kali membuatnya mengalami kebingungan dalam mengatur makan, terutama ketika sedang sibuk atau stres. “ADHD membuatku terkadang tidak menyadari kebutuhan tubuh, termasuk rasa lapar,” katanya. Hal ini berdampak pada pola hidupnya, termasuk gaya makan yang bisa berubah drastis.
Menanggapi kekhawatiran fans yang menganggap penurunan berat badannya sebagai hal yang berlebihan, Giselle mengatakan bahwa ia sedang berusaha menambah berat badan dan meningkatkan energinya. “Secara pribadi, aku merasa energiku kurang. Aku sedang berusaha menaikkan berat badan. Sejujurnya, aku memang tidak pernah memiliki stamina yang terlalu baik,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa hal ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga kesehatan fisik dan mental yang harus dijaga.
Kebiasaan Makan dan Pemikiran Baru
Kecintaannya terhadap makanan manis dan panganan bergizi tinggi terus terlihat, meski ia sedang berusaha mengatur berat badan. Giselle menyebutkan bahwa ia kini mulai tertarik pada pancake, yang menjadi pilihan makanan favoritnya belakangan ini. “Aku sedang suka sekali pancake akhir-akhir ini. Aku memakannya setiap hari,” katanya, mengungkapkan bahwa makanan ini menjadi bagian dari usaha menyeimbangkan kebutuhan energi dan selera pribadinya.
Dalam menjalani hidup sebagai idol, Giselle mengakui bahwa tekanan untuk terlihat ideal sering kali membuatnya merasa kewalahan. Namun, ia percaya bahwa perubahan bentuk tubuh yang dialaminya adalah bagian dari proses pertumbuhan dan pengembangan diri. “Kami harus bisa mengelola kebutuhan tubuh sendiri, termasuk mengatur pola makan. Ini tidak hanya tentang penampilan, tapi juga tentang kesehatan jangka panjang,” tambahnya.
Giselle juga menyoroti bagaimana ADHD memberinya pelajaran penting dalam mengatur waktu dan energi. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa dirinya untuk lebih konsisten dalam menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan makan yang terlalu impulsif. “Dengan ADHD, aku belajar untuk lebih mengedepankan kebutuhan tubuh, meski terkadang sulit,” ujar Giselle. Ia berharap bahwa ceritanya bisa memberi inspirasi bagi orang lain yang mengalami kondisi serupa.
Pada akhir wawancara, Giselle mengungkapkan bahwa ia sedang dalam proses penyesuaian, baik secara fisik maupun mental. Ia menegaskan bahwa kehilangan berat badan bukanlah masalah, asalkan dilakukan secara seimbang dan dengan dukungan dari tim medis. “Aku ingin menunjukkan bahwa perubahan tubuh bisa terjadi secara alami, dan itu tidak selalu berarti kurang sehat,” katanya, menambahkan bahwa ia berusaha menjaga keseimbangan antara karier dan kesehatannya.
Kecintaan Giselle terhadap makanan manis dan pancake juga menjadi cerminan dari kebiasaan makan yang sedang ia ubah. Meski sebelumnya ia sering memakannya secara berlebihan, kini ia mencoba menyesuaikan jumlah porsi. “Pancake adalah pilihan yang enak dan sehat, jadi aku bisa menikmatinya tanpa merasa bersalah,” imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia sedang belajar untuk menyeimbangkan antara selera pribadi dan kebutuhan tubuh.
Dalam dunia K-Pop yang bergerak cepat, Giselle mengakui bahwa setiap idol harus bisa menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan, termasuk tekanan untuk terlihat sempurna. Namun, ia berpendapat bahwa keberhasilan seorang idol tidak hanya tergantung pada bentuk tubuh, tetapi juga pada konsistensi dan kepercayaan diri dalam menjalani hidup. “Aku percaya bahwa berat badan yang ideal adalah yang membuat aku nyaman, bukan yang terlihat sempurna di mata orang lain,” tuturnya.
Giselle menegaskan bahwa usaha untuk menjaga kesehatannya adalah bagian dari perjalanan pribadinya, dan ia tidak ingin membiarkan penampilan fisiknya menjadi satu-satunya penilaian. Dengan berbagi pengalaman pribadinya, ia berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama remaja, untuk lebih memahami bahwa perubahan berat badan bisa terjadi secara alami, dan ADHD adalah bagian dari keunikan setiap individu.
Menurutnya, keseimbangan dalam kehidupan adalah kunci utama. “Mengelola ADHD dan berat badan membutuhkan kesabaran, tetapi aku yakin itu bisa dicapai,” ujar Giselle. Ia juga mengungkapkan bahwa kebiasaan makan yang baik tidak selalu berarti menghindari makanan manis, tetapi lebih pada kesadaran diri terhadap kebutuhan tubuh dan cara mengonsumsinya.
Secara keseluruhan, Giselle menegaskan bahwa ia merasa lega karena bisa berbicara tentang kondisi kesehatannya tanpa merasa tertekan. “Aku ingin orang lain tahu bahwa kehilangan berat badan dan gejala ADHD adalah hal yang wajar, dan tidak selalu berarti ada masalah,” katanya. Dengan berbagi cerita ini, ia berharap bisa memberikan ruang bagi pembicaraan yang lebih se
