What Happened During: Pemprov Kepri dan BPJN gesa perbaikan jalan jelang Tour de Bintan 2026
Pemprov Kepri dan BPJN Gesa Perbaikan Jalan untuk Dukung Tour de Bintan 2026
What Happened During – Tanjungpinang, Kepri – Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tengah fokus pada perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan sebelum acara olahraga wisata sepeda internasional “Tour de Bintan” 2026 yang direncanakan berlangsung pada Agustus tahun ini. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa peningkatan kualitas jalan menjadi prioritas utama, mengingat jalur lomba akan dilintasi ratusan pesepeda dari berbagai negara. Upaya ini bertujuan mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan selama pelaksanaan even yang diharapkan mampu memperkuat citra Bintan sebagai destinasi pariwisata dan olahraga.
Meningkatkan Kualitas Jalur Lomba
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyatakan, pelaksanaan Tour de Bintan 2026 akan berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus di Lagoi Bay, Bintan Resorts. Event ini dikenal sebagai salah satu aktivitas sport tourism unggulan Kepri, yang berpotensi menarik minat wisatawan internasional serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal. Menurut Hasan, perbaikan jalan merupakan bagian penting dari persiapan acara tersebut, karena akan menjadi faktor penentu keberhasilan kegiatan yang dianggap sebagai ajang kebanggaan daerah.
“Pemeliharaan jalan tidak hanya bertujuan mempercantik jalur perlombaan, tetapi juga faktor penting dalam menjamin keamanan dan kenyamanan peserta lomba Tour de Bintan,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Sabtu.
Di sisi lain, Kepala BPJN Kepri Soendiarto mengungkapkan bahwa pekerjaan perbaikan dua jembatan utama di Jalan Lintas Barat Bintan, yaitu Jembatan Ekang dan Jembatan Anculai, sedang dipercepat. Jembatan-jembatan tersebut menjadi bagian kritis dari rute lomba, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya. Pemeliharaan ini dilakukan guna memastikan jalur lomba bebas hambatan dan terlihat profesional, sekaligus meningkatkan kualitas transportasi di wilayah Bintan.
Soendiarto menambahkan, pengerjaan perbaikan telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai sebelum acara dimulai. “Kami optimistis pekerjaan dapat selesai lebih cepat. Berbagai langkah percepatan telah dilakukan, mulai dari percepatan pengadaan material, penambahan alat dan tenaga kerja, hingga penambahan jam kerja efektif di lapangan,” jelasnya.
Kategori Lomba yang Diversifikasi
Event tahun ini menyediakan berbagai kategori lomba yang bisa diikuti oleh peserta dari berbagai tingkat kemampuan. Diantaranya adalah kategori Union Cycliste Internationale (UCI) 1.2 Point Race, yang merupakan lomba resmi UCI dan memberikan poin peringkat internasional bagi pesertanya. Selain itu, ada Gran Fondo Classic sejauh 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, serta Individual Time Trial sejauh 17 kilometer.
“Para peserta akan melintasi rute yang menyuguhkan panorama khas tropis Pulau Bintan, mulai dari kawasan pantai, perkampungan, hingga tepian hutan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pesepeda internasional,” demikian Hasan.
Tour de Bintan telah menjadi ajang tahunan yang mendapat antusiasme tinggi dari pesepeda internasional sejak 2020. Selama empat tahun terakhir, event ini mampu menarik partisipasi dari peserta berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara Asia dan Eropa. Tahun ini, penyelenggara menargetkan sekitar 700 peserta, dengan mayoritas berasal dari luar negeri. Diversifikasi kategori lomba diharapkan mampu menjangkau pesepeda dengan kebutuhan dan kemampuan berbeda, sehingga meningkatkan daya tarik acara bagi peserta yang ingin menantang diri sendiri.
BPJN Kepri juga memperhatikan aspek keselamatan lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan sehari-hari. Dengan adanya perbaikan jembatan, diharapkan kondisi jalan tidak hanya terlihat menarik visualisasi, tetapi juga meminimalisir risiko kecelakaan selama perlombaan. Soendiarto menjelaskan bahwa tim teknis BPJN sedang mengoptimalkan koordinasi dengan Pemprov Kepri untuk memastikan semua jalur lomba siap digunakan, khususnya di sekitar kawasan wisata yang menjadi tujuan acara.
Mendorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Direktur Pariwisata Kepri Hasan mengungkapkan bahwa event ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi Bintan. Dengan hadirnya pesepeda internasional, diharapkan akan menciptakan efek domino dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, keberadaan acara olahraga ini juga memberi dampak positif terhadap pembukaan usaha baru, khususnya di bidang penyewaan alat sepeda, transportasi, dan akomodasi.
BPJN Kepri terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan infrastruktur selama pelaksanaan acara. Menurut Soendiarto, proyek perbaikan jembatan Ekang dan Anculai telah mengalami peningkatan volume pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir. Ia juga menyebutkan bahwa BPJN bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa setempat untuk memastikan semua titik penting di jalur lomba dalam kondisi prima. “Kami telah melakukan inspeksi rutin terhadap segala aspek, termasuk kepadatan lalu lintas dan keadaan permukaan jalan, guna meminimalkan hambatan saat event berlangsung,” katanya.
Menurut Ansar Ahmad, kesiapan infrastruktur jalan juga berkontribusi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan event. “Kita ingin menunjukkan bahwa Kepri memiliki kemampuan membangun dan memelihara
