Susunan pemain Brasil vs Maroko: Neymar absen – Igor Thiago “starter”
Susunan Pemain Brasil vs Maroko di Grup C Piala Dunia FIFA 2026: Neymar Tidak Bermain, Igor Thiago Jadi Starter Utama
Susunan pemain Brasil vs Maroko – Jakarta, AntaraNews – Kiper utama Timnas Brasil, Alisson Becker, akan mengawal pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang akan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada hari Minggu pukul 05.00 WIB. Pelatih Carlo Ancelotti memilih formasi menyerang 4-2-3-1 untuk menghadapi Maroko, meski megabintang sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil, Neymar Jr, absen karena cedera betis. Kehilangan Neymar memaksa Ancelotti mengubah strategi, dengan menempatkan Igor Thiago sebagai pilihan utama di lini depan, menggantikan posisi yang biasanya diisi oleh pemain muda Endrick atau Matheus Cunha.
Di bawah mistar gawang, Alisson Becker tetap menjadi andalan utama, memastikan kestabilan pertahanan Brasil. Lini belakang Tim Selecao diperkuat oleh duet bek tengah Marquinhos dan Gabriel Magalhaes, yang ditemani Roger Ibanez serta Douglas Santos di sektor sayap pertahanan. Duet ini diharapkan mampu menghalau serangan lawan dan memberi kekuatan pada serangan balik. Tugas menyeimbangkan lini tengah dipegang oleh trio Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Lucas Paqueta, yang dipercaya mengatur ritme permainan serta memperkuat ketahanan di tengah lapangan.
“Kehadiran Igor Thiago di lini depan memberi kejutan bagi para penggemar sepak bola, karena pemain yang sebelumnya kurang dikenal di level internasional ini menjadi pilihan utama pelatih Ancelotti untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan Neymar Jr. Kehadiran Thiago diharapkan mampu memberi dimensi baru dalam serangan Brasil, terutama karena kemampuannya dalam mengontrol bola di area terdepan serta kemampuan mengambil inisiatif dalam perebutan bola di kotak penalti,” tulis laman resmi FIFA dalam laporan terkait.
Dari sisi serangan, Ancelotti mempertahankan Vinicius Junior dan Raphinha sebagai dua striker utama, dengan Thiago yang ditempatkan di posisi tengah sebagai ujung tombak. Pemain muda Endrick dan Matheus Cunha dipasang di bangku cadangan, mengingat keterbatasan waktu pemulihan Neymar yang masih dalam proses. Selain itu, jadwal pertandingan ini juga menjadi ajang uji coba untuk pemain pengganti yang mungkin akan turun dalam babak kedua.
Sementara itu, tim tamu, Maroko, menurunkan formasi yang sama, yaitu 4-2-3-1. Kiper berpengalaman Yassine Bono menjadi penjaga gawang utama, sementara sektor pertahanan dipimpin oleh kapten tim Achraf Hakimi. Duet bek sayap Issa Diop dan Noussair Mazraoui, ditambah Chadi Riad, akan membentuk lini belakang yang terorganisir untuk mencegah serangan Brasil. Dalam lini tengah, Neil El Aynaoui dan Ayyoub Boudani dipercaya mengatur permainan serta mendukung serangan lawan.
Strategi Maroko mengandalkan kreativitas Brahim Diaz, pemain Real Madrid, sebagai pusat penguasaan bola. Dua winger, Azzedine Ounahi dan Bilal El Khannouss, akan menjadi sumber daya utama untuk menghasilkan peluang. Ismael Saibari ditempatkan sebagai penyerang tunggal, dengan tugas utama memanfaatkan ruang di depan gawang. Formasi ini menekankan kecepatan serta keakuratan umpan dari lini tengah, terutama dalam memanfaatkan kelebihan sayap pemain.
Bagi Brasil, kehilangan Neymar bisa menjadi tantangan, tapi Ancelotti tetap yakin dengan daya tahan tim. “Kami memiliki strategi yang siap dijalankan, dan pemain seperti Thiago bisa menjadi pengganti yang andal,” ungkap pelatih asal Italia tersebut. Kehadiran Thiago diharapkan memperkaya opsi penyerangan, terutama dalam situasi tanpa bola, dengan kemampuannya mengontrol dan mengalirkan bola ke rekan satu tim.
Di kubu Maroko, pelatih Mohamed Ouahbi memilih mengandalkan kombinasi antara kekuatan sayap dan kemampuan melewati pertahanan. “Kami akan fokus pada kecepatan dan keakuratan umpan, agar bisa mengancam lini pertahanan Brasil,” jelas Ouahbi. Dengan memasang Diaz di posisi tengah, tim ini berharap bisa menciptakan peluang melalui pergerakan horizontal di sisi sayap.
Menghadapi pertandingan pembuka, kedua tim memperlihatkan perubahan yang signifikan dari performa sebelumnya. Brazil, yang kini tanpa Neymar, mengandalkan kekuatan lini tengah dan kecepatan sayap untuk menciptakan momentum. Sementara itu, Maroko menunjukkan kemampuan adaptasi dengan menempatkan pemain seperti Thiago dan Saibari dalam peran yang berbeda dari biasanya. Kedua strategi ini akan menjadi penentu dalam laga yang diharapkan memperlihatkan intensitas pertandingan tinggi.
