Latest Program: Kemkomdigi latih talenta digital SMK guna buka peluang kerja di daerah
Kemkomdigi Latih Talenta Digital SMK untuk Membuka Peluang Kerja Lokal
Latest Program – Dalam upaya meningkatkan ketersediaan tenaga kerja terampil di sektor telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini bertujuan menghasilkan generasi muda yang mampu membangun serta memelihara infrastruktur jaringan internet di wilayah tempat mereka tinggal. Salah satu contoh penerapan strategi ini adalah pelatihan fiber optik yang digelar di SMK Multi Karya, Medan, Sumatera Utara, pada hari Sabtu. Aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan menjangkau daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Talent Digital Lokal Sebagai Solusi Konektivitas
Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, menekankan pentingnya melibatkan tenaga kerja lokal dalam pengembangan jaringan telekomunikasi. “Dalam beberapa tahun ke depan, kita berharap jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak lagi memerlukan tenaga dari luar Jawa,” katanya dalam sambutan di acara pelatihan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya tenaga terampil di tingkat lokal, ketersediaan pekerjaan dalam bidang infrastruktur digital bisa meningkat. Hal ini berdampak positif karena masyarakat kian bergantung pada internet untuk berbagai aktivitas sehari-hari, baik pendidikan, bisnis, maupun komunikasi.
“Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut,” tegas Meutya.
Menurutnya, pelatihan ini memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri telekomunikasi. Pemahaman tentang instalasi, perbaikan, dan pengujian fiber optik diharapkan mampu membangun fondasi karier mereka di masa depan. “Jaringan-jaringan itu selalu memerlukan perhatian. Kalau sudah cukup lama digunakan, pasti memerlukan sentuhan tangan manusia, perbaikan, dan perawatan secara berkala,” imbuhnya.
Target Penetrasi Broadband Nasional
Pelatihan ini menjadi bagian dari rencana strategis Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) dalam menyukseskan target pembangunan fixed broadband nasional. Pemerintah menetapkan angka penetrasi layanan broadband mencapai 50 persen dari populasi Indonesia pada periode 2025–2029. Namun, hingga saat ini, tingkat penetrasi hanya sekitar 25 persen. Menurut Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkominfo, keberhasilan target tersebut tidak hanya bergantung pada perangkat dan kabel, tetapi juga pada ketersediaan sumber daya manusia yang memadai.
“Penggeluran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Karena itu, kami melihat pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing,” jelas Wayan.
Supriyanto menambahkan bahwa perkembangan teknologi telekomunikasi kini berada di era fiber optik, yang tidak hanya meningkatkan kecepatan internet, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru di berbagai wilayah. “Era ini membuka kesempatan bagi ribuan penyelenggara jaringan untuk berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional,” katanya.
Kesiapan Siswa SMK untuk Industri Teknologi
Program pelatihan di SMK Multi Karya Medan menampung 40 peserta, terdiri dari 20 siswa SMK Multi Karya dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan. Materi yang diberikan mencakup penggunaan alat instalasi, penyambungan serat optik, pengujian kualitas jaringan, hingga pemeliharaan infrastruktur. Dengan pendekatan praktis, siswa diharapkan bisa langsung terapkan di lapangan setelah lulus. Selain itu, Kemkominfo juga menyerahkan perangkat praktik instalasi fiber optik kepada kedua sekolah tersebut, untuk digunakan sebagai bahan belajar terus menerus.
Meutya Hafid menyoroti bahwa pelatihan ini sejalan dengan fokus pemerintah untuk mengembangkan pendidikan vokasi. “Dengan memiliki keterampilan spesifik, mereka bisa menjadi bagian dari solusi pengembangan daerah dan mendorong keberlanjutan ekonomi digital,” ujarnya. Ia menekankan bahwa SMK tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga menjadi wadah mempersiapkan siswa untuk memenuhi kebutuhan industri secara nyata.
Pelatihan Berkelanjutan dan Platform Digital
Untuk memastikan keterampilan yang diberikan tetap terjaga, peserta pelatihan juga diberi akses ke Learning Management System (LMS) yang disediakan DJID. Platform ini memungkinkan pembelajaran berkelanjutan bahkan setelah program berakhir, sehingga siswa bisa terus mengasah kemampuan mereka sesuai perkembangan teknologi. Meutya mengatakan bahwa kemudahan akses ke sumber belajar digital ini akan memperkuat kesiapan generasi muda untuk beradaptasi dengan inovasi di bidang telekomunikasi.
Para peserta pelatihan di Medan menyatakan antusiasme yang tinggi terhadap program ini. Mereka merasa terbantu dengan pengetahuan praktis tentang cara mengoperasikan jaringan fiber optik. Seorang siswa dari SMK Negeri 4 Medan mengungkapkan, “Pelatihan ini membuka mata kami tentang potensi kerja di bidang teknologi, bahkan di daerah sendiri.” Dengan adanya pelatihan seperti ini, harapan besar ditempatkan pada munculnya tenaga kerja lokal yang bisa mendorong ekosistem digital di wilayah masing-masing.
Dalam konteks peningkatan akses internet, Meutya menyoroti data yang menunjukkan rata-rata pengguna internet Indonesia mencapai delapan jam per hari. Dari total 230 juta pengguna internet, sekitar 60 hingga 70 persen adalah kelompok usia muda. “Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda memainkan peran penting dalam penggunaan teknologi,” katanya. Untuk menjawab kebutuhan ini, Kemkomdigi berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian teknis untuk memenuhi permintaan industri.
Kolaborasi dan Pengembangan Daerah
Kemkomdigi menggandeng SMK sebagai mitra dalam menciptakan talenta digital yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital. “Dengan adanya SMK yang menjadi tempat pelatihan, kita bisa memastikan adanya pemahaman teknis yang kompeten di daerah-daerah,” kata Meutya. Ia menjelaskan bahwa keberadaan tenaga kerja lokal tidak hanya mengurangi ketergantungan pada tenaga dari luar, tetapi juga meningkatkan perekonomian melalui peluang usaha dan kerja yang dihasilkan.
Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menggarisbawahi bahwa pelatihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan siswa, tetapi juga memberikan kepercayaan kepada daerah untuk mengelola
