New Policy: Kemenpar perkuat penerapan Gerakan Wisata Bersih di seluruh destinasi
Kemenpar Perkuat Penerapan Gerakan Wisata Bersih di Seluruh Destinasi
New Policy – Dari Jakarta, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus meningkatkan implementasi Gerakan Wisata Bersih sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Dalam sebuah pernyataan, Kemenpar menyampaikan bahwa Gerakan Wisata Bersih menjadi bagian penting dari pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan limbah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan kesadaran masyarakat terkait praktik wisata yang ramah lingkungan.
Langkah Kemenpar dalam Perkuatan Gerakan
Menurut pernyataan Kemenpar, program ini memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui berbagai inisiatif, seperti penyediaan fasilitas kebersihan yang memadai, edukasi untuk mengubah pola perilaku wisatawan dan pelaku usaha, serta pelatihan sumber daya manusia pariwisata dalam pengelolaan limbah. Selain itu, Kemenpar juga mendorong penguatan tata kelola destinasi dan manajemen pengunjung (visitor management), yang menjadi elemen kunci dalam menjaga kualitas lingkungan serta pengalaman wisatawan.
“Dengan Gerakan Wisata Bersih, kebersihan tidak hanya menjadi agenda sementara, tetapi berkembang menjadi budaya bersama yang mendukung peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, perlindungan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkap Kemenpar kepada ANTARA, Sabtu.
Program ini juga selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI Aman, Sehat, Resik, Indah yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026. Kemenpar menjelaskan bahwa Gerakan Wisata Bersih kini bukan lagi program sektoral, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan sektor lain. Melalui ini, Kemenpar berharap kebersihan menjadi isu utama yang memengaruhi daya saing pariwisata Indonesia di tingkat internasional.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesuksesan Gerakan
Yang penting ditekankan, Gerakan Wisata Bersih dirancang sebagai platform nasional, bukan gerakan terpusat yang hanya dijalankan dari tingkat pusat. Hal ini memberi ruang bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menyesuaikan program sesuai dengan karakteristik dan tantangan masing-masing destinasi. Kemenpar menegaskan bahwa keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi fondasi utama keberhasilan Gerakan Wisata Bersih secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, Kemenpar meminta kerja sama dari berbagai pihak, termasuk lembaga terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Tujuan utama adalah memastikan kebersihan menjadi fokus perhatian bersama, sehingga mampu menciptakan destinasi yang lebih nyaman, sehat, berkualitas, dan kompetitif. Dengan pendekatan kolaboratif, Kemenpar optimis Gerakan Wisata Bersih dapat memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
Peran Permenparekraf dalam Penguatan Gerakan
Gerakan Wisata Bersih juga didukung oleh Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021, yang menjadi pedoman bagi pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, Kemenpar memastikan penerapan prinsip-prinsip Sustainable Tourism Development (STDev), yang mencakup enam program unggulan. Program-program tersebut adalah Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI), Sustainable & Responsible Marketing (SRM), serta Sustainable Tourism Management (STM).
STD fokus pada pengembangan destinasi yang memenuhi standar kebersihan dan lingkungan. STO bertugas memantau perkembangan pariwisata berkelanjutan melalui data dan indikator. STC memberikan pengakuan terhadap destinasi yang berhasil menerapkan praktik berkelanjutan. STI menjangkau industri pariwisata, seperti penginapan, transportasi, dan aktivitas wisata, agar lebih ramah lingkungan. SRM mengarahkan promosi yang bertanggung jawab, sementara STM mendorong penguasaan manajemen destinasi yang efektif.
Perkembangan Gerakan Wisata Bersih di Tahun 2025
Gerakan Wisata Bersih diluncurkan sejak tahun 2025 sebagai upaya nasional yang berfokus pada kesadaran masyarakat, perubahan perilaku, dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah. Kemenpar menekankan bahwa program ini dirancang untuk mendorong kerja sama antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat lokal, khususnya di daerah-daerah seperti Bali yang menjadi salah satu destinasi utama.
Kemenpar menyatakan bahwa kolaborasi ini memperkuat komitmen untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih responsif terhadap isu lingkungan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, Kemenpar berharap kebersihan tidak hanya dilihat sebagai aspek fisik, tetapi juga sebagai bagian dari identitas wisatawan dan penyedia layanan pariwisata.
Misinya Membangun Budaya Wisata Bersih
Misinya Gerakan Wisata Bersih adalah menanamkan nilai kebersihan sebagai bagian dari budaya wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan melalui kampanye yang menyasar berbagai kelompok, mulai dari wisatawan individual hingga institusi besar. Kemenpar juga menggencarkan edukasi tentang pentingnya mengurangi limbah, menggunakan bahan daur ulang, serta menjaga kebersihan area wisata.
Kemenpar berpendapat bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kesadaran kolektif. Dengan membangun budaya wisata bersih, destinasi wisata tidak hanya lebih menarik secara estetika, tetapi juga lebih ramah terhadap lingkungan. Ini berdampak pada daya tarik destinasi untuk wisatawan lokal dan mancanegara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pendapatan yang berkelanjutan.
Program Gerakan Wisata Bersih menunjukkan komitmen Kemenpar untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor yang mendukung pert
