Topics Covered: China desak Myanmar ambil langkah pembangunan yang “didukung rakyat”
China Dorong Pembangunan ‘Didukung Rakyat’ di Myanmar
Topics Covered: Dalam pertemuan di Beijing, Presiden China Xi Jinping meminta Myanmar untuk mengambil langkah-langkah pembangunan yang didukung rakyat sebagai prioritas utama. Kunjungan resmi Presiden Min Aung Hlaing ke Beijing pada Selasa (20 Mei 2024) menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Xi Jinping mengapresiasi komitmen Myanmar dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan penekanan pada kebutuhan pendukung rakyat.
Konteks Pertemuan dan Pendekatan China
Pertemuan antara kedua pemimpin terjadi setelah upacara sambutan di Beijing. Xi Jinping menyatakan bahwa kerja sama antara China dan Myanmar menjadi fokus dalam kebijakan luar negeri. “China mendukung pembangunan yang didukung rakyat di Myanmar, sebagai strategi untuk menghubungkan wilayah timur dan barat dengan pasar global,” ujar Xi Jinping dalam pidato yang disiarkan oleh Xinhua News. Hal ini mencerminkan prioritas China dalam memperkuat ketergantungan ekonomi dan keamanan.
“Pembangunan yang didukung rakyat adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan proyek, termasuk Koridor Ekonomi China-Myanmar, yang merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI),” kata Xi Jinping. Ia menekankan bahwa proyek ini perlu diintegrasikan dengan kebutuhan masyarakat Myanmar untuk meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas wilayah.
Presiden Min Aung Hlaing memimpin Myanmar sejak 2021, ketika pemerintahan sipil digulingkan. Kebijakan pemerintahannya memicu konflik etnis, namun Xi Jinping tetap menyebut pembangunan yang didukung rakyat sebagai jalan untuk menyelesaikan krisis tersebut. Dukungan dari China dianggap sebagai elemen penting dalam memastikan proyek infrastruktur dan ekonomi berjalan efektif, meski situasi politik di Myanmar masih kompleks.
Penguatan Kerja Sama dan Peran Myanmar
Kunjungan Min Aung Hlaing ke Beijing menunjukkan komitmen Myanmar untuk memperkuat hubungan dengan mitra strategis di Asia Tenggara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas kemajuan pembangunan infrastruktur kunci, termasuk proyek koridor ekonomi. Xi Jinping menekankan bahwa proyek ini bisa menjadi model pembangunan yang didukung rakyat, serta menguntungkan keutuhan wilayah dan kedaulatan Myanmar.
China dan Myanmar memiliki hubungan ekonomi yang kuat, terutama di sektor infrastruktur, energi, dan perdagangan lintas batas. Pada awal bulan ini, Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Myanmar Tin Maung Swe di Beijing, yang memperkuat komitmen kedua negara dalam pembangunan yang didukung rakyat. Volume perdagangan bilateral mencapai 19,4 miliar dolar AS tahun lalu, menjadi bukti soliditas kerja sama ekonomi.
Sebagai bagian dari pembangunan yang didukung rakyat, Koridor Ekonomi China-Myanmar berperan penting dalam menghubungkan wilayah timur dan barat negara tersebut. Proyek ini juga memperkuat posisi China sebagai mitra utama Myanmar, dengan Xi Jinping menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintahan baru dalam menyelesaikan krisis internal.
Topics Covered: Kebijakan pembangunan yang didukung rakyat di Myanmar dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan investasi asing dan memperkuat kestabilan politik. Presiden Min Aung Hlaing menyatakan bahwa stabilitas menjadi dasar utama untuk menarik pendukung rakyat, sementara Xi Jinping memastikan bahwa proyek BRI akan terus didukung, bahkan dalam dinamika politik yang berubah-ubah. Pembangunan yang didukung rakyat dianggap sebagai jembatan antara stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
