Ananda Zayn ingin konsisten setelah akhiri ITCR 1500 di podium juara

Ananda Zayn Ingin Terus Konsisten Setelah Meraih Kemenangan di ITCR 1500

Ananda Zayn ingin konsisten setelah akhiri – Jakarta – Pembalap berbakat dari Indonesia, Ananda Zayn Neymar, menunjukkan komitmennya untuk tetap mempertahankan performa terbaik setelah berhasil meraih juara di kelas Non-Seeded Indonesia Touring Car Championship (ITCR) 1500 pada putaran kedua Mandalika Festival of Speed 2026. Balapan yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan lalu menjadi momen penting dalam perjalanan karier Zayn, yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu bintang muda di dunia balap mobil.

Peluang Baru di Kelas ITCR 1500

Kejurnas ITCR 2026 yang digelar bersamaan dengan Mandalika Festival of Speed pada 12–14 Juni lalu membawa pengaruh besar bagi Zayn. Sebelumnya, ia hanya berlaga di kelas 1200, tetapi kini mendapat kesempatan untuk melangkah ke kelas 1500, yang dianggap lebih menantang. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Zayn menyampaikan targetnya untuk terus menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Saya juga akan melakukan beberapa penyesuaian, terutama pada mobil, agar tetap memiliki performa optimal,” katanya.

Saya merasa beruntung bisa mencoba tantangan baru ini. Meski kelas 1500 lebih berat, saya percaya diri karena telah mempersiapkan diri dengan matang. Selain itu, dukungan dari tim dan keluarga sangat berperan dalam membawa saya ke podium ini.

Bagi Zayn, kemenangan ini adalah buah dari usaha yang telah ia lakukan sejak memulai karier balap. Sebagai pembalap muda yang lahir di Makassar pada 16 April 2012, ia dikenal memiliki potensi besar sejak awal. Namun, mencuri perhatian di kelas Non-Seeded ITCR 1500 membutuhkan ketekunan ekstra, terutama karena berada di antara para pembalap berpengalaman seperti H. Mono, Wildan, Jefri, dan Rachel Cia.

Sebelumnya, Zayn sempat memperlihatkan kemajuan signifikan. Di seri pertama, ia finis di posisi kedua kelas Non-Seeded dan menempati peringkat kedelapan secara keseluruhan. Namun, pada seri kedua, performa nya mengalami peningkatan signifikan. Dengan menggunakan Honda City Hatchback, ia berhasil meraih posisi pertama dalam kelas tersebut dan mencatatkan peringkat kelima secara overall. Hasil ini, menurut Zayn, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier balapnya.

Ini adalah momen yang sangat berharga bagi saya. Saya baru saja mendapat kesempatan dari orang tua, Fadli Ananda, yang juga merupakan pembalap berpengalaman, untuk bersaing di kelas ITCR 1500. Dukungan mereka menjadi pendorong utama, dan saya berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung.

Perkembangan Zayn tidak hanya terlihat dari hasil balapan, tetapi juga dari cara ia menghadapi persaingan. Dalam kesempatan wawancara, ia menyebutkan bahwa kelas 1500 memberikan tantangan berbeda dibandingkan kelas 1200. “Kelas ini lebih kompetitif, dan setiap lap harus dipertahankan dengan ketat. Saya belajar banyak dari para senior, seperti H. Mono dan Wildan, yang sudah lama berkiprah di ITCR,” jelas Zayn.

Sebagai anggota P5 Racing, Zayn memiliki lingkungan yang mendukung penuh. Tim ini dikenal sebagai salah satu yang berkompeten dalam mengasah bakat pembalap muda. Meski masih dalam tahap awal, Zayn menunjukkan kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Ia juga berharap bisa terus berkembang, terutama dalam hal teknik dan mental menghadapi tekanan di lintasan.

Perjalanan Zayn sebagai pembalap mulai dari ajang lokal hingga ke level nasional adalah bukti bahwa ia tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga ketekunan. Dari awal memulai balapan, ia membangun reputasi dengan konsistensi dan keberanian. Kini, ia ingin memperkuat prestasi tersebut dengan menghadapi tantangan di putaran berikutnya. “Saya ingin terus berusaha memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membawa nama P5 Racing dan Indonesia lebih jauh,” katanya.

Kejurnas ITCR 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi ajang penting bagi Zayn. Lintasan yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini dikenal sebagai salah satu tempat favorit para pembalap untuk menunjukkan kemampuan. Dengan kondisi cuaca yang ideal dan mesin yang sudah diatur secara optimal, Zayn mampu memperlihatkan keunggulan dari kendaraan yang ia gunakan.

Keberhasilannya di kelas Non-Seeded ITCR 1500 juga memicu harapan baru bagi para penggemar motorsport Indonesia. Sebagai pembalap berusia sekitar 14 tahun, Zayn menjadi contoh bagus bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan. Ia optimis bahwa ke depannya, berbagai peluang akan terus terbuka, termasuk untuk mengikuti ajang nasional atau bahkan internasional.

Menurut Zayn, kemenangan di Mandalika Festival of Speed adalah langkah awal menuju ambisi lebih besar. Ia ingin terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kinerja, baik di lintasan maupun dalam aspek manajemen tim. “Saya berharap bisa menorehkan prestasi yang lebih baik di putaran berikutnya. Ini bukan hanya tentang menang, tetapi juga tentang membangun jati diri sebagai pembalap yang bisa diandalkan,” pungkasnya.

Seiring berjalannya waktu, Zayn semakin menunjukkan kemampuan untuk menjadi salah satu pilar masa depan motorsport Indonesia. Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas balap menjadi bekal yang ia bawa untuk terus berkembang. Dengan semangat yang tidak pernah redup, ia siap menghadapi setiap tantangan, baik dari kompetitor maupun dari diri sendiri. Konsistensi dan kerja keras menjadi kunci utama dalam perjalanan balapnya, dan ITCR 1500 menjadi bukti nyata dari perjalanan tersebut.