New Policy: Pemkot Bogor tanamkan karakter positif siswa lewat Program Serbukatif
Program Seribu Kata Positif (Serbukatif) di Kota Bogor
Membentuk Karakter Siswa Melalui Komunikasi Konstruktif
New Policy – Di Kota Bogor, upaya membentuk karakter positif pada pelajar sedang berlangsung secara intensif melalui Program Seribu Kata Positif, yang disebut Serbukatif. Program ini dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi anak-anak. Dalam waktu terbatas, Yantie Rachim, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, memberikan penjelasan mengenai pentingnya penerapan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan ini tidak hanya membantu membangun identitas siswa yang baik, tetapi juga berperan aktif dalam mencegah tumbuhnya perilaku perundungan di kalangan pelajar.
Pelaksanaan Program Melalui Aktivitas Sosialisasi
Program Serbukatif diluncurkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran karakter yang diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan Kota Bogor. Salah satu bentuk penerapan yang dilakukan adalah melalui roadshow, di mana Yantie Rachim secara langsung hadir dalam acara tersebut. Kegiatan ini diadakan di SDN Cipaku Perumda, Kota Bogor, pada Kamis (18/6). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa meskipun frekuensi roadshow tidak sebesar dulu, program tetap berjalan dengan rutin oleh Tim Serbukatif.
“Program Serbukatif ini masih terus berjalan. Walaupun roadshow-nya mungkin tidak sesering dulu, tetapi programnya tetap dijalankan oleh Tim Serbukatif,” ujar Yantie.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya dinilai dari seberapa banyak kegiatan yang diadakan, tetapi juga dari tingkat penerapan nilai-nilai yang diajarkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Yantie, antusiasme pelajar yang tinggi dalam mengikuti program ini menunjukkan bahwa kebiasaan bertutur kata positif mulai terbentuk secara alami di lingkungan sekolah maupun lingkaran pergaulan mereka. “Alhamdulillah, saya melihat anak-anak tetap antusias dan mereka menerapkan Program Serbukatif ini dengan sangat baik di lingkungannya. Program ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” tambahnya.
Manfaat Program Serbukatif untuk Lingkungan Sekolah
Yantie menjelaskan bahwa tujuan utama dari Serbukatif adalah membentuk sikap dan perilaku siswa yang positif, terutama dalam interaksi sosial. Dengan mengajarkan kata-kata yang membangun, program ini diharapkan mampu mengurangi konflik antar pelajar dan menciptakan suasana belajar yang lebih harmonis. Ia yakin, lingkungan sekolah yang dipenuhi oleh ucapan baik akan memberikan dampak jangka panjang pada pengembangan kualitas mental dan emosional siswa.
“Harapannya anak-anak harus terus berkata yang positif supaya tidak ada bullying ataupun hal-hal yang kurang baik. Visi dan misi Serbukatif memang seperti itu,” katanya.
Dalam menjalankan program tersebut, Pemkot Bogor bekerja sama dengan TP PKK Kota Bogor untuk memastikan budaya komunikasi positif terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini, sebagai fondasi bagi kehidupan sosial yang lebih sehat. Yantie menuturkan, penekanan pada penggunaan kata-kata konstruktif diharapkan bisa menjadi solusi sederhana namun efektif dalam mengatasi masalah-masalah kecil yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
Langkah-Langkah dalam Implementasi Serbukatif
Pelaksanaan Program Serbukatif dilakukan dengan metode yang menyesuaikan kebutuhan siswa. Kegiatan utama seperti roadshow dilakukan secara berkala untuk memperkenalkan konsep positif ke dalam rutinitas belajar. Yantie menekankan bahwa proses ini melibatkan berbagai aspek, seperti peran guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. “Program ini memerlukan kolaborasi yang baik antar semua pihak, agar kebiasaan bertutur kata positif bisa terbentuk secara konsisten,” ujarnya.
Di samping itu, Serbukatif juga diimbangi dengan aktivitas pendukung lain, seperti pelatihan bagi guru dalam menerapkan metode pengajaran yang lebih humanis, serta pembelajaran langsung kepada siswa melalui diskusi dan permainan edukatif. Yantie mengatakan, kegiatan-kegiatan ini dirancang agar peserta program tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam berbagai situasi.
Respon Siswa dan Harapan Masa Depan
Menurut Yantie, keberhasilan program bisa dilihat dari perubahan perilaku siswa. Ia menyebutkan bahwa beberapa siswa mulai menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi dengan teman-teman serta guru. “Anak-anak mulai memperhatikan pilihan kata mereka, dan mereka lebih berani menyampaikan pendapat secara konstruktif,” terangnya.
Dalam menilai dampak program, Yantie mengungkapkan bahwa pengukuran dilakukan secara holistik. Tidak hanya jumlah kegiatan, tetapi juga observasi langsung terhadap lingkungan sekolah, seperti tingkat keakraban siswa dan penurunan insiden konflik. “Kami berharap program ini tidak hanya berjalan selama satu atau dua bulan, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah yang berkelanjutan,” tuturnya.
Program Serbukatif juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar. Dengan mengajarkan pentingnya ucapan yang positif, para pelajar diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, sehingga minat mereka terhadap pendidikan semakin meningkat. Yantie menuturkan, pihaknya akan terus mengembangkan program ini dengan metode yang lebih inovatif, sesuai dengan perkembangan zaman.
Kemitraan dan Konsistensi dalam Pembentukan Karakter
Sebagai bagian dari upaya menciptakan sekolah ramah anak, Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus mendorong penerapan Serbukatif. Yantie menjelaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan TP PKK sangat penting dalam menjaga konsistensi program. “Kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, karena pembentukan karakter tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” katanya.
Program ini juga diharapkan mampu menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan pendidikan karakter. Dengan menekankan pada kebiasaan kecil, seperti menggunakan kata-kata yang baik, Yantie yakin hasilnya akan lebih berkelanjutan. “Setiap ucapan positif adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Jika semua siswa menerapkannya, maka lingkungan sekolah akan menjadi lebih sehat dan harmonis,” ujarnya.
Di masa depan, Yantie berharap program Serbukatif bisa diperluas ke lebih banyak sekolah dan menggali potensi pelajar dalam membangun karakter mereka. “Kami ingin setiap siswa merasa nyaman berbicara, merasa dihargai, dan mampu menghormati orang lain,” tutupnya. Dengan demikian, Serbukatif tidak hanya menjadi program pendidikan, tetapi juga alat untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi dan sikap sosial yang baik.
