Solving Problems: Yayasan Amanah hadirkan gerakan pangan murah untuk Aceh
Gerakan Pangan Murah Dibuka Yayasan Amanah di Aceh Besar
Solving Problems – Di Aceh Besar, yayasan Amanah bekerja sama dengan Dinas Pangan Aceh serta Perum Bulog Kanwil Aceh meluncurkan inisiatif baru berupa gerakan pangan murah bersubsidi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ketua Yayasan Amanah, Syaifullah Muhammad, mengungkapkan bahwa program ini menyediakan 600 paket sembako dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. “Kami menyediakan 600 paket bahan pokok yang bisa dibeli dengan biaya lebih rendah,” jelasnya.
Event Gebyar Kreasi Amanah 2026 Sebagai Sarana Kolaborasi
Gerakan pangan murah ini merupakan bagian dari rangkaian acara Gebyar Kreasi Amanah 2026. Selain pasar murah, acara tersebut juga melibatkan berbagai kegiatan lain seperti senam jantung sehat, bazar produk UMKM lokal, pojok layanan BSI, panen melon dari program Amanah, serta kegiatan donor darah. “Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pangan murah, tapi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta,” tambah Syaifullah.
“Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, memastikan ketersediaan bahan makanan, serta mendukung upaya pengendalian inflasi daerah,” ujar Syaifullah Muhammad.
Dalam acara tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket bahan pokok yang terdiri dari beras lima kilogram, minyak goreng dua liter, gula dua kilogram, dan telur satu papan. Jumlah total yang disediakan mencakup tiga ton beras, 1.200 liter minyak goreng, 1,2 ton gula, serta 600 papan telur. Setiap paket dibanderol dengan harga Rp158 ribu, sementara harga normal mencapai Rp224 ribu. “Ini adalah kesempatan bagi warga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih ringan,” tambah Syaifullah.
Kebijakan subsidi dalam program ini mencapai Rp6 ribu per kilogram untuk setiap item. Dengan adanya subsidi ini, warga Aceh dapat membeli sembako dengan harga lebih murah. Selain itu, kehadiran pasar murah juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif melalui pengembangan produk lokal berkualitas. “Program ini tidak hanya memberi manfaat langsung, tapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya akses pangan yang stabil,” kata Syaifullah.
Peluncuran Amanah sebagai Pusat Kreativitas untuk Generasi Muda
Amanah, yang merupakan pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda Aceh, diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada PON Aceh-Sumut 2024. Fasilitas ini berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dan menjadi tempat untuk mengembangkan wirausaha serta menggali potensi lokal. “KIA Ladong adalah pusat kegiatan yang menggabungkan ekonomi kreatif dan inovasi,” ungkap Syaifullah.
Dalam rangkaian acara Gebyar Kreasi Amanah 2026, program pangan murah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan menawarkan bahan pokok secara terjangkau, yayasan berharap mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga, terutama untuk masyarakat yang memiliki pendapatan terbatas. “Kami berupaya menciptakan solusi yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat,” terang Syaifullah.
Penyediaan bahan makanan murah ini juga berdampak positif terhadap pengendalian inflasi. Dengan menyediakan beras, minyak goreng, gula, dan telur dalam jumlah besar, kebijakan subsidi dapat membantu menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. “Pasar murah menjadi alat efektif untuk meredam tekanan inflasi,” tambahnya.
Peran Amanah dalam Penguatan Ekonomi Lokal
Selain memperkenalkan gerakan pangan murah, Amanah juga fokus pada penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Fasilitas di KIA Ladong menjadi wadah untuk mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) dan mempromosikan produk lokal. “Kami menggali potensi inovasi masyarakat, termasuk dalam bidang pertanian dan perdagangan,” kata Syaifullah.
Amanah juga bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dalam jumlah yang cukup. Keberhasilan program ini ditandai dengan partisipasi aktif masyarakat dalam membeli paket sembako. “Masyarakat antusias mengikuti pasar murah ini, menunjukkan kepercayaan terhadap inisiatif yang kami luncurkan,” ujarnya.
Menurut Syaifullah, program pangan murah ini memiliki dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup warga Aceh. “Selain memenuhi kebutuhan pokok, ini juga membangun kebiasaan belanja yang lebih hemat dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program ini tergantung pada keterlibatan aktif pemerintah, perusahaan, serta masyarakat.
Sejarah dan Makna Penghargaan untuk Amanah
Amanah sebelumnya diresmikan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan kewirausahaan dan inovasi di Aceh. “Penghargaan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membuka akses ekonomi bagi generasi muda,” tutur Syaifullah. Di samping itu, Amanah juga berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan ide-ide kreatif.
Gerakan pangan murah yang diluncurkan oleh Amanah diharapkan menjadi contoh bagi inisiatif serupa di daerah lain. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan pangan dan ekonomi bisa saling terkait,” imbuh Syaifullah. Dengan adanya program ini, masyarakat Aceh tidak hanya mendapatkan manfaat langsung dari harga bahan pokok yang lebih murah, tetapi juga terlibat dalam proses pembangunan ekonomi lokal.
Syaifullah menjelaskan bahwa keberhasilan Gerakan Pangan Murah ini didukung oleh kebijakan yang konsisten dari pemerintah Aceh. “Pemerintah sangat mendukung kegiatan ini, karena memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya. Ia berharap program ini bisa berlangsung secara rutin dan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan ekonomi.
Di samping itu, Amanah juga berperan dalam pengembangan pertanian lokal. Program panen melon yang diselenggarakan dalam event Gebyar Kreasi Amanah 2026 menjadi salah satu contoh kolaborasi antara yayasan dan petani. “Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan memper
