Unila gandeng BRIN bentuk Pusat Kolaborasi Riset Singkong
Unila dan BRIN Kolaborasi Bangun Pusat Riset Singkong untuk Tingkatkan Produktivitas
Unila gandeng BRIN bentuk Pusat Kolaborasi – Bandarlampung – Universitas Lampung (Unila) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menandatangani kerja sama strategis dalam bentuk Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Singkong. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan riset dan inovasi terkait tanaman singkong, yang merupakan salah satu komoditas utama di daerah Lampung. Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, mengungkapkan bahwa usulan pembentukan PKR Singkong segera mendapat respon positif dari Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, yang menilai proyek ini memiliki potensi besar dalam memberikan dampak nyata bagi industri pertanian nasional.
Manfaat Strategis untuk Daerah Penghasil Singkong Terbesar
Kerja sama antara Unila dan BRIN ini diharapkan bisa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas produksi singkong, sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar internasional. Prof. Lusmeilia menjelaskan bahwa singkong telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Lampung, baik secara ekonomi maupun budaya. “Dengan adanya PKR Singkong, kami ingin menggali potensi lokal secara maksimal untuk memperkuat posisi Lampung sebagai pusat produksi singkong terbesar di Indonesia,” ujarnya.
“Usulan ini segera mendapat dukungan dari Kepala BRIN, yang menekankan pentingnya riset komprehensif yang mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor UMKM,” kata Prof. Lusmeilia Afriani dalam pernyataannya.
Menurutnya, pembentukan PKR Singkong juga sejalan dengan visi Unila untuk menjadi pusat keunggulan akademik di bidang pertanian dan teknologi. “Lampung memiliki potensi besar dalam produksi singkong, dan kami ingin mengubahnya menjadi keunggulan melalui pendekatan multidisiplin,” tambahnya. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan bisa mempercepat penerapan teknologi inovatif di sektor pertanian, yang selama ini masih bergantung pada metode tradisional.
Pilar Kekuatan Utama dalam Riset Singkong
Prof. Lusmeilia menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fondasi keberhasilan riset singkong di Unila. Pertama, sumber daya manusia yang cukup besar, baik dari dosen maupun mahasiswa. Kedua, kekuatan akademik dan kepakaran di berbagai bidang, termasuk pertanian, teknologi, dan ekonomi. Ketiga, keseimbangan gender yang menjanjikan, yang akan memastikan partisipasi aktif dari semua kalangan dalam proses riset.
“Unila memiliki kekuatan dalam tiga aspek ini, yang akan menjadi dasar untuk menghasilkan riset yang relevan dan berdampak luas,” ujarnya.
Menurut Prof. Lusmeilia, riset singkong di Unila tidak hanya fokus pada satu disiplin ilmu, tetapi juga melibatkan berbagai fakultas seperti Teknik Elektro, Teknik Mesin, Hukum, dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB). “Keterlibatan berbagai bidang ini akan memperkaya perspektif, sehingga produk riset lebih lengkap dan bisa diterapkan secara holistik,” katanya. Hal ini juga diharapkan mampu mendorong kolaborasi antar-disiplin yang selama ini belum sepenuhnya optimal.
Penekanan pada Teknologi dan Kesejahteraan UMKM
Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menegaskan bahwa PKR Singkong akan menjadi langkah kritis dalam meningkatkan produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan memperkuat industri swasta nasional. “PKR Singkong bukan hanya kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menghasilkan teknologi yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat,” kata Arif.
“Kami ingin PKR ini menjadi wadah baru untuk mengembangkan inovasi yang berdampak jangka panjang, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Arif juga menekankan bahwa BRIN berkomitmen untuk mendorong pengembangan teknologi maju yang bisa dipasarkan ke pasar Indonesia. “Selain memperkuat UMKM, kami juga ingin melibatkan sektor swasta dalam mengadopsi inovasi ini,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa pengembangan PKR Singkong akan menjadi salah satu fokus utama BRIN dalam upaya membangun ekosistem riset yang lebih integratif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi untuk Masa Depan Pertanian Indonesia
Perkembangan riset singkong di Unila didukung oleh berbagai program pendanaan dan fasilitas riset yang telah disiapkan BRIN. “Kami berharap PKR Singkong bisa menjadi pusat pengembangan teknologi yang tidak hanya menghasilkan penemuan baru, tetapi juga solusi praktis bagi petani dan pengusaha,” kata Prof. Arif Satria.
Dalam upaya ini, Unila dan BRIN akan bekerja sama dalam menyusun proposal riset yang komprehensif. Proposal tersebut akan menyoroti beberapa aspek, seperti peningkatan ketahanan pangan, pengurangan kerusakan akibat hama, serta pemanfaatan sumber daya alam secara efisien. “Kami menargetkan bahwa PKR Singkong bisa menjadi contoh terbaik dalam riset kemitraan,” ujar Arif.
Kerja sama ini juga diharapkan bisa memperkuat jejaring antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan menggabungkan keahlian dari berbagai bidang, PKR Singkong akan mampu menghasilkan riset yang berbasis kebutuhan nyata, baik dari segi produksi maupun pemasaran. “Ini adalah langkah awal untuk menyiapkan sistem riset yang lebih berkelanjutan,” kata Prof. Lusmeilia Afriani.
Perkembangan riset singkong di Lampung tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga bisa memperkuat sektor lain seperti pariwisata dan manufaktur. Misalnya, hasil riset tentang efisiensi pengolahan singkong bisa digunakan untuk mengembangkan produk turunan yang lebih bernilai tambah. Selain itu, penelitian tentang keberlanjutan lingkungan juga akan menjadi fokus utama, terutama dalam memastikan pertanian singkong tidak merusak ekosistem lokal.
Prof. Arif Satria menegaskan bahwa BRIN akan terus mendukung inisiatif seperti ini, karena riset dan inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan global. “Kami ingin menumbuhkan budaya riset yang berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan akademisi, tetapi juga masyarakat luas,” katanya. Ia menambahkan bahwa PKR Singkong akan menjadi salah satu dari beberapa pusat riset yang dibentuk oleh BRIN di berbagai wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, pembentukan PKR Singkong diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang pada perekonomian Lampung dan Indonesia secara umum. Dengan kombinasi antara kekuatan akademik, sumber daya manusia, dan fasilitas riset BRIN, Unila dan BRIN bersama-sama akan membangun solusi inovatif yang bisa diaplikasikan langsung ke lapangan. “Ini adalah kolaborasi yang sangat strategis, yang akan mengubah pola pertanian singkong menjadi lebih modern dan berdaya saing,” tutup Prof. Lusmeilia Afriani.
