New Policy: Baznas RI bersama Indra Sjafri ajak generasi muda untuk gemar berzakat
Baznas RI Berkerjasama dengan Indra Sjafri Mendorong Generasi Muda Gemar Berzakat
New Policy – Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI) menggandeng eks pelatih Tim Nasional Sepakbola Indonesia, Indra Sjafri, untuk memberikan dorongan kepada para pemuda agar lebih aktif dalam melaksanakan zakat. Peran Baznas dalam pengelolaan dana zakat, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian ke berbagai kalangan masyarakat, diakui sebagai salah satu elemen kritis dalam memperkuat kesejahteraan bangsa. Menurut Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, institusi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk atlet sepak bola.
Strategi Baznas dalam Membangun Kesadaran Zakat
“Baznas programnya menggalang dana, kemudian mendistribusikan dana yang itu untuk semua kalangan, termasuk atlit-atlit sepak bola. Demikian juga penggalangan dananya untuk semua lapisan, termasuk tokoh-tokoh (sepak) bola,” kata Sodik dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Dalam upaya menyebarluaskan kesadaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Baznas menganggap kolaborasi dengan tokoh olahraga seperti Indra Sjafri sebagai langkah strategis. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam berbagi melalui zakat. Sodik menegaskan bahwa peran Baznas tidak hanya berhenti pada pengelolaan dana, tetapi juga menjadi mitra dalam membangun karakter dan kesejahteraan nasional.
Peran Olahraga dalam Mempertebal Nilai Zakat
“Kami telah berbicara untuk masa depan bangsa, masa depan generasi muda, masa depan sepak bola, masa depan karakter, termasuk juga masa depan berbagi kepada bangsa melalui Baznas,” ujar Sodik.
Sodik menyoroti bahwa olahraga, khususnya sepak bola, menjadi sarana efektif untuk menginspirasi nilai-nilai kepedulian sosial. Ia menjelaskan bahwa Baznas berupaya memastikan zakat tidak hanya dianggap sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Dengan melibatkan tokoh olahraga, Baznas berharap mampu menciptakan dampak yang lebih luas, karena pengaruh pemain profesional seringkali lebih cepat menjangkau kalangan muda.
Kolaborasi dengan Indra Sjafri, yang juga dikenal sebagai figur inspiratif di dunia sepak bola, dirasa penting untuk memperkuat edukasi zakat. Sodik menekankan bahwa olahraga bisa menjadi jembatan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. “Kami berharap program ini bisa membentuk mindset yang lebih proaktif terhadap zakat, sekaligus menciptakan budaya berbagi yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Indra Sjafri: Zakat Tidak Mengurangi Harta, Tapi Menambah Rezeki
“Saya mengimbau kesadaran berzakat dan saya sudah merasakan sendiri. Jangan dipikir dengan mengeluarkan zakat, harta kita berkurang. Dengan izin Allah, apa yang saya rasakan justru zakat itu malah menambah rezeki. Jadi untuk itu saya sebagai insan olahraga mengajak teman-teman yang mungkin lupa atau belum untuk bisa memberikan kewajiban-kewajiban itu,” ucap Indra Sjafri.
Indra Sjafri, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia, menyampaikan bahwa zakat bisa menjadi sarana untuk memperkaya kehidupan spiritual dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kebiasaan berzakat bukan hanya mencegah kesombongan, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia dan melestarikan keadilan. “Dunia olahraga bisa menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai sosial yang baik, termasuk zakat, ke generasi muda melalui pembinaan yang terus-menerus,” tambahnya.
Indra menekankan bahwa zakat memiliki manfaat yang tidak terbatas pada aspek material. Ia menjelaskan bahwa melalui zakat, umat Islam bisa memperoleh keberkahan dari Allah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Saya yakin, jika para pemain dan pelatih sepak bola lebih sadar akan kewajiban zakat, mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi fans dan anak-anak muda yang mengikuti jejak mereka,” ujarnya.
Baznas RI juga mengungkapkan bahwa program ini bertujuan menghadirkan kesadaran zakat di tengah generasi muda sejak dini. Sodik menjelaskan bahwa pendekatan melalui tokoh olahraga memiliki dampak lebih besar dibandingkan metode konvensional, karena perhatian masyarakat terhadap dunia olahraga lebih intens. “Generasi muda sering terinspirasi oleh figur yang mereka idolakan, seperti pemain sepak bola. Dengan memperkenalkan zakat melalui media ini, kita bisa menggandeng hati mereka untuk berpartisipasi aktif,” terang Sodik.
Indra Sjafri menambahkan bahwa berzakat bukan sekadar rutinitas agama, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap program ini bisa membentuk kebiasaan berzakat yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia. “Dengan zakat, kita tidak hanya berbagi, tetapi juga melatih rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama,” tutupnya.
Potensi Zakat dalam Membangun Masyarakat yang Lebih Baik
Baznas RI, sebagai lembaga yang berperan penting dalam pengelolaan zakat, menyadari bahwa kolaborasi dengan para atlet dan pelatih olahraga bisa menjadi kunci untuk menjangkau kalangan yang lebih luas. Sodik menekankan bahwa program ini tidak hanya menargetkan kegiatan zakat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan moral generasi muda.
Dalam konteks ini, zakat dilihat sebagai alat untuk membangun ketahanan sosial dan ekonomi. Sodik menjelaskan bahwa dana zakat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar. “Zakat adalah bentuk pengorbanan yang seharusnya dihargai, karena menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar dari keuntungan pribadi,” ujarnya.
Kolaborasi antara Baznas RI dan Indra Sjafri menurut Sodik juga menjadi langkah awal dalam memperluas kesadaran zakat di kalangan masyarakat umum. “Kami percaya, dengan melibatkan figur-figur yang berpengaruh, zakat bisa lebih dikenal dan diterima oleh generasi muda,” jelasnya. Upaya ini diharapkan bisa menciptakan gelombang masyarakat yang sadar akan pentingnya zakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan berbagi.
