BNPB: Logistik jadi kebutuhan mendesak korban banjir Parigi Moutong

BNPB: Logistik jadi kebutuhan mendesak korban banjir Parigi Moutong

BNPB – Dari Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa bantuan logistik dasar menjadi prioritas utama bagi warga yang terdampak banjir akibat luapan sungai di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa kebutuhan ini meliputi bahan pangan, beras, selimut, serta matras atau tikar untuk mendukung warga selama masa tanggap darurat. Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperlukan guna memenuhi kebutuhan dasar yang segera terganggu akibat kejadian bencana alam tersebut.

Banjir di Parigi Moutong akibat hujan deras

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 23.00 WITA. Hujan yang intensitasnya tinggi menyebabkan debit air dari sejumlah sungai meluap, sehingga merendam sebagian besar area yang berada di sekitar daerah itu. Peristiwa ini berdampak pada enam desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Parigi, Parigi Selatan, Parigi Barat, dan Balinggi. BNPB mencatat total 146 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 32 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Di Desa Masari, ada 70 KK yang terkena dampak, dan dari jumlah tersebut, 10 di antaranya harus mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi,” ujar Abdul Muhari. Ia juga menyebutkan bahwa di Dolago Padang terdapat 50 KK yang terkena banjir.

Kerusakan akibat banjir tidak hanya terbatas pada rumah warga, tetapi juga menjangkau infrastruktur dan lahan pertanian. Pusdalops BNPB melaporkan bahwa sebanyak 166 rumah mengalami genangan air, dengan dua unit rusak ringan. Selain itu, tiga jembatan mengalami kerusakan berat, satu saluran air jebol, serta 70 hektare lahan persawahan dan dua hektare perkebunan warga terkena genangan. Bencana ini menimbulkan kerugian materiil yang signifikan, yang memperparah kondisi para korban.

Pengungkapan kondisi oleh BPBD dan pihak terkait

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, bersama TNI, Polri, PMI, aparat desa, dan relawan, masih berupaya mengatasi situasi darurat dan menyalurkan bantuan ke masyarakat terdampak. Tim darurat melakukan pemeriksaan terhadap titik-titik rawan dan mengkoordinasikan pengiriman logistik dari pusat ke daerah. Mereka juga berupaya memastikan kebutuhan warga seperti makanan, air minum, dan perlengkapan tidur tersedia secara cepat.

Korban banjir di Parigi Moutong mengalami kesulitan dalam mengakses sumber daya. Kondisi ini memicu peningkatan kerja sama antara berbagai lembaga untuk mempercepat distribusi bantuan. Selain itu, pihak setempat juga sedang melakukan pengecekan terhadap keadaan kesehatan warga yang mengungsi dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan sementara. Proses evakuasi terus berjalan, dengan beberapa warga diungsikan ke titik aman yang lebih tinggi untuk menghindari risiko lebih besar.

Penyebab dan dampak banjir luapan sungai

Banjir yang terjadi di Parigi Moutong merupakan akibat dari luapan sungai yang tidak terduga. Hujan deras pada Sabtu (20/6) hingga tengah malam menyebabkan air mengalir dengan debit tinggi, sehingga menggenangi area yang sebelumnya tidak terjangkau oleh air. Luapan ini terjadi karena kelebihan volume air yang menumpuk di daerah dataran rendah, sehingga mengakibatkan banjir yang meluas. Dampak dari banjir ini tidak hanya terbatas pada kehilangan properti, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Korban banjir mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan dan tempat tinggal. Pemenuhan logistik menjadi elemen kritis dalam upaya pemulihan. BNPB menyebutkan bahwa bantuan pangan, seperti beras, merupakan kebutuhan utama yang harus segera dialokasikan. Selain itu, peralatan tidur seperti selimut dan matras juga diperlukan untuk menjamin kenyamanan warga selama masa tanggap darurat.

Koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana

Penanganan darurat banjir di Parigi Moutong dilakukan secara bersamaan oleh berbagai instansi, termasuk BPBD, BNPB, TNI, dan Polri. Kementerian Pangan serta organisasi kemanusiaan seperti PMI juga turut serta memberikan dukungan dalam distribusi bantuan. Koordinasi ini memastikan bahwa logistik dan perlengkapan darurat dapat tiba di lokasi terdampak secara cepat. Pemimpin tim darurat menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas diberikan pada warga yang paling terkena dampak.

Masyarakat yang terdampak banjir masih mengalami kebingungan terkait perubahan kondisi. Banyak dari mereka yang kehilangan barang-barang pribadi dan perlu menyesuaikan kehidupan sementara. Dukungan dari para relawan turut berperan penting dalam mengatur logistik dan memastikan bantuan tiba tepat waktu. Pemimpin tim darurat juga mengingatkan bahwa perlu ada kehati-hatian dalam menghindari risiko kesehatan, seperti penyakit yang disebabkan oleh air tergenang.

Kesiapan dan rencana pemulihan

Selain penanganan darurat, pihak terkait juga sedang merencanakan langkah-langkah pemulihan jangka panjang. Upaya ini mencakup pembangunan infrastruktur yang rusak, seperti jembatan dan saluran air, serta pengembalian lahan pertanian yang terendam. Proses pemulihan juga melibatkan pemantauan terhadap kesehatan warga, khususnya yang tinggal di tenda sementara. BNPB memberikan arahan bahwa pihak setempat harus bersinergi dalam mempercepat proses pemulihan.

Korban banjir terus mendapatkan bantuan