Key Discussion: Dubes: Mesir-Indonesia punya ikatan budaya, pendidikan yang istimewa

Dubes: Mesir-Indonesia Punya Ikatan Budaya dan Pendidikan yang Unik

Key Discussion – Dalam acara Resepsi Hari Nasional Republik Arab Mesir 2026 di Jakarta, Rabu, Dubes Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy menyoroti hubungan yang terjalin antara Mesir dan Indonesia, khususnya dalam bidang budaya dan pendidikan. Ia menekankan bahwa ikatan ini telah terbangun selama berabad-abad dan terus berkembang melalui upaya bersama kedua negara.

Kedudukan Al-Azhar dalam Masyarakat Indonesia

Dubes Elshemy menjelaskan bahwa Al-Azhar, sebagai salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Mesir, memiliki peran penting dalam membangun hubungan bilateral dengan Indonesia. “Al-Azhar telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama, baik secara spiritual maupun intelektual,” ujarnya dalam pidatonya.

“Negara Mesir dan Indonesia terjalin oleh ikatan budaya dan pendidikan yang sangat kuat. Hal ini terlihat dari cara Al-Azhar diakui dan dihormati oleh rakyat Indonesia sepanjang generasi,” tambahnya.

Dubes Elshemy menyampaikan bahwa selama ini, Al-Azhar telah memberikan peluang besar bagi generasi muda Indonesia melalui program beasiswa. Ia menyebut, lembaga tersebut telah menyediakan ratusan beasiswa yang memungkinkan mahasiswa Indonesia menempuh studi di Mesir. Selain itu, Al-Azhar juga diketahui mengirimkan sekitar 70 ulama ke Indonesia untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Dalam situasi saat ini, lebih dari 20.000 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Mesir, dengan sebagian besar mengambil program di Al-Azhar. “Kami merasa bangga menerima mereka sebagai bagian dari komunitas pelajar Mesir. Mereka dianggap sebagai anggota keluarga besar Mesir,” ujarnya.

Perluasan Kerja Sama Pendidikan

Elshemy juga menegaskan bahwa hubungan pendidikan antara kedua negara tidak hanya terbatas pada studi agama. Ia menjelaskan bahwa Al-Azhar kini membuka lebih banyak program untuk mahasiswa Indonesia, termasuk di bidang kedokteran, teknik, kedokteran gigi, dan farmasi. “Ini menunjukkan komitmen Mesir untuk memperluas akses pendidikan dan membangun kemitraan yang lebih luas,” katanya.

Kerja sama ini diperkuat oleh kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia dengan universitas-universitas Mesir. Dengan adanya perjanjian ini, lulusan yang menyelesaikan studi di Kairo dapat lebih mudah memperoleh izin praktik dan menjalankan profesinya di Indonesia.

Progres dalam Hubungan Diplomatik

Menurut Dubes Elshemy, tiga kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir sejak menjabat sebagai kepala negara mencerminkan prioritas kedua negara dalam memperdalam hubungan bilateral. “Kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Elshemy menambahkan bahwa hasil dari kunjungan tersebut terlihat dalam penandatanganan deklarasi bersama yang menjadikan hubungan Indonesia-Mesir sebagai kemitraan strategis. “Melalui deklarasi ini, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, seperti politik, ekonomi, keamanan, pertahanan, serta kebudayaan,” katanya.

Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memperkaya perspektif antarmasyarakat. “Kemitraan ini membantu menjembatani perbedaan budaya dan mempercepat pertukaran pengetahuan, nilai, serta pengalaman hidup,” ujarnya.

Upaya Masa Depan

Dubes Mesir juga menyoroti upaya yang sedang dilakukan untuk mengembangkan hubungan kedua negara. Ia menyebut bahwa pembentukan Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Penerjemahan Al-Azhar pada Juli 2025 adalah langkah strategis untuk memperdalam pengaruh budaya Indonesia di Mesir. “Departemen ini berperan penting dalam mengajarkan bahasa Indonesia secara sistematis dan memperkuat pemahaman antarbudaya,” ujarnya.

Selain itu, Dubes Elshemy menekankan bahwa Al-Azhar berkomitmen untuk terus menawarkan program pendidikan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. “Kami yakin, program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia dan membantu membangun masa depan yang lebih cerah,” katanya.

Visi Bersama untuk Dunia yang Lebih Baik

Elshemy mengatakan bahwa visi bilateral Indonesia-Mesir mencakup upaya untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih tangguh, damai, dan adil. “Kemitraan ini bukan hanya tentang pertukaran pelajar, tetapi juga tentang komitmen bersama dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.

“Kunjungan-kunjungan Presiden Prabowo ke Mesir menunjukkan kesamaan prioritas dan semangat saling menghormati. Kedua negara bersama-sama berupaya membangun kepercayaan dan konsistensi dalam kerja sama, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini berdampak pada tingkat kepercayaan publik. “Banyak masyarakat Indonesia dan Mesir yang menyadari bahwa kerja sama ini adalah bagian dari kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kesejahteraan bersama,” kata Dubes Elshemy.

Dubes Mesir menutup pidatonya dengan harapan bahwa ikatan budaya dan pendidikan yang telah terbangun akan terus berkembang. “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa Indonesia dan memastikan bahwa pendidikan di Mesir menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.