Visit Agenda: Mengisi libur sekolah dengan Airport Edu Tour di Bandara Ngurah Rai

Eksplorasi Dunia Penerbangan: Siswa SDN 4 Tuban Ikuti Program Airport Edu Tour di Ngurah Rai

Visit Agenda – Sejumlah siswa dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Tuban, Kecamatan Badung, Bali, memanfaatkan masa libur sekolah untuk mengikuti program edukasi inovatif berjudul Airport Edu Tour di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Acara ini diadakan dalam rangka memberikan wawasan praktis tentang operasional bandara dan sekaligus memperkaya pemahaman siswa tentang dunia penerbangan. Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mengalami langsung proses perjalanan dari terminal keberangkatan hingga terminal kedatangan.

Pengalaman Interaktif di Lingkungan Bandara

Kegiatan yang berlangsung beberapa hari lalu menarik perhatian banyak orang karena menggabungkan edukasi dan pengalaman langsung. Siswa SDN 4 Tuban diberikan panduan oleh petugas dari bandara, yang menjelaskan berbagai aspek penting dalam pelayanan penerbangan. Mulai dari proses check-in hingga boarding, setiap tahap disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Tak hanya itu, mereka juga melihat area pemeriksaan keamanan, ruang kontrol lalu lintas udara, dan tempat-tempat lain yang sering tidak diketahui oleh masyarakat umum.

Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya menikmati suasana bandara, tetapi juga memahami peran serta fungsi berbagai bagian di dalamnya. Misalnya, siswa diberi kesempatan untuk mempelajari bagaimana proses pemeriksaan bagasi berjalan, bagaimana petugas keamanan mengidentifikasi bahaya, serta cara pengoperasian pesawat dari luar hingga dalam. Tidak kurang dari dua puluh peserta ikut serta dalam kegiatan ini, dengan semangat tinggi dan rasa penasaran yang membara.

Tujuan Edukasi dan Manfaat bagi Anak-anak

Menurut perwakilan Bandara Ngurah Rai, program Airport Edu Tour bertujuan untuk membuka wawasan anak-anak tentang kehidupan di sekitar industri penerbangan. “Program ini adalah bentuk kolaborasi antara pihak bandara dan institusi pendidikan untuk menginspirasi generasi muda sejak dini,” jelas Rayyan, salah satu panitia penyelenggara. Ia menambahkan bahwa selama kunjungan, siswa diberikan penjelasan mengenai keamanan, keselamatan, serta teknologi yang digunakan dalam operasional bandara.

“Dengan mengikuti program ini, para peserta tidak hanya melihat langsung proses penerbangan, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan dan keamanan di dunia penerbangan,” ujar Rita Laura, seorang peliput dari Antaranews.

Seorang siswa yang ikut dalam kegiatan ini, Rayyan, mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan cara kerja petugas di bandara. “Saya baru tahu bahwa ada banyak peran yang harus dilakukan di sini, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga memastikan seluruh penumpang aman,” katanya. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya langsung kepada para petugas, yang menjawab dengan ramah dan penuh semangat.

Manfaat program ini sangat jelas, yaitu memperkaya pengetahuan siswa tentang teknologi dan prosedur yang terkait dengan perjalanan udara. Dengan mengunjungi area pemeriksaan dan ruang kontrol, mereka bisa melihat bagaimana berbagai fungsi diintegrasikan untuk mendukung penerbangan yang lancar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman mengenai pentingnya disiplin dan kerja sama dalam sistem transportasi udara modern.

Pengembangan Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Program Airport Edu Tour merupakan bagian dari inisiatif pengembangan kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri penerbangan. Dengan mengajak siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan bandara, pihak pengelola berharap mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor ini dalam perekonomian dan pariwisata Bali. “Kami berharap program ini bisa menjadi wadah bagi siswa untuk merasa lebih dekat dengan dunia penerbangan dan mungkin menginspirasi mereka untuk menjadikan bidang ini sebagai pilihan karier,” tambah Roy Rosa Bachtiar, yang juga terlibat dalam peliputan acara tersebut.

Kunjungan ke bandara juga memperlihatkan bagaimana teknologi terkini digunakan dalam menunjang kegiatan penerbangan. Siswa diperkenalkan dengan sistem navigasi, komunikasi antar pesawat, serta peran pengelolaan bandara dalam menjaga kualitas layanan kepada penumpang. “Semua sesi diatur sedemikian rupa agar siswa bisa memahami proses kerja secara holistik,” kata Rita Laura. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga edukasi yang mendalam.

Bagi para siswa, program ini merupakan kesempatan langka untuk melihat bagian-bagian bandara yang biasanya tidak terjangkau. Misalnya, mereka bisa melihat gedung keberangkatan, ruang kontrol, hingga bagian belakang pesawat yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk memahami bagaimana penerbangan diatur dengan ketat, mulai dari proses pendaftaran hingga pendaratan pesawat.

Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya disiplin dan keahlian dalam dunia penerbangan. Melalui interaksi langsung dengan petugas, mereka memperoleh pemahaman bahwa setiap bagian di bandara memiliki peran penting dan tidak bisa dipisahkan. “Saya ingin menjadi pilot suatu hari nanti, dan program ini membantu saya menggambarkan sebenarnya seperti apa dunia penerbangan,” ungkap salah satu siswa yang turut serta.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Program Airport Edu Tour di Bandara Ngurah Rai menunjukkan upaya pihak bandara untuk menjawab kebutuhan edukasi di kalangan masyarakat. Dengan mengajak anak-anak mengenal dunia penerbangan secara langsung, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang fasilitas bandara, tetapi juga memahami bagaimana pengoperasian penerbangan bekerja secara harmonis. Kesuksesan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi bandara-bandara lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa.

Di masa depan, program ini akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Bali dan mungkin sampai ke daerah lain. Dengan begitu, lebih banyak anak-anak dapat mengenal industri penerbangan secara mendalam. “Kami ingin membuat program ini lebih rutin agar siswa bisa menikmati pengalaman ini setiap tahun,” kata Rayyan. Kegiatan ini pun menjadi langkah awal dalam mengupayakan pengembangan minat dan bakat anak-anak dalam bidang teknologi dan transportasi udara.