Agenda Utama: Pramono usul PLTSa dibangun di tiga tempat guna atasi persoalan sampah

Pramono Usul PLTSa Dibangun di Tiga Tempat Guna Atasi Persoalan Sampah

Pengusulan PLTSa

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyarankan tiga lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kepada Menteri Lingkungan Hidup. Lokasi tersebut adalah Bantargebang, Rorotan, dan Sunter. “Jika proyek ini bisa terealisasi, maka Bantargebang akan menampung sekitar 3.000 ton sampah per hari,” ujarnya dalam sebuah wawancara di Jakarta, Kamis. “Sementara Rorotan dan Sunter masing-masing akan menangani 2.000 serta 2.500 ton per hari, yang semuanya berasal dari sampah baru,” tambahnya.

Rakortas Penanganan Sampah

Pada hari ini, Pramono menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang pengelolaan sampah perkotaan melalui konversi sampah menjadi energi listrik. Dalam kolom keterangannya di akun Instagram @pramonoanungw, ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan perubahan sistem pengolahan sampah dari pendekatan pembuangan ke arah daur ulang. “Kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPST) Bantargebang yang semakin terbatas memaksa kami mencari solusi alternatif,” tulisnya.

Tujuan dan Harapan

Pramono mengatakan bahwa dengan pengoperasian PLTSa di Rorotan dan Sunter, kira-kira 6.500 hingga 7.000 ton sampah dapat terakomodasi setiap harinya. “Hal ini diharapkan bisa mengurangi beban pengelolaan sampah di Bantargebang hingga 1.000 ton per hari,” katanya. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa metode ini akan memperkuat upaya pengurangan volume sampah di kawasan tersebut. “Saya berharap Rakortas ini bisa memberikan arah yang jelas untuk penanganan sampah di Jakarta,” ujar Pramono.